Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-92- Mempertaruhkan nyawa


__ADS_3

"Kondisi pasien dan kandungan nya sangat lemah saat ini, dan kami menganjurkan untuk segera melakukan operasi caesar" Jelas sang dokter dengan raut serius nya.


"Lakukan dok, lakukan yang terbaik untuk istri dan anak-anak saya" Sahut cepat Grey.


"Tapi operasi ini juga cukup beresiko karena kondisi ketiga nya"


Mendengar hal itu sontak Grey menarik kerah seragam yang dokter tersebut kenakan.


"Grey!!" Pekik kaget Alex dan Rachel secara bersamaan.


"Apa maksud anda hah?! Tadi anda bilang untuk segera melalukan operasi!" Teriak marah Grey di depan wajah dokter itu.


"Maaf Mr., kami memang menganjurkan untuk melakukan operasi caesar tetapi karena banyak darah yang keluar dan ketuban Mrs. Arazey telah pecah kemungkinan kami hanya bisa menyelamatkan salah satu dari mereka"


Deg!


Tangan Grey terlepas dari kerah seragam dokter itu bersamaan dengan tubuhnya yang semakin melemas. Kepala pria itu menggeleng pelan dan mulai meneteskan air matanya.


"Apa tidak ada cara lain dok agar mereka semua selamat?" Tanya Alex mencoba tenang.


"Hanya ini jalan satu-satu nya, dan kami harus melakukan nya segera agar bisa menyelamatkan mereka atau salah satu nya".


Alex menunduk menatap sang menantu yang terlihat sangat tak berdaya dan tangis pria itu terdengar ditelinga Alex.


"Pa.. Ara hikss.. Calon cucu kita hiks.." Raung Rachel dengan tubuh lemas nya.


Jika tidak di peluk oleh Alex mungkin saat ini Rachel sudah sama seperti Grey yang terduduk lemas di lantai rumah sakit itu.


"Putuskan secepatnya Grey, kita harus menyelamatkan setidaknya Arazey atau anak kalian" Seru berat Alex.

__ADS_1


"Se-- " belum sempat melanjutkan perkataan nya, tiba-tiba saja ucapan Grey terpotong karena teriakan seseorang.


"Dokter detak jantung pasien semakin melemah!!" Teriak seorang perawat dengan nada paniknya dari dalam sana.


"Grey cepat!" Tekan panik Alex.


"Lakukan dok! Lakukan apapun dan selamatkan mereka!!" Lontar panik Grey yang langsung mendapat anggukan dari sang dokter.


"Mohon untuk mengurus berkas-berkas agar kami cepat mengambil tindakan" Ucap sang dokter sebelum benar-benar pergi dan kembali memasuki ruangan itu.


"Ayo Grey cepat!"


Dengan kaki yang terasa bergetar dan sangat lemas, Grey bangkit lalu berlarian kearah resepsionis untuk mengurus berkas dan menandatangani apa yang perlu ditanda tangani.


.


.


"Sayang, gak boleh lari-lari" Peringat Alex menangkap tubuh Aqila dan menggendong nya.


"Maaf Pa.."


"Tidak apa, asal jangan di ulangi"


"Astaga non, larinya cepat sekali" Ujar terengah-engah Bi Ru yang datang bersama Aqila.


"Hehehe, Qila 'kan pakai tenaga super" Sahut gadis kecil itu.


Sesaat baik Alex maupun Rachel melupakan rasa sedihnya ketika melihat putri kecil mereka sudah kembali ceria seperti dulu sejak dua bulan lalu.

__ADS_1


Tetapi sayang, ingatan Aqila benar-benar hilang selamanya dan beberapa bulan ini Aqila bagaikan seorang anak yang baru mengenal lingkungan sekitar.


"Oh iya, dimana kak Ara?" Tanya Aqila menatap bergantian


"Kak Ara sedang di operasi sayang" Sahut Alex.


Seketika raut wajah gadis kecil itu berubah murung dan terlihat jelas ke khawatiran nya.


"Kak Ara kenapa? Kak Ara tidak akan kenapa-napa 'kan, Pa?"


Alex tersenyum tipis lalu mengecup dahi putri kecil nya. "Kak Ara akan baik-baik saja sayang" Ucap lembut Alex.


"Lalu bagaimana dengan dedek bayi nya? Mereka gapapa 'kan? Tadi kak Ara berdarah" Tanya beruntun Aqila.


Untuk kali ini rasanya lidah Alex terasa keluh untuk menjawab pertanyaan sang anak, hanya senyum tipis dan usapan pada kepala gadis kecil itu lah yang Alex berikan.


.


"Dimana Grey, Ma? Kenapa belum kembali juga?" Tanya Alex yang sedari tadi tidak melihat keberadaan Grey.


"Tadi dia bilang mau ke toilet"


"Kok belum kembali?"


"Sudahlah biarkan, mungkin Grey sedang menenangkan pikiran nya"


Alex langsung terdiam setelah mendengar jawaban dari sang istri, karena memang Grey terlihat sangat amat kacau.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2