
"Kamu kenapa sih? Masa dari tadi aku di diami terus!" kesal frustasi Grey yang tengah mengiringi langkah istri kecil nya
"Kamu marah gara-gara aku tidur terlalu lama? Kamu pegal? Sini aku pijat tapi jangan diami aku seperti ini" celoteh Grey terus menerus
Pasalnya sedari Grey membuka matanya sehabis tidur tadi, tiba-tiba saja Arazey menyuruhnya bangun dengan tatapan datar nya
Sudah 1 jam berlalu tapi Arazey enggan untuk menjawab pertanyaan Grey ataupun sekedar merespon nya. Hal itu pun berhasil membuat pria tinggi dengan tatapan mendominasi itu, frustasi dan rasanya ia ingin mengamuk
Hingga saat sampai didapur, dimana sang istri berniat menuangkan air dengan cepat Grey menahan nya lalu mengangkat tubuh mungil itu keatas meja dapur yang berlapiskan marmer
Arazey sempat tersentak kaget dan melotot menatap suaminya, hal itu yang Grey tunggu-tunggu dimana ia ingin mendengar ocehan marah sang istri. Tetapi sayang realita tak semanis ekspetasi, Arazey hanya terdiam dan kembali menatap datar Grey
"Honey,, maaf,," lirih Grey dengan wajah memelas
"Untuk?" nada tak terduga keluar dari mulut Arazey, nada yang terdengar begitu dingin dan datar serta tatapan gadis dihadapan Grey ini mampu membuatnya ketar-ketir sendiri
"Kamu pasti marah karena aku tidur terlalu lama, dan kaki kamu pasti keram". Mendengar hal itu Arazey hanya berdecak kemudian mengalihkan tatapan nya
"Salah? Lalu salah aku dimana? Ayolah bicara jangan diami aku seperti ini"
"Gak tau pikir aja sendiri!" sahut ketus Arazey seraya mendorong tubuh Grey dan berniat untuk turun
Tetapi tubuh pria itu tidak bergerak sedikit pun, malah Grey membuka kedua kaki Arazey lalu berdiri ditengah-tengah kaki itu. "Aku benar-benar tidak tau, honey"
Diam, Arazey lagi-lagi mendiami Grey tanpa berniat menjawab ucapan nya. Hingga akhirnya pria itu mulai mencoba mengingat apa yang ia lakukan sebelumnya dan mencoba sadar apa saat tidur ia menggangu istri nya?
Grey teringat terakhir kali sebelum ia tidur Arazey meminjam handphone nya, "Apa karena handphone?"
"Gak tau!"
Dengan gerakan cepat Grey mengambil handphone yang sempat ia simpan disaku celana nya, lalu mengecek riwayat aplikasi mana saja yang istrinya buka tadi
Dan ternyata hanya satu, yaitu aplikasi pesan dimana ia baru sadar banyak nomor perempuan yang mengirimnya pesan dengan foto profil menggunakan pakaian kurang bahan, tetapi mata Grey terfokus pada satu pesan diantara perempuan-perempuan itu yang sudah terbuka
Grey pun membuka pesan itu dan dilihat lah foto profil perempuan itu yang berhasil membuat Arazey menggeram marah. "Plototin terus sampai tuh mata keluar!"
Sontak Grey melempar handphone nya dan memegang kedua pipi memerah istrinya yang dipastikan sedang menahan amarah nya
__ADS_1
"Maaf honey, bukan begitu. Aku,, aku--" belum sempat melanjutkan ucapan nya dengan cepat Arazey menepis tangan Grey dengan tatapan marah nya
"Punya jallang berapa hah?!" sentak marah Arazey yang langsung mendapat gelengan dari Grey
"Tidak honey, aku bersumpah aku tidak kenal dengan mereka" panik Grey mencoba menggenggam tangan Arazey
Tetapi lagi-lagi gadis itu menepisnya. "Lalu siapa perempuan tadi? Jallang kesayangan mu atau selingkuhan mu hah!"
"Tidak honey, bukan. Dia sekretaris ku di kantor dan--"
"Oh pantas saja begitu akrab dan begitu betah di kantor karena ada jallang kesayangan" potong pedas Arazey
Saat Grey hendak kembali berbicara dengan cepat Arazey mendorong tubuh Grey lalu turun dari meja dapur itu, sedetik kemudian ia langsung pergi meninggalkan Grey yang terdiam
Tak lama kemudian Grey langsung mengejar langkah istrinya dan ketika tubuh kedua nya sudah berdekatan, dengan cepat Grey menarik pergelangan tangan Arazey lantas memeluknya
"Lepas!" sentak marah Arazey. Sedangkan pria dibelakang nya langsung menggelengkan kepalanya sebagai tolakan dan memeluk semakin era
"Itu benar-benar tidak seperti yang kamu bayangkan, honey. Please dengarkan aku" lirih Grey
Arazey mencoba mendorong tubuh Grey agar pelukan nya terlepas, tetapi bukan nya terlepas pelukan tersebut bertambah erat. Hal itu pun berhasil membuatnya sesak
"Aku tidak bisa bernafas om!" pekik marah Arazey menepuk-nepuk punggung suami nya
Grey lantas melonggarkan pelukan nya. "Jangan marah, aku bisa memecatnya sekarang juga"
"Tidak perlu, dan aku juga tidak peduli!"
"Jangan seperti ini honey, maafkan aku. Tapi aku tidak pernah merespon nya lebih dan aku hanya menjawab seperlunya saja"
Memang benar apa adanya, sekretaris Grey selalu mencari perhatian nya. Bahkan saat sakit pun ia mengirim pesan untuk Grey dan meminta boss nya untuk datang ke apartemen nya
Jika ditanya untuk apa? Tentu saja untuk mengantarnya kerumah sakit karena perempuan itu tau betapa pentingnya pengaruh dia di perusahaan, maka dari itu dia selalu berbesar kepala walaupun selalu mendapat tolakan dari Grey
"Aku tidak peduli, jangan jelaskan padaku dan lanjutkan saja!" sahut Arazey masih dengan nada ketus nya
Perasaan Grey semakin tidak menentu merasakan kemarahan istri kecil nya. Pasalnya pesan tersebut memang lah tidak wajah untuk seorang karyawan dan boss, walaupun Grey merespon seperlunya dan tidak menghiraukan pesan lain nya
__ADS_1
Lantas kini pria itu melepaskan pelukan nya dan kembali memegang kedua pipi Arazey. "Aku akan memecat nya dan menganti seluruh karyawan yang sering berkomunikasi dengan ku, dengan seorang pria. Oke?" lirih Grey
"Tidak perlu! Aku--"
"Honey,," potong cepat Grey memelas
Dapat Arazey lihat dengan jelas tatapan yang biasanya terlihat begitu mengintimidasi, kini berganti menjadi tatapan khawatir
"Aku juga akan menganti nomor ku, 'ya?" bujuk Grey kala melihat Arazey hanya terdiam
"Jangan marah seperti ini, hanya kamu yang ada di hati aku dan cuma kamu satu-satu nya Arazey"
Mendengar itu lantas Arazey terkesiap dan tatapan marah itu telah berubah menjadi tatapan kesal. "Siapa yang marah?!"
"Kamu,, kamu marah, kamu juga cemburu" jawab pelan Grey
"Aku gak marah dan cemburu 'ya! Aku cuma,, cuma.."
Arazey terdiam menggantung ucapan nya kala bingung mau melanjutkan nya seperti apa, hingga muncul lah senyum menyebalkan dari pria dihadapan nya
"Cuma apa hmm?"
"Cuma,, jijik aja liatnya!" sahut Arazey setelah beberapa saat terdiam
Grey pun terkekeh pelan lalu mengecup sekilas bibir Arazey yang kini langsung terdiam membeku
"Terima kasih sudah cemburu pada jallang-jallang yang tidak sekelas dengan mu, honey"
Menerjabkan matanya pelan, lalu Arazey menghempaskan tangan Grey yang mengusap-usap pipinya. "Apaan sih! Udah aku bilang aku gak--"
Belum sempat menyelesaikan ocehan nya, tiba-tiba saja bibirnya dibungkam oleh bibir hangat Grey. Bukan hanya bungkaman, tetapi pria itu mengigit bibir Arazey dan lidahnya menerobos masuk begitu ganas
...----------------...
Seeyou next bab, jangan lupa dukungan nya
🤗👑
__ADS_1