Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-75- Arazey menghilang


__ADS_3

"Senang bekerja sama dengan anda, Tuan Kim" Ujar Grey seraya menjabat tangan pria dihadapan nya.


"Saya yang harusnya berkata seperti itu, Mr.Grey" Sahut Tuan Kim seorang investor yang berasal dari negara Korea.


Saat ini tepat pukul dua siang Grey baru saja menyelesaikan meeting bersama dengan beberapa pemegang saham dan tentunya bersama dengan investor istimewa nya ini.


Semuanya berjalan lancar, kesepakatan mereka pun telah sama-sama deal. Tetapi mata Tuan Kim yang sedari tadi dibuat salah fokus pada seorang perempuan cantik disamping Grey.


"Emm.. Siapa dia? Apa karyawan magang?" Tanya penasaran Tuan Kim.


Pasalnya hanya perempuan itu lah yang tidak memperkenalkan dirinya dari meeting dimulai bahkan sampai selesai perempuan itu hanya diam dan sesekali berbisik pada Grey.


Grey menoleh pada perempuan cantik disamping nya, dan tentu dia adalah Arazey, istri kecil nya.


"She's my girlfriend, Tuan Kim" Sahut lantang Grey mengangkat tangan nya yang sedari tadi saling bergenggaman dengan tangan Arazey.


Mendengar hal itu sontak mata Arazey dibuat melotot bersamaan pada pemegang saham yang terheran-heran.


Tentu orang-orang di perusahaan sudah tau siapa Arazey tapi tidak dengan orang luar, karena pernikahan mereka masih berstatus rahasia.


"Ah.. Dia kekasih anda.. Sangat cantik" Imbuh Tuan Kim dengan mata yang terus terfokus pada Arazey.


Melihat hal itu Grey di buat berdesis kesal, memang sedari tadi Grey sudah memperhatikan bahwa client muda nya dihadapan nya ini terus memperhatikan istri kecilnya.


"Ekhemm.. Maksud saya, dia calon istri saya!" Ralat Grey menekan kata-kata nya.


Sedetik kemudian kecupan hangat mendarat di punggung tangan Arazey, hal itu pun berhasil membuat Arazey memekik pelan.


"Grey!!"


"Kenapa? Kamu lelah?" Tanya lembut Grey mengusap kepala Arazey.


Tetapi sang pemilik kepala malah sedikit menjauhkan kepalanya, bukan karena risih tetapi tatapan para orang-orang di dalam ruangan meeting itu sangat mengintimidasi nya.


"A-aku ingin ke toilet"

__ADS_1


"Baiklah, setelah itu langsung ke ruangan ku nanti aku akan menyusul"


Arazey mengangguk, lantas bangun dari posisinya dan menatap orang-orang yang ada di ruangan itu.


"Maaf menganggu, saya permisi" Ujar sopan Arazey dan sedikit membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat.


Setelah nya Arazey langsung berjalan kearah pintu dan keluar dari ruangan itu, karena jujur Arazey sangat merasa bosan tetapi Grey memaksanya untuk ikut masuk ke ruangan meeting itu.


"Bram!"


"Saya disini, boss" Bram mendekati Grey dan setengah membungkuk saat melihat gerakan tangan Grey.


"Ajak Tuan Kim untuk berkeliling" Bisik Grey yang langsung mendapat anggukan dari Bram.


"Tuan Kim?" Panggil Bram


Lantas yang dipanggil pun langsung mengalihkan pandangan nya yang tadi terfokus pada pintu ruangan itu dan benar! Ternyata Tuan Kim masih terus memperhatikan Arazey yang keluar dari pintu itu.


"Apa anda ingin berkeliling?" Tawar Bram


"Tidak masalah, Tuan"


"Tapi maaf saya harus segera kembali ke hotel" Ucap tidak enak Tuan Kim dan beralih menatap Grey.


.


Usai sudah basa-basi antara sesama rekan bisnis yang baru saja deal akan kesepakatan nya, kini Tuan Kim selaku investor dari Korea telah berpamitan dan Grey tentunya langsung bergegas ke ruangan nya.


"Honey kamu dimana?" Panggil Grey sedikit berteriak.


Saat masuk ke ruangan nya Grey tidak mendapati istri kecil nya, dan langkah nya pun langsung terarah pada kamar rahasia yang ada di ruangan itu, tetapi nihil Arazey tidak ada disitu.


"Apa masih di toilet?" Gumam Grey bertanya pada dirinya sendiri.


Padahal tadi ia cukup lama berbasa-basi pada Tuan Kim, tetapi Arazey belum ada diruangan nya.

__ADS_1


Kini dengan cepat Grey kembali keluar dari ruangan nya dan berjalan kearah toilet khusus miliknya.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Honey, kamu di dalam?" Grey mengeluarkan suaranya cukup keras agar terdengar, tetapi tidak juga mendapat sahutan.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Honey!!"


"Kamu di dalam?"


Cukup lama Grey terus mengetuk-ngetuk pintu toilet nya tetapi tidak juga mendapat sahutan, hingga akhirnya ia membuka pintu toilet yang ternyata tidak dikunci, dan ternyata kosong! Tidak ada orang di dalam nya.


"Astaga dasar nakal, kemana kamu!" Geram tertahan Grey.


Rasa khawatir, panik dan takut mulai menyerang dirinya. Dengan langkah cepat Grey langsung keluar seraya menelpon Arazey tetapi sayang, getaran disaku jas nya menyadarkan dirinya bahwa handphone Arazey ada padanya.


"Siall! Siall!!" Hardik geram Grey menggertakkan giginya kesal.


"Ada apa, boss?" Tanya Bram yang baru saja memasuki lantai ruangan milik Grey.


"Arazey tidak ada diruangan ku ataupun di toilet!"


"Lho kemana dia?"


"Kamu nanya?!" Sentak marah Grey


"Eh.. Maksud saya-- " Belum sempat Bram melanjutkan perkataan nya, tiba-tiba saja Grey berteriak dihadapan dirinya.


"Cepat cari!!" Teriak marah Grey


"Baik boss!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2