
Terdengar begitu menggema suara benturan antar dua kulit yang beradu, dan desaahan dari dua manusia berbeda jenis diatas kasur sana.
Nafas Arazey memburu dan suara lenguhann nya pun semakin menjadi-jadi kala Grey mengecup basah dada wanita itu. "Eughh.. Greyhh~"
Grey menggeram pelan lalu menambah kecepatan gerakan di bawah saja membuat des*han Arazey semakin tidak tertahan.
Rasa sakit dan nikmat terus menyerang Arazey secara bersamaan membuat Arazey memeluk kepala pria yang tengah mengg*lum ujung gunung tak berpohon milik nya.
"Ahhhk... Grey!!" pekik Arazey bersamaan dengan kaki nya yang ditarik oleh Grey.
Grey melingkari kedua kaki istri nya di pinggang nya lalu mengangkat kepalanya menatap wajah sang istri yang sudah dipenuhi peluh keringat.
"Damnn!! Kamu begitu menggoda, babyhh..." Geram tertahan Grey.
Jepitan hangat di bawah sana semakin terasa, gerakan Grey pun semakin menggila saat melihat tatapan sayu istri kecilnya yang terdampar lemas di bawah nya.
"Siap baby?" tanya Grey mengusap-usap perut rata Arazey.
Wanita itu hanya mengangguk lemas, ini pertanyaan ke 3 yang Arazey dengar dan tanda nya Grey akan segera menanamkan lagi benih berkualitas nya di dalam perut Arazey.
Seringai tipis terbit di bibir Grey, lantas pria itu kembali memeluk tubuh sang istri lalu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Arazey.
"Pelan... Ahh.." lirih Arazey di iringi des*han nya.
Tangan wanita itu memeluk kepala Grey dan kakinya semakin melingkar kuat di pinggang pria yang bergerak begitu liar diatas nya
Hingga akhirnya kamar itu kembali dipenuhi des*han memekik dari dua manusia berbeda jenis yang baru saja meneguk nikmat nya perciintaan panas kamar itu.
Tubuh Arazey masih terus bergetar merasakan hangatnya tembakan tak mematikan di dalam perut nya, napas kedua nya saling bersahutan bersamaan dengan tubuh Grey yang ambruk di atas tubuh istrinya.
"Nikmat baby?"
Arazey mengangguk pelan lalu menggeleng. "Capek, sakit" sahut serak Arazey.
"Untuk mendapatkan hasil yang baik kita harus bekerja keras baby"
Mendengar penuturan itu, sebuah pukulan kesal pun Arazey layangkan pada punggung Grey, hingga pria itu kembali menegakkan tubuh nya.
__ADS_1
"Masih ada tenaga? Mau lanjut ronde berikutnya?" tanya Grey menj*lat bibirnya menatap tubuh Arazey.
Lantas matanya terhenti tepat di daerah penyatuann nya, terekam jelas dimata Grey yang berhasil membuat libido nya naik kembali.
"Jangan gila om, aku sudah lelah"
"Aku lebih suka kamu memanggil namaku, apalagi saat mendes*h di bawah ku"
Plakk! Tamparan cukup keras Arazey layangkan pada lengan berotot yang sedang menahan bobot tubuh nya itu.
"Sudah cukup! Aku mau lihat has-- Ahhk!!..". Ucapan Arazey terganti dengan suara des*han memekik kala tiba-tiga Grey menghentakkan nya.
"Sekali lagi, baby"
...---...
...πππππ...
...-----...
"Sayang.."
"Baby..."
"Honey.. Bangun.."
Kecupan bertubi-tubi Grey layangkan pada wajah terlelap istri kecil nya.
Pasalnya saat ini jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, tapi wanita itu enggan membuka matanya, melainkan Arazey tersu menepis wajah Grey.
"Ngantuk ishhh" desis kesal Arazey hendak menarik selimut untuk menutupi wajah nya.
Tetapi dengan cepat Grey menahan nya, lalu kembali melayangkan kecupan nya di wajah Arazey. Hingga akhirnya wanita itu membuka paksa matanya seraya menahan kepala Grey.
"Sudah nih, aku sudah bangun!"
"Ihh cantik banget sih istri aku" gemas Grey mengecup lama bibir Arazey
__ADS_1
"Om!!"
"Panggil namaku, baby"
"Tidak mau! Om lebih tua dariku"
"Tapi aku suami mu, baby"
"Tetap saja aku-- "
"Mau panggil namaku, atau honey?" tawar Grey dengan wajah serius nya
"Tidak dua-dua nya"
"Baiklah, seperti nya pelajaran semalam belum masuk ke otak mu!"
Dengan gerakan cepat Grey menaiki tubuh Arazey dan mengungkung nya.
"Haishh baiklah aku panggil nama mu, pak tua!" kesal Arazey yang langsung mendapat pelototan dari Grey.
"Mulutnya!"
"Awas ih, aku mau mandi"
"Gak mau minta maaf hmm?"
"Ishh iya-iya aku maafin" ucap Arazey membuat Grey semakin gemas pada wanita dibawah nya inim
Dengan cepat Grey mengangkat tubuh wanita itu hingga terduduk lalu memangut rakus bibir Arazeym
"Hemphh...Grey!!.." ucap tertahan Arazey. Dengan sekuat tenaga Arazey mendorong dada Grey hingga akhirnya kegiatan itu terhenti.
"Baby.." lirih berat Grey
"Sudah cukup! Aku mau mandi dan melihat hasil penyelidikan kasus bang Ansel!" kesal Arazey.
...****************...
__ADS_1
Seeyou next ******bab*********π€***