Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-54- Bram Berulah!


__ADS_3

Benar saja ucapan Alex, kini wanita itu-- Arazey, tengah menggoyang-goyangkan tubuh adik nya yang sedang terlelap dalam tidur nya.


"Qila bangun.."


"Ayo main sama kak Ara, kamu tidur terus ih"


Tetapi gadis kecil itu sepertinya sangat mengantuk, buktinya Aqila hanya bergumam tidak jelas dan menjauhi tangan Arazey agar tidak menganggu nya.


"Qila gak kangen sana kakak?" Ujar sedih Arazey


"Qila kangen tapi Qila ngantuk" jawab Aqila setengah bergumam dan memeluk boneka yang sangat asing baginya.


"Sudahlah biarkan Aqila tidur" ucap Grey yang entah sejal kapan sudah berdiri dibelakang Arazey.


Wanita sontak menoleh dan menatap sekilas wajah Grey sebelum kembali menatap adik nya.


"Padahal masih pagi," gumam Arazey yang dapat di dengar oleh Grey.


Memang benar saat ini jam baru menunjukkan pukul 10 pagi, dimana hari ini adalah hari weekend, dan tentu Aqila gadis kecil itu sebelumnya sudah bangun, mandi dan sarapan, tetapi ia kembali tidur.


"Semalam, sekitar jam dua belas Aqila baru pulang" ucap tiba-tiba Alex yang sedari tadi bersandar di pintu kamar Aqila.


"Apa?!" Sentak kaget Grey dan Arazey seraya menoleh dengan mata yang melotot ke arah sumber suara.


"Huaaaaaa hikss.. Hiksss.." Jengek tangis kaget Aqila saat mendengar sentakan kedua pasutri itu.


"Astaga, suttt.. Maafkan kakak" panik Arazey mengusap-usap kepala Aqila.


"Hikss.. Hikss.." Air mata menetes dari kelopak mata terpejam itu, menandakan betapa kaget nya Aqila.

__ADS_1


Karena memang sentakan kedua pasutri itu sangat kencang, hingga menggema dikamar gadis kecil yang kini menangis terisak-isak.


Hingga akhirnya Grey mengangkat tubuh adik iparnya, lalu mengusap-usap punggang gadis kecil yang berada di gendongan nya.


"Sutt.. Tenang lah.." Lembut Grey menenangkan Aqila.


Setelah beberapa saat setelah isak tangis itu mereda, Arazey kembali mengeluarkan suaranya. "Aqila di culik, Pah?" Tanya Arazey dengan tatapan serius, begitu pun dengan Grey.


"Iya," Jawaban singkat itu berhasil membuat Arazey hendak memekik kaget, tetapi dengan cepat ia menutup mulut nya


"Di culik dengan asisten suami mu." Sambung santai Alex kemudian berlalu meninggalkan kamar Aqila dengan tawa nya.


Jika Alex tertawa karena melihat ekspresi kaget anak dan menantunya, tetapi lain hal nya dengan pasutri itu. Mata kedua nya membola sempurna dengan mulut yang menganga.


"Grey.."


"Aku tidak tahu, honey" sahut cepat Grey.


"Kak Bram menculik Qila?" Ucap tak percaya Arazey saat Grey sedang menutup pelan pintu kamar Aqila.


"Pria itu benar-benar mengujiku rupanya" Geram tertahan Grey.


Lantas Grey pun mengambil handphone nya yang berada di saku celana nya, lalu tanpa berlama-lama suara panggilan yang sedang menghubungkan itu terdengar di telinga Arazey.


"Kamu nelpon siapa?"


"Kambing yang ingin bermain-main dengan ku!" Sahut kesal Grey. Kemudian panggilan itu pun langsung terhubung kala seseorang disebrang sama mengangkat nya.


"Hallo boss, anda perlu sesua**tu boss?" Ucap to the point Bram disebrang sana.

__ADS_1


"Ya!" Sahut dingin Grey.


"Apa boss? Biar saya--"


"Kemana kau semalam hah?!" potong Grey yang terlihat marah. Lantas Arazey mendekat dan mengusap pelan lengan kekar itu.


Merasakan usapan sontak kepala Grey tertunduk menatap wanita yang tengah mengusap-usap lengan nya. "Pelan-pelan saja" tutur lembut Arazey.


Grey pun menghembuskan nafasnya kasar lalu menarik tangan nya dan merengkuh tubuh Arazey ke dalam pelukan nya.


"Jawab Bram!" Tekan pelan Grey karena tak kunjung mendapat jawaban.


"Maaf boss semalam saya mengajak Aqila bermain di karnaval sampai lupa waktu"


"Ada lagi?"


"Tidak boss, saya hanya mengajaknya bermain dan jajan." Jelas cepat Bram disebrang sana merasakan posisi nya terancam.


"Tunggu sidang dariku setelah ini, Bram!" Tegas Grey yang langsung mengakhiri panggilan tersebut.


"Kak Bram mengajak Qila bermain?" tanya Arazey mendongak menatap wajah Grey.


"Hmm, pria itu sudah gila mengajak anak kecil bermain hingga larut!"


"Kok mereka jadi sedekat ini ya?" Gumam heran Arazey yang terdengar oleh Grey.


Tetapi pria itu pura-pura tidak mendengarnya, lantas Grey mengatur nafasnya meredakan emosi nya.


"Ayo turun" Ajak Grey beralih merangkul pinggang Arazey.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2