Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-53- Ngambek Atau Malu?


__ADS_3

"Bagaimana hari-hari mu setelah menjadi seorang istri?" Tanya Rachel yang kini tengah mengaduk adonan kue bersama sang anak-- Arazey.


"Biasa saja Ma, kerjaan ku hanya makan, tidur, dan bersantai jika tidak ada jadwal di rumah sakit"


Sebuah sentilan cukup keras mendarat di kening Arazey setelah ia mengucapkan kata-kata tersebut, dan tentu saja sentilan itu berasal dari tangan Mama nya.


"Sakit Ma.." Rengek kesal Arazey.


"Kamu itu sudah menjadi seorang istri, jangan pemalas seperti ini!"


"Siapa yang pemalas sih, Ma?"


"Masih nanya siapa?!" Gemas Rachel menatap jengah Arazey


"Salahkan Grey yang tidak mengizinkan ku mengerjakan pekerjaan rumah"


Tatapan Rachel pun berubah menjadi bingung serta mata yang memicing, tetapi beberapa saat kemudian senyum menggoda terbit di bibir nya.


"Grey memanjakan mu, hmm?"


"Entahlah, terkadang aku boleh memasak jika dia ingin memakan masakan ku, tetapi terkadang aku hanya boleh bersantai saja" jelas jujur Arazey.


Walaupun sedang mendapat pertanyaan dari Mama nya yang terdengar mengintrogasi tetapi tangan Arazey terus bergerak menuangkan adonan ke dalam cetakan nya.


Kedua nya memang memutuskan untuk membuat kue selagi para suami nya tengah mengobrol di ruang keluarga sana. Tetapi siapa yang akan menyangka bahwa sedari memasuki dapur,


Rachel terus melontarkan pertanyaan yang terkadang Arazey sendiri malu mendengar pertanyaan itu, tetapi jika tidak menjawab wanita paruh baya itu terus mendesak nya.


"Mama memang tidak salah memilih menantu" ujar bangga Rachel.

__ADS_1


"Banggakan saja terus menantu Mama itu" sahut kesal Arazey seusai memasukkan kue nya ke dalam oven.


Kedua nya kini duduk saling berhadapan, dan tentunya dengan tatapan Rachel yang penuh tanya tanya dan bersiap menyerang Arazey dengan pertanyaan nya.


"Aku mau minum dulu, Mama jangan bertanya aneh-aneh" tutur Arazey bersiap meneguk air putih nya.


Satu tegukan telah lolos membasahi tenggorokan Arazey, tetapi saat hendak meneguk kembali air itu, tiba-tiba dirinya tersedak kala mendengar pertanyaan Rachel.


"Sudah ada tanda-tanya kamu hamil?"


"Ukhukk.. Ukhukk.." Batuk Arazey seraya menepuk-nepuk dada nya, bersamaan dengan Rachel yang ikut menepuk-nepuk pelan punggung nya.


"Astaga pelan-pelan kalo minum!."


"Mama..." Geram tertahan Arazey memejamkan matanya.


Sungguh Arazey sangat kesal, untung saja saat ini dihadapan nya adalah perempuan yang melahirkan dan membesarkan nya,


"Ada apa ini?" Suara bariton yang baru saja memasuki dapur itu mengalihkan perhatian kedua nya.


Mata Arazey pun kembali terbuka, tetapi mata wanita itu berkaca-kaca seperti menahan tangis. Alhasil pria yang baru saja bertanya itu langsung memekik khawatir.


"Ada apa honey? Kamu kenapa?" tanya khawatir Grey yang langsung memegang kedua pipi Arazey


Wanita itu menggeleng, jujur saja tenggorokan sedikit sakit.


"Tadi Ara tersedak air, Grey" Sahut Rachel dengan senyum nya kala melihat wajah khawatir sang menantu


"Kenapa kok bisa?" tanya Alex yang tadi datang bersama dengan Grey.

__ADS_1


"Tadi kan dia lagi minum dan Mama cuma tanya eh tiba-tiba Ara tersedak air"


"Kamu nanya apa?" Mata Alex memicing menatap sang istri.


"Mama tanya tentang tanda-tanda apakah Ara sudah hamil atau belum, tapi bukan nya di jawab dia malah tersedak"


Mendengar penjelasan tersebut lantas Alex menepuk jidat nya sendiri menggerutuki pertanyaan istri nya yang terlalu tergesa-gesa.


Berbeda dengan Grey yang malah terkekeh pelan, lantas pria itu berdehem dan mengeluarkan suaranya.


"Tenang saja Ma, Pa. Secepatnya kalian akan mendengar kabar baik"


Mata Arazey melotot bersamaan dengan cubitan kesal pada lengan suami nya yang berbicara seenak nya.


"Jangan memberi harapan pada Mama dan Papa!" Kesal Arazey menurunkan kedua tangan Grey dari pipi nya.


"Itu akan menjadi kenyataan Ara, bukan sekedar harapan palsu" Sahut Alex.


"Hmm betul, asalkan kalian sering-sering melakukan nya maka--"


"Kalian ngeselin banget ih!" potong kesal Arazey yang menghentikan ucapan Rachel.


Lantas wanita itu bangun dari posisi nya dan berjalan begitu saja meninggalkan ketiga manusia yang melongo dibuat nya.


"Tuhkan Ara ngambek, kamu sih Ma!" Ujar Alex menyalahkan Rachel.


"Bukan nya ngambek, tapi Ara malu. Papa gak liat pipi Ara semerah apa tadi?"


Seketika kekehan keluar dari sepasang suami-istri paruh baya itu setelah Alex menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Sana kejar Ara, pasti dia mau gangguin Aqila yang lagi tidur" titah Alex yang langsung mendapat anggukan dari Grey.


...****************...


__ADS_2