
Brughhh!~
Suara sesuatu yang terjatuh terdengar begitu jelas di dalam sebuah kamar. Lebih tepat nya suara tersebut berasal dari tubuh Arazey yang dijatuhkan begitu saja oleh Grey diatas kasur
Gadis itu meringis sakit, matanya pun teralih pada pria didepan nya yang baru saja melemparkan jas nya asal, dan membuka dasinya begitu kasar
"Om,," gugup Arazey kala melihat pergerakan itu. Dirinya pun langsung bangun dan duduk memepet di kepala kasur
"Apa pantas seorang istri menerima suapan pria lain?" tanya Grey dengan nada dingin serta tatapan tajamnya
Menggelengkan kepalanya lalu Arazey berucap. "Maaf om, aku-- "
"Apa pantas seorang istri memakai sendok yang sama dengan pria lain?"
Arazey menggeleng dengan mata yang mulai berkaca-kaca menahan tangisnya. Pasalnya baru kali ini ia melihat kilatan kemarahan yang bercampur kekecewaan dimata Grey
"Dan apa pantas seorang istri makan bersama pria lain tanpa izin suaminya? APA PANTAS HAH?!" bentak Grey diakhir kalimat
Tubuh Arazey yang tadinya beringsut mundur memepet kepala kasur itu, kini telah berpindah ke tepi kasur dan meraih tangan suami nya
"Maaf om,, aku,,, aku hanya berniat mencicipi nya sedikit dan aku-- ". Belum selesai Arazey mengucapkan kata-kata nya, Grey langsung menghempaskan begitu saja tangan istri kecil nya
Sungguh ia merasa kecewa, karena semua kejadian itu terekam jelas dimata Grey dari awal Arazey dan Dokter Hans datang. Karena sebelumnya Grey memang sudah berada di restoran itu bersama klien nya
Grey menahan kecemburuan dan emosi nya agar terlihat profesional dihadapan klien nya. Menahan selama itu adalah rekor terbesar dalam hidup Grey
Hingga akhirnya sang klien berpamitan pergi, dan bersamaan dengan itu Grey melihat Dokter Hans hendak menyuapi istrinya dengan sendok yang sama. Dengan langkah lebarnya Grey pun mendekati mereka, dan menepis tangan itu saat sedikit lagi menyentuh bibir istri nya
"Tidak perlu dijelaskan dan terserah kamu saja! Aku benar-benar kecewa honey!" ucap Grey dengan nada menusuk nya. Sedetik kemudian Grey berbalik dan bersiap meninggalkan istri kecil nya, tetapi tiba-tiba sepasang tangan melingkar diperut nya dan memeluknya erat
"Maaf hikss,, aku,, aku hanya merasa tidak enak karena terus menolak ajakan nya sedari waktu itu hikss" jelas Arazey mulai terisak
"I don't care!" tekan dingin Grey lantas melepaskan paksa tangan Arazey. Dengan langkah besarnya Grey keluar dari kamar itu dan menutup begitu kuat pintu kamar
Air mata Arazey semakin berjatuhan, entah kenapa dada nya terasa sesak dan tubuhnya seakan melemas. Tetapi dengan cepat ia membuka pintu itu dan menyusul langkah suami nya
Mencoba meraih tangan kekar itu hingga akhirnya Arazey kembali mendapatkan nya tepat di anak tangga terakhir dibawah sana
"Lepas!" ujar dingin Grey
Arazey menggeleng lalu menarik tubuh Grey agar menghadapnya, ketika pria itu sudah menghadap dirinya dengan cepat Arazey memeluk leher suami nya lalu Arazey menaiki kedua kaki nya dipinggang Grey
__ADS_1
Refleks Grey yang kaget pun langsung menahan tubuh Arazey hingga kini posisi Arazey berada di gendongan depan Grey, mirip seperti seorang koala yang mengendong anak nya
"Maaf hikss,, aku salah, aku gak izin dulu hikss" sendu Arazey dengan kepala yang berada diceruk leher suami nya itu
Grey pun melepaskan tangan nya yang tadi sempat menahan tubuh sang istri lalu berucap. "Turun!" dengan nada datar nya
Namun bukan nya turun Arazey malah semakin menguatkan kakinya yang melingkar dipinggang Grey dengan pelukan dileher nya yang semakin erat. "Gak mau hikss,, "
"Turun Arazey!" bentak marah Grey. Emosi Grey saat ini sangat tidak stabil, ingin rasanya ia meluapkan semua ini tetapi ia mencoba menahan nya
Sempat terdiam membeku saat mendapat bentakan itu, hingga akhirnya dengan paksa Grey menurunkan tubuh sang istri lalu pergi begitu saja meninggalkan Arazey yang masih terdiam membeku
.
.
.
Matahari mulai bergantian bulan, bahkan sudah 5 jam berlalu tapi pria dengan penampilan amburadul nya ini tidak berniat untuk pergi dari sebuah klub malam yang biasa ia kunjungi untuk sekedar melepas lelah
"Katakan Bram dimana kurang nya aku? Dimana?!" teriak Grey yang mulai tidak sadarkan diri
"Tidak boss, anda sangat sempurna. Maka dari itu ayo kita pulang" jawab lembut Bram mencoba merayu Grey untuk pulang sedari tadi
"Aduh boss sudah, ayolah kita pulang ke apartemen ya?"
"Tidak mau, aku mempunyai rumah untuk apa pulang ke apartemen hahahah"
"Oke-oke, kalo gitu pulang ke rumah 'ya?"
"Tidak! Aku tidak mau! Aku marah pada gadis pembangkang itu!" teriak marah Grey membanting botol-botol kosong dihadapan nya
"Astaga tuhan makhluk seperti apa boss saya ini?!" erang frustasi Bram
Penampilan Bram pun tak kala amburadul nya, pasalnya sedari tadi banyak para jallang penghibur mencoba menggoda nya dan juga Grey
"Hahahaha aku lelah" tawa lepas Grey menjatuhkan tubuhnya disofa ruangan klub malam itu
"Ara, honey, baby, sini aku suapi jangan menerima suapan nya hahaha-
"Aku yang akan mengelap sisa makanan dibibir mu, jangan dia hahahaha" rancau Grey dengan mata tertutup dan tangan yang terus bergerak
__ADS_1
"Arazey!" pekik tertahan Bram. "Astaga bodoh sekali! Kenapa kau melupakan nyonya boss mu, Bram!" sambungnya geram pada diri sendiri
Kini dengan gerakan cepat Bram mengambil handphone Grey yang tergeletak, lalu dengan penuh kehati-hatian ia meraih tangan sang boss dan menempelkan ibu jari pria mabuk itu ke layar handphone
Layar pun terbuka, dan seketika mata Bram melotot kala melihat puluhan panggilan tak terjawab dari nyonya boss nya dan ratusan pesan yang terus dikirimkan gadis itu
Bram sedikit mengulas senyumnya. "Seperti nya nyonya boss sudah menyukai mu, boss"
Grey yang mendengar penuturan itu langsung melotot menatap Bram, hal itu pun berhasil membuat tubuh Bram menegang
"Suka? Ara menyukai ku?" tanya parau Grey. Dengan ragu Bram mengangguk. "Iya boss"
"Hahahahaha Ara menyukai ku hahahahaha" tawa bahagia Grey yang sudah mabuk parah itu terdengar begitu menggema, mata nya pun kembali terpejam
"Anda sudah gila karena cinta, boss!" pekik Bram dalam hati
Tanpa berlama-lama Bram kembali terfokus pada handphone boss nya itu, dan berniat menelpon Arazey. Tetapi belum sempat ia menekan nomor Arazey untuk menelpon nya, tiba-tiba saja layar itu berganti dan panggilan masuk dari Arazey tertera dilayar handphone itu
"Akhirnya!" bahagia Bram dan langsung menjawab panggilan tersebut
"Hallo? Om dimana? Kok belum pulang? Maafin aku, jangan marah lagi 'ya? Aku-- "
"Malam nyonya boss yang terhormat, saya disini selaku asisten Mr.Grey Ricardo berniat memberitahukan bahwa suami anda sudah tewas!"
"APA?!" pekik kaget Arazey disebrang sana
"Eh salah, maksudnya sudah tepar" ralat Bram. Tetapi tidak mendapat respon apapun dari Arazey
"Hallo nyonya Ricardo yang cantik, manis, baik. Apa anda masih disana?"
"Kak Bram Jangan bercanda hikss" ucap Arazey yang terdengar terisak
"Astaga Ara, aku hanya bercanda. Jangan menangis!!" panik Bram merasa bersalah
"Lalu hikss,, lalu dimana om Grey hikss,, "
"Datanglah ke klub malam dijalan xxxxx, aku dan Grey ada disini. Dia sudah benar-benar gila". Tidak mendapat sahutan, melainkan panggilan itu langsung dimatikan oleh Arazey
Mengusap dadanya sabar lalu Bram menatap pria yang tertawa tidak jelas itu. "Untung boss sama calon kakak ipar, coba kalo bukan. Udah saya geprek terus jadiin sambal oncom lho" gemas Bram pada tingkah pasutri itu
...----------------...
__ADS_1
Seeyou next bab🤗
Jangan lupa dukungan nya