Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-60- Mengejutkan


__ADS_3

Sudah lima hari berlalu semenjak kepergian Grey, dimana pria itu pergi mengurus pekerjaannya di luar kota.


Dan kini Arazey tengah bersantai menonton serial drama yang ia suka di rumah besar itu, karena hari ini Arazey mendapatkan jatah liburnya.


"Nyonya.." Panggil Bi Zhu yang tengah berlari tergesa-gesa mendekati Arazey.


"Astaga jangan lari-lari Bi, nanti Bi Zhu jatuh!" Pekik Arazey kaget dan beranjak dari posisinya.


"Maaf Nyonya.. Saya... Bolehkah saya izin pulang hari ini?" Ucap Bi Zhu dengan mata berkaca-kaca menahan tangis nya.


Arazey yang melihat itu pun lantas panik karena wanita paruh baya di hadapannya ini tadi sempat meminta izin untuk menjawab panggilan telepon dari keluarganya di desa.


"Tenang dulu Bi.." Arazey mengusap pelan kedua bahu wanita di hadapannya, lantas kembali berbicara. "Memangnya ada apa Bi? Bisa ceritakan padaku?."


"Suami saya, nyonya... Suami saya sakit dan anak saya bilang, baru saja suami saya muntah darah hiksss.." Jelas Bi Zhu yang mulai menangis.


Arazey sangat shock saat mendengar penjelasan Bi Zhu, dengan cepat Arazey mengangguk. "Tentu bibi boleh pulang, dan bagaimana jika saya ikut untuk memeriksa keadaan suami Bi Zhu?" Tawar Arazey.


"Terima kasih Nyonya hikss.. Saya tidak ingin merepotkan Nyonya, anak saya bilang dia sedang membawa suami saya ke dokter terdekat di desa."


Tidak ingin mengulur waktu dan menambah kesedihan wanita paruh baya di hadapannya, Arazey lantas memeluk sekilas tubuh wanita itu.


"Baiklah Bi, tenanglah.. Sekarang bereskan dulu pakaian Bi Zhu setelah itu aku akan meminta sopir untuk mengantar Bi Zhu pulang ke desa."


"Tidak usah Nyonya, saya tidak ingin merepotkan Nyonya."


"Jangan berbicara seperti ini atau aku akan marah!" Ancam Arazey dengan wajah serius.


mendengar dan melihat tatapan Arazey dengan cepat Bi Zhu pun mengangguk-anggukkan kepalanya. "terima kasih Nyonya hiks.. Terima kasih."


.


.


.


Malam telah tiba sehabis makan malam dengan makanan buatan nya sendiri, kini Arazey tengah menatap layar handphone nya dengan wajah serius karena sedang mendengarkan cerita seorang pria di seberang sana.

__ADS_1


"Aku sangat kesal dengan pria tua bangka itu, dia kira aku bodoh hingga tidak mengetahui berapa banyak dia korupsi selama ini!." Cerocos geram pria di seberang sana yang tak lain adalah Grey.


"Lalu bagaimana? hukuman apa yang kamu berikan untuknya?."


"Tentu aku membun-- Menyita aset-aset nya!" Sahut cepat Grey hampir keceplosan.


Siapa yang tidak kenal Grey pria berdarah dingin dengan tatapan mengintimidasi serta perlakuan yang sangat kejam.


Tidak mungkin Grey hanya melakukan hal tersebut, tentu saja ia akan melakukan hal di luar nalar untuk menghukum para tikus-tikus itu.


"Baiklah-baiklah. Karena para koruptor itu telah terlengkap hentikan kekesalan mu atau kamu akan terlihat semakin tua."


Mendengar penuturan Arazey lantas Grey langsung melotot dan menyentuh wajahnya sendiri. "Mana ada! Aku masih muda ya!" Protes tak terima Grey.


"Iya kamu masih muda, tapi jika kamu terus mengomel seperti ini wajahmu akan terlihat lebih tua."


Grey mendesis kesal kala melihat wajah Arazey saat mengatakan bahwa dirinya masih muda, itu terlihat seperti sebuah ledekan di mata Grey.


"Kamu meledek ku?."


"Astaga tidak Grey tidak" Sahut cepat Arazey yang hanya mendapat dengusan kesal dari Grey.


"Kamu masih bertanya? Aku sangat sangat merindukanmu baby"


"Kalo gitu sini pulang"


"Kamu benar-benar mengesalkan!"


"Lho mengesalkan kenapa?"


"Aku juga ingin pulang tapi besok ada meeting terakhir!!"


Terlihat wajah Grey yang memerah menahan kesal, membuat Arazey terkekeh sendiri.


"Awas saja, jika besok urusanku sudah selesai. Aku akan langsung pulang dan mengurung mu didalam, lalu membuat perut mu besar dan terus merasa kenyang!"


Arazey bergidik mendengar perkataan Grey yang sangat di luar nalar itu, Arazey mengerti apa yang Grey maksud.

__ADS_1


"Aku akan kabur sebelum kamu melakukan itu"


"Berani kabur? Maka bersiap tidak bisa berjalan selama beberapa hari!"


.


.


.


"Waktu itu Bi Zhu taruh kunci pintunya di sini 'kan? Kok gak ada?" Gumam Arazey bertanya pada dirinya.


Saat ini wanita itu tengah mengobrak-abrik laci disalah satu kamar, dimana Arazey sempat melihat Bi Zhu menaruh kunci pintu ruangan yang memiliki warna pintu yang berbeda dari pintu-pintu di rumah besar ini.


Arazey benar-benar penasaran dengan isi di dalam ruangan tersebut, karena jika dilihat-lihat pintu itu bukanlah sembarang pintu.


Arazey terus mencari di setiap kotak laci yang tersedia di dalam kamar itu hingga akhirnya ia menemukan sebuah kunci.


"Apa ini?"


Sempat menelisik bentuk kunci tersebut hingga akhirnya Arazey memutuskan untuk segera keluar dan berjalan menuju pintu tersebut.


Sebelum benar-benar memasukkan kunci tersebut, Arazey memperhatikan sekitar terlebih dahulu karena biasanya ada beberapa bodyguard yang berkeliling di dalam rumah besar ini.


"Aku seperti maling saja!" Kesal Arazey pada dirinya sendiri ketika mengingat tingkahnya saat ini. Hingga akhirnya Arazey mulai memasukkan kunci tersebut dan..


Cklikk~ Cklikk~


Pintu itu terbuka dan ternyata benar kunci itu adalah kunci ruangan dengan pintu yang memiliki warna berbeda dari pintu-pintu di rumah besar ini.


Dengan cepat Arazey memasuki ruangan itu lalu kembali mengunci pintunya dari dalam.


Menghembuskan nafas nya lega lalu Arazey berbalik melihat kedalam ruangan yang berhasil ia masuki.


Dan seketika mata Arazey membola sempurna kala melihat ruangan tersebut. "Apa ini!!" Pekik tertahan Arazey.


...****************...

__ADS_1


Ayo-ayo jangan lupa dukungan nya agar author semangat😄


Seeyou next bab✋🏻


__ADS_2