Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-61- Kau Pembunuhnya!


__ADS_3

"Apa ini!!" Pekik tertahan Arazey.


Arazey menutup mulutnya tidak percaya dan mulai berjalan mendekati sesuatu yang membuat matanya tidak berkedip sedikitpun.


Langkah kaki Arazey terhenti tepat di depan sebuah mading besar yang ditempelkan beberapa foto. Salah satu foto yang ada di mading tersebut membuat Arazey membeku di tempat.


"Ini... Ini bang Ansel 'kan?." gumam tidak percaya Arazey saat melihat foto kakak laki-lakinya berada di dalam mading tersebut.


Memang benar di dalam mading itu terdapat beberapa foto, diantaranya ada foto seorang pria dan wanita paruh baya, foto kakak laki-laki Arazey yang tak lain adalah Ansel dan satu lagi..


"Bukan kah ini Jerry?"


Foto Jerry yang merupakan anak dari paman Grey yang mengasuh Grey walaupun tidak lama.


"Jadi Grey sudah mengenal bang Ansel? Lalu apa maksud dari foto-foto ini dan.." Mata Arazey mengedar memperhatikan ruangan tersebut sebelum melanjutkan ucapan nya.


"Ini ruangan apa? Kenapa begitu menyeramkan."


Ruangan itu terlihat sangat menyeramkan dimana banyak patung atau lukisan-lukisan yang sangat mendominasi dengan warna cat hitam di dalam ruangan itu.


Dengan penuh keberanian serta rasa penasarannya Arazey pun mulai menyusuri ruangan tersebut dan terlihat meja besar seperti meja kerja, dengan cepat Arazey mendekati meja tersebut dengan beberapa buku atau berkas yang tertumpuk di atas meja itu.


’Dark Scales ’. Kata itulah yang pertama kali Arazey baca di bagian depan buku yang yang berada di atas.


Rasa penasaran seketika menyerang memenuhi pikiran Arazey, karena selama ini yang Arazey ketahui tentang Grey hanyalah seorang pengusaha yang berhasil meraih kesuksesannya saat usianya yang masih muda.


Perlahan tangan Arazey pun membuka buku tersebut dan di bagian paling utama ia melihat nama Grey yang terpampang jelas sebagai ketua Dark Scales.


"Please.. Jangan buat aku kecewa, Grey.." Lirih Arazey membuka lembar berikutnya.


...---...


...πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘...

__ADS_1


...------...


"Dimana istriku?" Tanya dingin seorang pria yang baru saja melewati pintu utama dan masuk kedalam rumah besar milik nya.


"Nona masih berada di dalam kamar, Mr." Sahut seorang pelayan kepada pria itu yang tak lain adalah Grey


Dengan langkah setengah berlari Grey menaiki tangga menuju kamarnya. Sungguh ia sangat khawatir saat mendapat kabar dari salah satu pelayannya bahwa sudah seharian ini Arazey tidak keluar dari kamar dan pintu kamar tersebut dikunci.


Dengan gerakan tergesa-gesa Grey mencari kunci cadangan yang sempat ia bawa di ikuti para pelayan yang berada di belakangnya.


"Siall! Kenapa tidak kalian dobrak! Awas aja jika istriku kenapa-napa kalian akan mati di tanganku" Erang marah Grey.


Seketika mendengar ucapan itu para pelayan pun menunduk takut dan memundurkan langkahnya saat Grey berhasil membuka pintu itu dengan kunci cadangan yang ia bawa.


Mata Grey dibuat melotot panik saat melihat tubuh istri kecilnya yang berbaring meringkuk membelakangi pintu dengan selimut dan kondisi kamar yang berantakan.


"Baby!" Ucap panik Grey menepuk-nepuk pipi Arazey.


Hingga akhirnya mata Arazey terbuka dan terlihatlah kelopak mata yang membengkak serta mata berkaca-kaca wanita itu.


"Are you okay, baby?"


Arazey hanya diam tidak menyahuti pertanyaan Grey, wanita itu malah menatap wajah Grey dengan tetapan sulit diartikan nya.


"Panggil dokter cepat!!" Teriak Grey menatap sekilas pelayan didepan kamar nya.


"Tidak perlu"


Hati Grey seakan teriris saat mendengar suara serak dan lirih istrinya, dengan cepat Grey langsung memeluk Arazey. "Ada apa denganmu?" Tanya khawatir Grey.


Tetapi Arazey hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Grey ataupun memeluk balik tubuh pria yang memeluk tubuhnya begitu erat.


"Baby ada apa? Katakan padaku.. Apa ada yang menjahati mu?" Tetapi lagi-lagi Arazey hanya terdiam.

__ADS_1


Hingga akhirnya Grey melepaskan pelukannya dan menatap intens wajah Arazey. "Baby.. Bicaralah jangan membuatku takut" Lirih Grey.


Terlihat dengan jelas wajah Grey yang begitu khawatir dan penampilan Grey sangat acak-acakan, sangat berbeda dengan Grey yang biasanya.


"By-- Bagaimana dengan penyelidikan kasus bang Ansel?" Tanya Arazey memotong.


Sejenak Grey terdiam mencerna pertanyaan Arazey. Apakah istri kecilnya menjadi seperti ini karena memikirkan kasus kakak laki-lakinya, pikir Grey.


"Bagaimana?" Tanya Arazey lagi karena sedari dari tadi Grey terdiam, Dirinya pun perlahan bangun dari posisinya dan tentu langsung dibantu oleh Grey.


"Penyelidikannya masih berlangsung baby, apa kamu memikirkan kasus ini sampai jadi begini?"


Bukannya menjawab Arazey malah tertawa, namun bukan tawa bahagia melainkan tawa kecewa yang Grey sendiri mengerti maksud dari tawa itu.


"Ada apa sebenarnya denganmu baby?"


"Apa benar penyelidikannya masih berlangsung?"


Grey mengangguk, "Masih baby, Apa kamu ingin melihat hasil penyelidikan nya lagi?"


"Sudah tiga bulan loh Grey, tiga bulan!!" seru Arazey menahan amarahnya.


Grey benar-benar dibuat bingung akan ucapan dan sikap Arazey. Hingga kini perlahan tangan Grey terangkat dan berniat mengusap pipi wanita di hadapannya.


Namun belum sempat tangan itu menyentuh pipi Arazey, dengan sang pemilik pipi menghempaskan tangan pria di hadapan nya.


"Sebenarnya kamu tidak menyelidiki kasus ini 'kan?!" Suara Arazey meninggi bersamaan dengan tatapan marahnya yang tertuju pada Grey.


Grey membeku sesaat membuat Arazey terkekeh remeh dan menekan-nekan bahu pria dihadapan nya.


"Karena kau pembunuhnya, Iblis!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2