Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-42-


__ADS_3

"Harus berapa kali Papi ingatkan padamu, untuk berhenti menganggu hidup Grey!" tegas marah seorang pria berumur yang kini tengah menatap tajam pria muda dihadapan nya


"Aku tidak akan berhenti sampai dia hancur" jawab pria muda itu yang tak lain adalah Jerry Berns


"Jerry!" sentak marah seorang Agra Berns yang berstatus sebagai orang tua Jerry sekaligus paman Grey yang sempat merawatnya setelah kepergian kedua orang tua Grey


"Stop membela nya, Pi! Aku benci melihat dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Sedangkan aku tidak!"


"Jangan lupakan kekayaan yang sekarang kita nikmati berasal dari mana, Jer!


Dan Grey mendapatkan itu semua karena dia terus berusaha, bukan seperti mu yang selalu meminta bantuan Papi!"


Sesaat Jerry terdiam karena memang sebelumnya keluarga Berns hanya keluarga sederhana, dan saat ini Jerry berhasil membangun sebuah perusahaan pun karena bantuan Agra


Kini keluarga Berns telah menjadi keluarga terpandang berkat mengambil alih seluruh perusahaan milik keluarga Ricardo


Sampai akhirnya pria itu bangun dari posisinya. "Aku akan tetap pada rencana ku!" tegas Jerry yang langsung berlalu dari ruangan itu


Sedangkan Agra? Kini kepalanya benar-benar terasa sakit saat mengetahui rencana giila anak nya yang berniat merebut istri dari keponakan nya yang tak lain adalah Arazey


...****************...


...Lenox Hill Hospital...


Kini di rumah sakit itu, Arazey dan tim nya tengah mengunjungi beberapa kamar pasien. Dan tentu nya Arazey satu tim dengan Dokter Hans yang kini tengah membaca rekam medis pasien tersebut


"Satu jam yang lalu pasien kembali mengalami Epilepsi senior, dan saya berikan suntikan Carbamazepine" jelas salah satu dokter di samping Arazey


"Berapa miligram anda memberikan nya?" Tanya Dokter Hans


"Delapan ratus miligram sesuai dosis perawatan dan rekam medis pasien, senior"


"Baiklah, cek pasien ini dalam satu jam ke depan untuk melihat reaksi tubuh nya"


"Baik senior"


"Keluarga pasien?" tanya sopan Dokter Hans menatap wanita paruh baya di samping ranjang rawat itu


"Iya saya ibu nya, dok" sahut wanita itu


"Anak nyonya mengalami Febrile Convulsions atau biasa disebut dengan demam kejang. Biasa nya hal ini bisa terjadi satu kali atau bisa terjadi berulang kali tergantung kondisi pasien


Namun sebisa mungkin kami akan tetap mengawasi nya, dan jika hal tidak terduga terjadi, tolong segera tekan tombol merah tersebut, Nyonya" jelas Dokter Hans seraya mengarahkan tangan nya pada tombol merah


"Baik dok, terimakasih atas bantuan nya". Mendengar dan melihat senyum sendu wanita paruh baya itu, lantas Dokter Hans membalas senyuman nya dan mengangguk


--


--


Pemeriksaan pun telah usia, kini jam istirahat makan siang telah tiba. Di koridor rumah sakit itu Arazey tengah berjalan bersampingan dengan senior nya yaitu Dokter Hans karena mereka berdua baru saja selesai memeriksa pasien terakhir

__ADS_1


"Mau makan siang diluar?" tawar Dokter Hans. Sejenak Arazey terdiam sampai pada akhirnya Dokter Hans kembali mengeluarkan suaranya


"Beberapa kali traktiran yang aku janjikan selalu gagal, dan aku merasa tidak enak karena aku sudah berjanji padamu, dokter Ara"


"Emm,, Baiklah tapi di restoran depan saja ya agar tidak terlalu jauh?"


"Baiklah, aku akan menunggu parkiran" sahut senang Dokter Hans dan langsung berjalan mendahului Arazey


Sedangkan gadis itu sebenarnya ingin menolak, tetapi karena sudah terlalu sering Arazey membatalkan secara tiba-tiba ia merasa tidak enak jika kali ini menolak nya


"Izin atau gak 'ya?" batin bingung Arazey.


Pasalnya jika Arzey meminta izin pastinya Grey melarang nya atau bahkan memarahi nya, dan jika ia tidak meminta izin kemungkinan Grey tidak akan mengetahui nya dan walaupun nanti Grey mengetahui nya akan sama saja


"Sudahlah, lagipula hanya makan siang!" putus Arazey


.


.


.


"Silahkan" tutur manis Dokter Hans yang menarik kursi di samping nya untuk Arazey duduk. Lantas gadis itu tersenyum tipis dan langsung duduk


"Terimakasih, senior"


"Kita sedang berada diluar, Arazey" Peringat Dokter Hans


"Ahiya maafkan aku, Hans"


"Pesan apapun yang kamu mau" ucap Dokter Hans saat melihat pelayan mendekati nya


"Baiklah Hans,,"


-


-


Memesan makanan lalu menyantap nya di iringi obrolan kecil. Dokter Hans dan Arazey benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah menikmati makan siang nya


Belum lagi tanpa permisi pria di samping Arazey mengusap sudut bibirnya yang terdapat sisa makanan dan hal itu pun berhasil membuat Arazey tersentak kaget


"Ah maaf, tadi ada sisa makanan". Dengan cepat Arazey meraih tissue dan mengusap sudut bibirnya itu


"Terimakasih Hans"


"Sama-sama, ayo lanjutkan"


"Aku sudah kenyang, bisa kita kembali ke rumah sakit sekarang?". Entah kenapa perasaan Arazey terasa tidak karuan dan seperti ada sepasang mata yang terus menatap nya tetapi ia tidak tau siapa itu


"Ada apa? Apa sikap ku barusan membuat kamu tidak nyaman?"

__ADS_1


"Tidak, bukan seperti itu. Aku benar-benar merasa kenyang" elak Arazey


"Baiklah tunggu sebentar, makanan penutup akan segera datang"


"Tapi-- Permisi Mr, Mrs" ucap waiters yang baru saja datang dengan nampan berisi dua gelas es krim ditangan nya


Setelah mendapat anggukan dari Dokter Hans, lantas waiters itu menaruh dua gelas es krim tersebut dihadapan kedua nya


"Silahkan dinikmati" ucap terakhir kali waiters itu sebelum pergi


"Es krim strawberry dengan parutan keju diatas nya, kesukaan nyonya Arazey" seru Dokter Hans menyerahkan gelas tersebut


Sempat tersentak kaget lalu Arazey tersenyum menatap tidak percaya wajah Dokter Hans. "Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"


"Apapun itu, aku pasti tau"


"Cih, pasti kamu menguntitku 'ya?" ledek Arazey mulai memakan es krim tersebut


Tidak merespon melainkan Dokter Hans hanya terkekeh kecil dan ikut menyantap es krim coklat nya. Semuanya terlihat biasa saja, sampai saat sesendok es krim coklat itu tiba-tiba berada di hadapan Arazey yang membuat sang gadis terdiam bingung


"Ayo rasakan, ini sangat enak"


"Benarkah?" ragu Arazey


Dokter Hans pun mengangguk. "Sangat enak, ayo buka mulut mu"


Tanpa berfikir lagi Arazey membuka mulut dan dan bersiap menerima suapan itu, tetapi hal tidak terduga terjadi dimana dengan gerakan cepat tangan Dokter Hans ditepis oleh seseorang


"Om!" pekik kaget Arazey yang langsung berdiri dari tempat nya. Mata Arazey membola sempurna kala melihat sosok suami nya yang kini tengah menatap marah diri nya dan Dokter Hans


"Mr.Grey" sapa Dokter Hans dengan senyum nya


Melihat senyum itu tangan Grey terkepal kuat, dan kepalan tangan itu pun sudah terangkat dan siap melayang memukul wajah Dokter Hans, tetapi dengan cepat Arazey menahan tangan itu dan memeluk lengan sang suami


"Jangan honey"


Mata Grey pun beralih menatap tajam istri kecil nya. "Pulang sekarang!"


"Gak bisa, aku masih ada jadwal--"


"Pulang Baby!" tekan marah Grey


"Maaf menyela, tapi Arazey masih memiliki jadwal operasi setelah ini" ucap Dokter Hans yang sedari tadi memperhatikan


Tanpa menghiraukan ucapan Dokter Hans atau tatapan Arazey. Dengan cepat pria yang sudah tersulut emosi dan terbakar api cemburu itu, langsung menyeret tubuh Arazey keluar dari restoran itu


Tentu saja mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung di sana, karena memang di saat jam nakan siang seperti ini, banyak sekali para pekerja yang makan siang di restoran yang terkenal akan kelezatan makanan nya


Sedangkan diluar sana, Grey sudah mendorong masuk tubuh Arazey kedalam mobil. "Aku tidak menyangka kau senakal ini, baby!" ucap Grey begitu menusuk sebelum menutup pintu mobil dengan keras


...----------------...

__ADS_1


Seeyou next bab🤗


Jangan luoa dukungan nya❤


__ADS_2