Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-91- Insiden


__ADS_3

Jam telah menunjukkan pukul empat sore, kini di rumah utama keluarga Ivanka terdengar teriakan seseorang yang baru saja memasuki rumah besar itu.


"Mama, kak Ara. Qila pulang" Teriak Aqila yang baru saja memasuki ruang tengah.


Tetapi ia tidak mendapati siapapun di ruangan itu, hanya ada televisi yang menyala tanpa.


"Mama, kak Ara?!!" Teriak Aqila lagi.


Hingga akhirnya dari kejauhan terdengar suara Rachel yang menyahuti teriakan sang anak.


"Putri Mama sudah pulang? Bagaimana les nya?" Tanya Rachel seraya berjalan memasuki ruang tengah dengan membawa cake yang masih terlihat mengeluarkan asap.


"Hmm.. Pantas saja Qila panggil berkali-kali gak ada yang menyahuti, rupanya Mama sama kak Ara lagi bikin cake" Celetuk gadis kecil itu seraya duduk di sofa.


"Lho Mama cuma ngambil cake ini, dan kak Ara kemana?" Tanya Rachel bingung.


"Pas Qila masuk ke sini juga gak ada kak Ara" Sahut Aqila.


"Astaga dasar anak itu! Baru ditinggal bentar aja udah hilang!" Geram Rachel.


Arazey benar-benar tidak bisa diam dan termasuk ibu hamil yang sangat aktif. hampir seharian Rachel terus menempeli nya hingga Arazey hanya diam dan merasa suntuk.


Dan saat Rachel mengambil cake untuk camilan sore mereka di dapur, kesempatan itu lah yang Arazey gunakan untuk bergerak.


"Qila, bantu mama cari kak Ara"

__ADS_1


"Oke Ma"


Dengan cepat kedua nya langsung bergerak dan berpencar, sesekali Rachel berteriak menyebut nama Arazey dan menyuruh pada ART nya untuk ikut mencari wanita itu.


Sampai akhirnya teriakan memekik Aqila berhasil membuat para ART dan Rachel berlarian ke asal suara.


"Kak Ara bangun!!" Teriak Aqila penuh ke khawatiran saat melihat tubuh Arazey sudah tergeletak di taman samping rumah nya.


"Astaga Arazey!!" Pekik shock Rachel berlari tergesa-gesa.


.


.


"Ma.." Ujar Grey yang baru saja memasuki area IGD.


"Bagaimana kondisi Ara? Dan kenapa ini bisa terjadi?"


Terlihat ke khawatiran yang sangat mendalam di wajah pria itu, dengan dasi yang sudah berantakan dan kemeja tanpa jas, serta napas yang terengah-engah karena berlari. Rachel merasa sangat bersalah.


"Maafkan mama hikss.. Mama tidak becus menjaga Ara hikss.." Ucap Rachel yang sedari tadi menangis.


"Stt.. Mama jangan seperti, aku tau ini pasti ulah Arazey yang nakal" Nada lembut yang sebenarnya sangat khawatir itu berhasil Grey lontarkan untuk menenangkan wanita paruh baya dihadapan nya.


"Mama, Grey"

__ADS_1


Kedua nya menoleh ke asal suara, dan ternyata itu Alex. Keadaan pria paruh baya itu sama seperti Grey saat datang tadi.


"Ada apa dengan Ara?"


"Hikss.. Pa hikss.." Tangis Rachel semakin pecah hingga kini dengan cepat Alex memeluk nya.


"Stt.. Jelaskan pada kami, ada apa? Kenapa Ara bisa seperti ini?"


"Tadi Mama tinggal Ara sebentar buat ngambil cake ke sukaan dia, tapi pas mama kembali hanya ada Qila yang baru pulang dan hikss.."


"Dan saat itu Mama dan Aqila langsung mencari Ara, tapi ternyata Qila menemukan Ara sudah tidak sadarkan diri di taman samping hikss" Jelas Rachel tersendu-sendu.


"Mama takut Ara dan calon cucu kita kenapa-napa hikss.. Tadi Ara terus mengeluarkan darah hikss" Sambungnya berhasil membuat tubuh Grey melemas begitu saja.


Tentu darah yang keluar itu mengalir dari sel*ngkangan Arazey, dan Grey langsung mengerti maksud ucapan mama mertua nya.


"Ba-bagaimana? A-apa dokter sudah memberitahu keadaan A-ara?" Tanya terbata-bata Grey yang terlihat frustasi dan sudah terduduk lemas di lantai rumah sakit itu.


Rachel menggeleng pelan, tetapi selang beberapa saat pintu IGD terbuka bersaman dengan seorang dokter yang keluar.


"Keluarga pasien?" Ujar sang dokter dengan cepat Grey bangkit dan menghampiri dokter tersebut, begitu pun dengan Alex dan Rachel.


"Iya saya dok, saya suami nya" Sahut cepat Grey. "Bagaimana kondisi istri saya?" Sambungnya menahan air mata.


"Kondisi pasien..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2