Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-96- END


__ADS_3

📍Finlandia


.


.


Negara Nordik yang terletak di Eropa Utara, warga finlandia juga menyandang gelar warga negara paling bahagia sedunia.


Selain itu finlandia juga unggul di hampir semua bidang, termasuk bidang pendidikan.


Kini di salah satu apartemen yang beberapa jam lalu di beli oleh Grey. Mereka tengah duduk diruang tengah apartemen itu, dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak.


"Kamar nya luas, Qila suka" Ujar gadis berusia lima belas tahun itu yang baru saja melihat-lihat ruangan apartemen.


Kini gadis itu duduk di tengah-tengah kedua orang tua nya lalu menggandeng kedua tangan mereka.


"Kalian jangan khawatir, Qila akan baik-baik saja disini"


"Yayaya terserah apa katamu, gadis nakal!" Seru malas Alex.


"Kamu betah disini?"


Aqila mengangguk lalu berdehem. "Heumm, Qila suka dan ini memang negara impian Qila untuk belajar"


"Baiklah, Mama akan tenang"


"Bisa jaga diri dengan baik, anak nakal?" Ucap Grey dengan tatapan mengintimidasi nya.


"Tentu kak, lagipula aku mana bisa lepas dari ratusan bodyguard milik kak Grey di depan" Celetuk Aqila.


Grey menggeleng pelan seraya terkekeh pelan, adik ipar nya ini menang benar-benar mirip seperti istri nya.


Keras kepala dan susah diatur.


Lantas Grey bangun dari posisi nya dan membenahi penampilan nya.


"Kak Grey kembali sekarang?" Tanya Aqila yang langsung mendapatkan anggukan dari Grey.


"Kakak kamu juga perlu kak Grey awasi" Sahut Grey.


Memang Arazey serta Twins A tidak ikut ke negara ini, atau lebih tepatnya mereka tidak ikut mengantar Aqila.


Kedua Twins itu langsung terlelap begitu saja sehabis bermain dengan Aqila, dan Arazey pun takut jika kedua anak nya belum terbiasa di dalam pesawat.


Alhasil Arazey tidak ikut walaupun rasanya sangat sedih karena tidak bisa mengantar sang adik kesayangan nya.


"Mama sama Papa mau pulang kapan? Nanti aku kirim pesawat untuk menjemput kalian" Tanya Grey


"Mungkin kami akan disini selama seminggu ke depan, Papa juga sudah menyerahkan pekerjaan Papa pada asisten" Jawab Alex yang memang pada dasarnya tidak ingin meninggalkan Aqila di negara ini sendirian.


"Baiklah, nanti kabari saja"


Alex mengangguk lalu kembali bersuara. "Jika kamu tidak keberatan, tolong ke perusahaan Papa untuk mengecek pekerjaan mereka"


"Siap Pa, tenang saja".

__ADS_1


........


.........


..........


📍New York, 07:08 PM.


Kembali lagi ke negara asal, sehabis makan malam keluarga kecil Grey langsung berkumpul dan bermain di ruang keluarga yang memang sengaja di buat oleh pria itu.


Dengan mata yang mengawasi kedua anak kembar nya yang tengah belajar dan sesekali bercanda, tangan Arazey terus bergerak mengusap-usap kepala Grey.


Dimana saat ini pria itu tengah membaringkan tubuhnya dan menjadikan paha Arazey sebagai bantalan.


"Kamu yakin Qila aman disana?" Tanya Arazey membuka percakapan.


"Percaya padaku, honey. Aku juga tidak akan seteledor itu"


"Tapi aku khawatir, Aqila masih lah gadis kecil yang baru beranjak menjadi seorang remaja"


"Aku telah mengirim mafioso bayangan untuk mengawasi Aqila, jadi selain para bodyguard disana juga ada mafioso terbaik milik ku" Jelas Grey.


Sejenak Arazey terdiam dan beralih menatap wajah suami nya yang saat ini memejamkan matanya.


"Andai Papa dan Mama tau identitas asli menantu kesayangan merela, pasti saat itu juga kamu dipecat jadi menantu"


Mata Grey langsung melotot begitu lebar. "Mana bisa seperti itu! Memang nya aku seorang pekerja yang bisa seenak nya dipecat!" Protes Grey.


"Tapi Papa sangat membenci orang-orang seperti kamu" Arazey menyahuti dengan kekehan pelan nya.


"Ishh yaudah maka nya Papa dan Mama jangan sampai tau" Kesal Grey.


"Aku akan membawa kamu dan anak-anak kita untuk kabur!"


"Kalo begitu, aku akan bersembunyi bersama mereka" Sahut Arazey semakin meledek.


Grey yang merasa geram lantas mengangkat baju yang piyama tidur Arazey, lalu memasukkan kepalanya.


Dan sedetik kemudian Grey langsung mengigit gemas perut Arazey yang membuat sang pemilik memekik kaget. "Aww!!"


Mendengar suara pekikan sang Mommy membuat Twins A yang asik bercanda langsung menoleh.


"Daddy!!" Teriak kedua nya berlari mendekati.


Beberapa saat kemudian, pukulan dari tangan kecil itu langsung melayang di tubuh Grey.


"Daddy keluar! Daddy apakan Mommy?!!" Pekik Adelio menarik-narik kerah baju Grey.


Puk! Puk! Puk!


"Daddy ngapain di dalam baju Mom? Cepat keluar! Mom kesakitan!!" Teriak memekik Adelia--adik Adelio.


"Aww iya-iya Dad keluar" Ringis pelan Grey seraya mengeluarkan kepalanya.


Begitu berbalik menatap wajah sang anak, Grey langsung di suguhkan wajah galak dari anak-anak nya.

__ADS_1


"Apa yang Dad lakukan?"


"Pasti Dad mengigit Mommy lagi 'kan?!"


"Kasihan tau! Kemarin leher Mom sampai merah-merah karena digigit Daddy!" Celoteh Duo A itu yang berhasil membuat Arazey mengusap lehernya.


Lantas Grey bangun dari posisi nya dan menatap serius kedua anak kembarnya yang terlewat pintar.


"Kalian mau punya adik 'kan?!" Tanya serius Grey yang langsung mendapat cubitan dari sang istri.


Tetapi Grey mengabaikan cubitan yang cukup terasa sakit itu, dan menunggu jawaban kedua anak nya dengan serius.


"Memang nya Daddy bisa buatkan kami adik?" Tanya polos Adelia.


Grey mengangguk cepat. "Tentu bisa, bahkan kalian itu Daddy yang buat!" Jawab tegas Grey.


"Boleh aku ikut membuat nya?" Tanya si kecil perempuan lagi.


Grey dan Arazey melotot secara bersamaan, lalu dengan cepat Grey tersenyum miring.


"Boleh, kamu boleh membantu"


"Yeayy, ayo Dad. Aku membantu apa?"


"Kamu cukup tidur dengan tenang di kamar kamu dan jangan masuk ke kamar Dad and Mom, oke?"


"Lho kok gitu? Aku kan mau bantu"


"Itu bantuan terbaik kamu, sayang. Supaya adik nya cepat jadi"


"Benarkah?" Sorak antusias Adelia.


Grey mengangguk cepat dan semakin menyeringai lalu melirik sekilas Arazey. "Tentu benar sayang.."


"Baiklah, Lia akan bobo lebih cepat agar adiknya cepat jadi!"


Mendengar hal itu Grey tersenyum penuh kemenangan, tetapi berbeda dengan Adelio yang memasang wajah jengah, dan Arazey yang merasa dirinya tidak akan aman.


"Ayo Lio, kita bobo agar adik cepat jadi!" Seru Adelia menarik-narik tangan kembaran nya untuk bangun.


Dengan malas dan tidak ingin membuat sang kembaran menangis, Adelio pun menurut lalu kedua nya langsung masuk ke dalam kamar mereka, menyisakan Grey dan Arazey di ruangan itu.


"Kita bisa melakukan banyak gaya malam ini" Seringai Grey mer*mas pelan gunung berlemak sang istri.


"Awwstt Grey!!" Ringis Arazey.


"Let's Go!"


Secepat kilat Grey mengangkat tubuh Arazey, lalu menciium mya dengan begitu ganas dan sangat haus akan bellaian.


"Akan aku penuhi rahim mu dengan benih berkualitas milik ku, honey.." Lirih berat Grey dan langsung berjalan ke arah kamar nya.


...****************...


TAMAT...

__ADS_1


Terimakasih untuk semua dukungan para readers selama ini, dan telah stay di karya ini dari awal hingga akhir❤


Kisah Cinta Om Mafia Possesive telah usai di sini. Seeyou next karya🤫


__ADS_2