
Beberapa minggu telah berlalu, atau lebih tepatnya sudah 1 bulan usia pernikahan Grey dan Arazey berjalan dengan baik. Dimana sifat Arazey mulai berubah sedikit demi sedikit, begitu pun dengan Grey yang mulai manja pada istri kecil nya. Seperti saat ini..
"Ayolah om, aku benar-benar harus pergi" bujuk Arazey yang sedari tadi terus dipeluk oleh Grey
Kedua nya saat ini sedang berada diruang santai dan tentunya tengah menikmati weekend pagi bersama. Tetapi baru saja Arazey mendapat panggilan dari pihak rumah sakit dimana mereka membutuhkan Arazey untuk membantu sebuah operasi
"Tidak boleh, kamu hari ini sedang libur masa harus kerja lagi!" kesal Grey semakin membenamkan wajahnya dileher sang istri
"Mau bagaimana lagi, tugas seorang dokter memang seperti ini. Aku harus siap kapan pun saat dibutuhkan"
"Pokoknya gak boleh!"
"Aku sudah mengiyakan masa gak jadi"
"Salah siapa gak minta persetujuan aku dulu, malah langsung mengiyakan saja!" geram tertahan Grey
"Huu.. Baiklah-baiklah, maafkan aku. Tapi aku benar-benar harus ke rumah sakit" pasrah Arazey yang mulai lelah menghadapi bantahan Grey
"Telpon balik dan bilang suruh mencari dokter lain"
"Gak bisa gitu, om"
"Harus bisa, pokoknya harus! Bilang aja tiba-tiba aku sakit jadi gak bisa kesana". Mendengar itu sontak Arazey melotot dan mengetuk pelan kepala pria dihadapan nya
"Ucapan adalah doa! Jangan sembarangan heh!" pekik kesal Arazey yang langsung mendapat rengekan kecil dari Grey
"Aaaa honey, tapi aku benar-benar merindukan waktu seperti ini"
"Merindukan gimana? Tiap malam aja aku gak bisa gerak karena om terus peluk aku"
"Beda honey beda," rengek kesal Grey
Awalnya Arazey cukup kaget saat melihat tingkah absurd pria yang memiliki tatapan begitu mengintimidasi dan terlihat sangat menyeramkan ini
Tetapi lama-kelamaan Arazey mulai terbiasa, karena setidaknya ia bisa memenuhi satu keinginan suaminya yang selalu ingin diperhatikan
"Sudahlah ayo lepaskan, hanya sebentar setelah itu aku pulang lagi oke?" bujuk Arazey selembut-lembut nya. Tetapi tetap saja yang ia dapatkan hanya gelengan kepala yang berada diceruk lehernya itu
Dan akhirnya kini Arazey menyerah, dengan cepat ia meraih handphone disebelah nya lalu kembali menghubungi pihak rumah sakit atau lebih tepatnya direktur rumah sakit yang beberapa menit lalu menghubungi nya
"Hallo, senior Shin" sapa Arazey ketika panggilan itu terhubung. Mendengar hal itu sontak Grey mengangkat sedikit kepalanya dan menatap Arazey
__ADS_1
"Hallo dokter Arazey, ada apa? Apa kamu sudah sampai?" tanya terburu-buru orang disebrang sana
"Sebelumnya maafkan saya senior, saya benar-benar merasa tidak enak tetapi saat ini tiba-tiba saja suami saya demam" ujar berbohong Arazey menatap sinis wajah Grey
Sedangkan pria itu malah tersenyum dan kembali menenggelamkan wajahnya
"Mr.Grey sedang sakit?"
"Benar senior, jadi saya harus merawatnya dan tidak bisa datang kesana" ujar Arazey merasa tidak enak
"Tidak apa dokter Arazey, lebih baik kamu urus Mr.Grey nanti saya bisa menghubungi dokter lain"
"Tidak apa senior? Saya benar-benar merasa tidak enak"
"Tidak apa, sampaikan salam saya untuk Mr.Grey semoga lekas membaik"
"Baik senior, terimakasih atas pengertian nya dan sekali lagi maafkan saya"
Setelah cukup dengan ucapan-ucapan nya, panggilan itu pun terputus dengan helaan nafas berat Arazey yang merasa bersalah karena telah berbohong. Dan satu lagi direktur rumah sakit itu tentu tau tentang hubungan keduanya
Karena saat pernikahan kedua nya, direktur rumah sakit itu di undangan selaku kepala rumah sakit ditempat Arazey bekerja sekaligus kenalan Grey
"Terimakasih honey, jadi tambah cinta" ucap Grey penuh kebahagiaan
Grey pun lantas terkekeh pelan dan mengangguk cepat. "Sangat puas"
"Dasar om-om wajah seram, tingkah bayi". Mendengar hal itu Grey lantas menduselkan hidungnya dileher dengan wangi khas strawberry itu
.
.
30 menit sudah berlalu, kedua nya masih berada di ruang bersantai itu dengan posisi Grey yang kini telah berubah. Dimana ia berbaring dengan menjadikan paha Arazey sebagai bantalan
"Om"
"Hmm"
"Boleh pinjam handphone nya?"
"Boleh," Grey pun memberikan handphone nya yang sedari tadi ia mainkan
__ADS_1
Dengan senang hari Arazey menerimanya tanpa menyadari tatapan Grey yang kini tengah menatap dirinya dengan senyum misterius
"Aku gak punya selingkuhan kok"
Refleks Arazey membolakan matanya dan menunduk menatap wajah sang suami yang tengah tersenyum menyebalkan
"Ihh apaan sih! Siapa yang bilang aku mau ngecek handphone om?!" kesal Arazey
"Lalu meminjam handphone ku untuk apa hmm?" goda Grey semakin menjadi-jadi
Arazey yang merasa kesal dengan cepat kembali menyerahkan handphone Grey. "Nih ambil aja, gak jadi!" ketus Arazey
Seketika ruangan itu dipenuhi tawa Grey yang begitu menggema hingga beberapa saat setelah tawanya mereda ia kembali berbicara
"Gak boleh ngambek, sudah pakai saja aku mau tidur bentar" gemas Grey mencubit hidung Arazey
"Gak mau, gak jadi! Nih ambil aja!". Tidak merespon melainkan Grey malah memejamkan matanya dengan senyum dibibir nya
Entah kenapa Arazey merasa geram melihat senyum pria yang tengah berbaring dengan kepala diatas pangkuan nya itu, senyum itu seakan meledek dirinya
Hingga beberapa saat kemudian setelah senyum itu memudar dan sepertinya Grey terlihat mulai terlelap baru lah Arazey mulai menyalahkan kembali handphone dengan 3 kamera dibagian belakangnya yang berwarna ke emasan dengan logo apel yang sudah digigit itu
"Duh password nya apa ya?" gumam bingung Arazey
"Tanggal pernikahan kita" jawab Grey bergumam lantas memiringkan tubuhnya dan memeluk pinggang ramping istri kecil nya
Arazey sempat terdiam malu dan membeku, sampai akhirnya Grey kembali bergumam. "Santai saja, aku suami mu dan kamu istri ku
Aku benar-benar ingin tidur sebentar". Setelah nya Grey membenamkan begitu dalam wajahnya diperut Arazey yang membuat sang pemilik sedikit kegelian
"Astaga memalukan!" batin Arazey
Beberapa saat kemudian jari-jari nya mulai membuka password dengan angka dimana tanggal pernikahan mereka dan Clikk~ benar! Handphone itu sudah terbuka menampilkan wallpaper yang membuat Arazey refleks menatap kepala Grey
"Astga dia bilang privat, tapi bagaimana bisa wallpaper nya memakai foto pernikahan kami? Bagaimana jika ada yang membuka handphone nya?" batin tidak percaya Arazey saat melihat wallpaper itu
Dimana diri nya dan Grey tengah memegang buket bunga dengan pose yang begitu romantis diatas altar sana.
Mata Arazey tertuju pada ikon pesan dimana banyak sekali besan belum dibaca, hingga jari nya pun menekan ikon tersebut lalu muncul lah rentetan nomor-nomor yang tidak ada namanya tetapi jika dilihat dari foto profil nomor itu Arazey bisa menyimpulkan siapa mereka
"Cih! Dasar jallang!" geram Arazey dan kembali menatap kepala Grey "Kau juga buaya!"
__ADS_1
...----------------...
Seeyou next babš¤Jangan lupa dukungan nya biar othor semangat up nya hihiš