
"Mma--maaf boss sepertinya saya menyukai nona kecil" lirih Bram pasrah.
Mendengar ucapan pelan yang keluar dari mulut Bram, sontak mata Grey melotot begitu lebar seperti hendak keluar dari tempatnya.
"Apa kau gila!" teriak marah Grey
Lantas Grey pun langsung berdiri dan menarik kerah kemeja yang Bram pakai sehingga tubuh pria itu ikut berdiri.
"Apa kau seorang pedofil hah!" sentak Grey masih dengan nada marah nya.
"Maaf boss, saya--" belum sempat melanjutkan ucapannya, dengan cepat Grey memotong ucapan Bram.
"Aqila masih kecil, kau jangan gila Bram!-
Diluar sana masih banyak gadis muda, jika kau menginginkan nya aku akan mencarikan nya untukmu!"
"Saya tau saya salah boss, tapi tolong dengarkan penjelasan saya" pinta Bram mencoba melepaskan tangan Grey.
Dengan susah payah akhirnya Grey mau melepaskan tangan nya, namun Grey mendorong tubuh Bram hingga kaki pria itu terbentur meja yang ada didekat nya.
"Saya memang menyukai Aqila, tapi saya juga sadar bahwa Aqila masih sangat kecil"
"Lalu kenapa kau masih menyukainya hah?! Apa kau benar-benar seorang pedofil?!"
"Lau bagaimana dengan anda, boss?"
__ADS_1
Diam.. Mendengar ucapan Bram ruangan itu tiba-tiba menjadi hening dengan tatapan mengintimidasi Grey yang terus tertuju pada Bram.
"Aku beda! Arazey sudah dewasa dan Aqila--"
"Saya juga tidak gila boss. Saya akan menunggu Aqila besar dan disaat umurnya sudah cukup dewasa saya akan mulai mengejar nya-
Dan tentu nya untuk sekarang saya hanya bisa menjaganya!" Tegas Bram memotong ucapan Grey.
Lagi-lagi Grey diam tidak merespon, pria itu hanya menatap kearah asisten nya dengan tatapan sulit diartikan.
"Perbedaan umur anda dan Arazey juga sangat jauh."
"Bram!" Seru geram Grey.
"Kau yakin akan menunggunya hingga dewasa tanpa menyentuhnya sedikit pun?"
Bram mengangguk yakin dan menatap Grey penuh ketegasan, mencoba meyakinkan boss sekaligus calon kakak iparnya itu.
"Apa kau yakin dengan perasaan mu? Bagaimana jika perasaan suka itu hanya karena Aqila seorang anak yang ceria?"
"Empat tahun lagi Aqila akan menjadi gadis remaja, dan ini bukan sekedar perasaan menyukai seorang anak kecil" sahut Bram tanpa ragu.
Tatapan mata Grey begitu tajam menelisik raut wajah Bram yang kini tengah menatap dirinya tanpa ragu sedikit pun.
Dan tentu Grey tau siapa pria dihadapan nya ini, pria yang hendak bertunangan dengan seorang gadis yang ia cinta-
__ADS_1
Tetapi harus gagal karena gadis itu meninggal akibat penyakitnya yang bahkan tidak ketahui oleh keluarga gadis itu ataupun Bram.
Grey juga tau sehangat apa hati Bram karena mereka bukan sekedar boss dan asisten melainkan kedua nya bagai kakak-beradik yang sangat kompak.
"Bisakah kau mempercayaiku, Grey?"
Menghembuskan nafasnya kasar lalu Grey kembali duduk disofa yang berada dibelakang nya.
"Aku sangat tidak yakin dan tidak setuju karena saat ini usia Aqila baru saja menginjak sebelas tahun"
Mendengar hal itu seketika raut wajah Bram berubah masam dan helaan nafas beratnya terdengar ditelinga Grey.
"Tapi setelah kau bilang akan menunggunya dan menjaganya hingga dewasa, aku sedikit yakin dan setuju" sambung Grey yang sedikit menyunggingkan senyum nya.
"Benarkah?!" Sentak bahagia Bram. Lengkungan senyum dibibir pria yang jarang tersenyum itu pun terlihat dengan jelas dimata Grey.
"Tapi ingat! Jangan melewati batasmu hingga Aqila dewasa atau hidup mu akan berakhir ditangan ku sendiri!" ancam tegas Grey.
Bram pun mengangguk-angguk cepat dan langsung menubruk tubuh Grey yang duduk disofa itu, lalu memeluknya
"Thankyou brother!!" seru bahagia Bram.
...****************...
Seeyou next bab👑
__ADS_1