
Pagi ini di dalam sebuah kamar terlihat seorang wanita yang masih terlelap dalam tidurnya. Selimut membungkus tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya saja, hingga beberapa saat kemudian wanita itu mulai menggeliat.
Tangan nya keluar dari dalam selimut dan meraba kasur di sisi sebelahnya, tetapi ia tidak mendapati tubuh seorang pria yang semalam bertempur begitu panas dengan nya.
"Grey.." Panggil wanita itu yang tak lain adalah Arazey.
"Grey.. Kamu dimana.." panggil Arazey lagi dengan suara seraknya.
Namun setelah beberapa saat Arazey terus memanggil nama Grey, dirinya tak kunjung mendapat jawaban hingga akhirnya ketukan pintu kamar pun terdengar di telinganya bersamaan dengan suara seseorang.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
"Nyonya ini saya, apa anda sudah bangun?" Suara itu adalah suara wanita paruh baya yang selama hampir dua bulan ini menemani nya.
"Sudah bi, Ara sudah bangun." Sahut Arazey sedikit berteriak.
"Apa saya boleh masuk, Nyonya?"
Dengan perlahan Arazey bangun dari posisinya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sebatas dada, hingga akhirnya wanita itu kembali mengeluarkan suara nya.
"Masuk saja bi"
Setelah mendapatkan izin, sedetik kemudian pintu pun terbuka bersamaan dengan sang bibi yang masuk dengan seragam khas nya.
"Selamat pagi, Nyonya" Sapa bibi tersebut yang akrab disapa Bi Zhu.
"Pagi bi," Sahut ramah Arazey.
Terlihat senyum yang terukir di bibir Bi Zhu saat melihat penampilan Arazey pagi ini, dimana rambut wanita itu terlihat berantakan dan di lehernya terlihat dengan jelas tanda merah keunguan yang Bi Zhu yakini ulah Tuan nya.
"Emm.. Grey dimana, bi?"
"Tuan sudah berangkat satu jam yang lalu Nyonya"
"Lho kok gak bangunin aku?" Kaget Arazey dengan perasaan kecewa nya.
"Kata Tuan, Nyonya harus menghubungi nya ketika sudah bangun"
__ADS_1
Mendengar perkataan Bi Zhu, lantas Arazey meraih handphone nya yang berada di nakas sebelahnya. Tanpa berlama-lama Arazey langsung mencari kontak Grey dan menelpon nya.
Beberapa saat panggilan itu berdering mencoba menghubungkan, hingga akhirnya panggilan tersebut terhubung dengan Grey di sebrang sana.
"Pagi By--"
"Kenapa gak bangunin aku hah?!" Potong marah Arazey.
"Astaga maaf baby, aku tidak bermaksud pergi tanpa berpamitan dengan mu" Sahut Grey begitu cepat.
"Halah! Habis enak aku dibuang!" Sentak kesal Arazey.
Sepertinya wanita itu lupa bahwa di dalam kamarnya masih ada Bi Zhu yang menunggu Arazey. Karena sebelum pergi tadi Grey sempat berpesan padanya untuk membantu Arazey mandi.
"Bukan seperti itu baby, aku hanya takut kamu masih mengantuk dan sebelumnya aku sudah mencoba membangunkan mu tetapi kamu malah menutup tubuhmu dengan selimut." Jelas cepat Grey.
Mendengar penjelasan Grey seketika Arazey mengingat saat pria itu membangunkan nya tetapi ia malah mengacuhkan nya.
"Baby? Marah?" Lirih Grey di sebrang sana.
Sepertinya perasaan pria itu sedang terasa tidak menentu saat mendengar ucapan istri kecilnya yang terdengar marah padanya.
"Sudahlah aku mau mandi!" Ucap Arazey menahan malu.
Tanpa mendengar ucapan Grey yang saat ini sedang berbicara, Arazey langsung mengakhiri panggilan tersebut.
"Bi Zhu.." Panggil pelan Arazey. Lantas yang dipanggil pun langsung mengangkat pandangan nya dan tersenyum.
"Iya Nyonya?"
"Emm.. Bisa bantu aku ke kamar mandi?"
Bi Zhu mengangguk cepat dan menghampiri Arazey. "Tuan memang menyuruh saya untuk membantu Nyonya" Jelas Bi Zhu seraya memapah Arazey.
.
.
__ADS_1
.
Getaran handphone yang sedari tadi bergetar benar-benar menganggu fokus Arazey dalam memeriksa pasien nya. Bukan nya tidak mau menjawab, tetapi Arazey merasa malu karena tadi pagi sudah memarahi si penelpon yang tak lain adalah Grey
Padahal Arazey sendiri yang tidak mau bangun dan malah menganggap ucapan Grey yang tadi membangunkan nya hanyalah mimpi.
"Angkat saja dulu dok, siapa tau penting" Ujar pasien yang mendengar suara getaran handphone Arazey.
"Tidak apa, paling cuma sales yang ingin menawarkan makanan" Sahut sopan Arazey.
Pasien pun hanya mengangguk pelan, hingga akhirnya beberapa saat kemudian pemeriksaan pun telah selesai.
"Syukurlah kondisi anda sudah mulai membaik Nyonya."
"Lalu apakah ibu saya sudah bisa pulang, dok?" Tanya pendamping pasien yang Arazey ketahui adalah anak dari wanita yang saat ini terbaring di ranjang rawat.
"Kemungkinan besok Nyonya sudah di izinkan untuk pulang"
Senyum dari dua orang dihadapan Arazey pun mengembang, karena memang sudah lebih dari satu minggu wanita paruh baya itu dirawat.
"Baiklah, jangan lupa diminum obatnya. Saya pamit" Ucap ramah Arazey diiringi dengan senyum nya.
Baru saja ingin melangkah tetapi pasien itu memegang tangan Arazey, sehingga gerakan Arazey pun terhenti dan tatapan nya kembali terfokus pada pasien itu.
"Ada apa Nyonya?"
"Apa dokter sudah memiliki kekasih?" Tanya tiba-tiba wanita paruh baya itu.
Arazey terdiam beberapa saat menatap kedua orang dihadapan nya. Hingga akhirnya ia menggeleng pelan.
"Belum Nyonya" Sahut Arazey tersenyum.
Senyum mengembang begitu lebar dibibir pasien Arazey menandakan betapa senangnya ia mendengar jawaban dokter cantik dihadapan nya.
"Dokter perempuan yang baik dan ramah, mau kah dokter menjadi kekasih anak ku?."
Mata Arazey dan mata pria disamping wanita paruh baya itu seketika melotot kaget, dan pandangan nya pun saling bertemu.
__ADS_1
...****************...