Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-72- Demi Little Angel


__ADS_3

"Ah tidak! Jangan!" Pekik menggelegar Grey berusaha menarik lengan nya yang hendak di pasangkan jarum infus.


"Grey diam! Jangan seperti anak kecil!" Omel geram Arazey.


"Aaa gak mau baby, gak mau!!" Rengek memelas Grey menarik-narik pelan tangan Arazey.


Tetapi bukan nya mendapatkan belas kasihan, Grey malah mendapat sentilan cukup keras di kening nya.


Tuk!


"Aww.. Sakit.." Ringis Grey mengusap kening nya.


"Malu sama umur!"


"Tadi bilangnya cuma periksa, kenapa harus di infus?!" Gerutu Grey masih dengan wajah memelas nya.


"Kamu gak denger apa kata senior Shin tadi?"


"Tapi kan aku bisa minum obat atau apa aja selain di infus"


Sebisa mungkin Grey terus membujuk istri kecilnya agar melepaskan dirinya dari jarum infus yang bersiap di tusukkan ke tangan nya.


Karena kekurangan cairan dan tubuh Grey sangat lemas, akhirnya baik Arazey ataupun dokter yang memeriksa memutuskan untuk memberikan sebotol cairan infus untuk Grey.


Tetapi pria itu terus meraung-raung tidak setuju, berbeda dengan Bram yang kini tengah menahan susah payah tawanya agar tidak pecah.


"Jika anda tidak mau saya yang memasangkan, bagaimana jika Arazey saja?" Sela dokter Shin yang cukup jera menghadapi sikap Grey.


"Ti-- Baiklah biar saya saja, senior" Potong cepat Arazey saat Grey hendak menolaknya.


"Baby, aku gak mau di infus.." Lirih Grey melihat jarum infus itu sudah berada ditangan Arazey.


"Yakin gak mau?" Tanya Arazey dengan nada sulit diartikan.

__ADS_1


Grey menggeleng sebagai sahutan, matanya berkaca dan bibirnya bertambah pucat.


"Mau saya bantu, Arazey?" Tawar dokter Shin berniat untuk memaksa Grey.


Namun Arazey menggeleng dan tersenyum, melihat hal itu dokter Shin seakan mengerti, lantas dirinya langsung berpamitan keluar dan menarik Bram yang sedari tadi mengigit bibirnya menahan tawa


Dan kini diruang rawat itu hanya ada Arazey dan Grey. Pria yang terbaring lemas di ranjang rawat itu menatap nanar istri kecilnya yang tengah tersenyum menyeramkan.


"Baby..."


"Gak mau di infus nih?" Ulang Arazey menggoyangkan botol infusan nya.


"Minum obat aja ya?" Tawar Grey yang langsung mendapat gelengan dari Arazey.


"Tapi little angel kita, mau nya kamu di infus" Dalih Arazey mengusap pelan perutnya.


Kedua nya menjuluki calon bayi mereka dengan sebutan 'Little Angel' yang artinya ’Malaikat Kecil’. Dan tentunya itu adalah senjata paling ampuh yang dimiliki oleh Arazey saat ini.


Apapun itu dan sebisa mungkin Grey akan memenuhinya, walaupun terkadang harus memalukan dirinya sendiri.


.


Tangan Grey terangkat dan mengusap pelan perut Arazey yang mulai membuncit. "Little angel-nya Daddy, mau Daddy di infus hmm?" Ucap lembut Grey yang terdengar pasrah.


"Hmm.. Aku mau Daddy di infus, supaya tidak sakit lagi" Sahut Arazey menirukan suara anak kecil.


Grey terkekeh di buatnya, semakin lama istrinya semakin menggemaskan apalagi saat keinginan nya tidak dipenuhi,


Pasti pipi wanita itu akan mengembung dengan bibir manyun nya sampai keinginan nya terpenuhi.


"Tapi Daddy tidak suka di infus, dan Daddy tidak suka jarum suntik"


"Tapi aku gak suka liat Daddy sakit, apalagi ini karena aku" Sahut Arazey masih dengan suara dan nada yang sama.

__ADS_1


"Daddy gapapa kok, asal kamu dan Mommy kamu baik-baik aja"


"Seharusnya yang mual dan mengalami morning sickness itu aku, bukan kamu" Suara Arazey kini kembali seperti semula, tatapan nya pun sangat serius.


"Gapapa sayang, jadinya aku bisa tau rasanya jadi kamu."


Setelah pemeriksaan tadi, selain menyatakan Grey kekurangan cairan dan harus di infus. Dokter juga menyatakan Grey mengalami sindrom kehamilan simpatik


Dimana Grey dapat merasakan apa yang biasanya ibu hamil rasakan seperti morning sickness contohnya, memang sudah beberapa hari ini Grey sering merasakan mual di pagi hari, tetapi tidak separah sekarang.


"Aku gak suka liat kamu seperti ini, Grey.. Kamu juga sering memaksa untuk terus kerja dan mengurus beberapa hal lain nya" Keluh Arazey


Tatapan Arazey yang sedari sampai di rumah sakit terlihat begitu kesal dan marah pada pria dihadapan nya kini berubah menjadi tatapan iba penuh kasih sayang nya.


"Itu sudah kewajiban aku, jadi aku-- "


"Sebotol saja, hanya tiga jam saja" Potong Arazey terlihat memelas.


"Tapi.. " Mata Grey kembali terfokus pada ujung jarum yang terlihat begitu mengkilap, Grey benar-benar dibuat merinding dengan jarum-jarum yang ada di rumah sakit.


"Little angel kita gak mau liat Daddy nya seperti ini"


Grey menghembuskan nafasnya begitu panjang dan berat hingga akhirnya ia mengangguk. "Baiklah demi my little angel" Pasrah Grey.


"Nah gitu doang, kan little angel jadi sayang banget sama Daddy" Sahut bahagia Arazey dengan suara seperti anak kecilnya.


Grey tersenyum tipis dan menggenggam tangan Arazey. "Tapi suruh Shin yang memasangkan nya"


"Kenapa harus senior? Kan ada aku lho disini"


"Tugas kamu peluk aku sekuat-kuat nya"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2