Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-45-


__ADS_3

Matahari mulai naik masuk kedalam kamar, menyoroti kamar tersebut melalui sela gorden. Tetapi diatas kasur sana seorang pria tengah memeluk erat wanita yang ada dihadapan nya dengan posisi membelakangi tubuhnya


"Baby maafkan aku.." Lirih Grey dengan hidung yang menempel di tengkuk leher wanitanya sekaligus istrinya yang tak lain adalah Arazey. Tetapi wanita itu sedari tadi hanya terdiam


"Maaf semalam aku terlalu kasar, dan--


"Lepas, aku mau mandi" suara serak itu berhasil memotong ucapan Grey


"Mau mandi? Ayo aku bantu" jawab semangat Grey yang langsung duduk


Alhasil selimut yang tadinya menutupi tubuh kedua nya langsung tersingkap dan menampakkan punggung Arazey yang belum terbalut pakaian


"Om!" pekik Arazey marah


"Maaf baby, aku tidak sengaja" panik Grey dan langsung menutupi punggung sang istri


"Ayo aku gendong"


"Aku bisa sendiri"


"Baby.."


"Lebih baik om keluar"


"Jangan seperti ini, maafkan aku"


Tidak menghiraukan ucapan Grey, Arazey pun menarik selimut dan memastikan tubuhnya tertutup rapat lantas ia mencoba bangun dengan rasa perih dibagian intinya


"Aku bantu ya?" cemas Grey saat melihat wajah kesakitan Arazey dan gerakan wanita itu pun sangat perlahan


"Keluar"


"Gak mau! Kamu lagi kesusahan gini masa aku tinggal" bantah Grey yang langsung mengangkat tubuh sang istri


Karena selimut tadi sempat tertindih oleh kaki Grey dan pria itu pun tidak memegang selimut tersebut saat mengangkat tubuh istrinya. Alhasil kini Grey menggendong tubuh polos Arazey


"Om!! Turunin!!" pekik marah Arazey, tangan nya pun mencoba menutupi dada dan pusat tubuh nya


"Sudahlah tidak usah malu, aku sudah melihat semuanya". Mendengar hal itu sontak Arazey melotot dengan wajah memerah nya dan mencoba menggerakkan tubuhnya yang berada di gendongan Grey


"Awww!" sentak Arazey kesakitan saat tidak sengaja menggerakkan kaki nya. Sungguh saat ini intinya terasa sangat nyeri, sakit dan perih


"Haishh sudah aku bilang diam!"


"Sakit..". Perlahan air mata yang sedari tadi Arazey tahan kini mengalir


Memang semalam Grey bermain cukup atau mungkin sangat ganas, akibat pengaruh alkohol dan rasa kesalnya saat mengingat kejadian siang itu didalam restoran. Belum lagi ukuran daging tak bertulang itu sangatlah tidak wajar

__ADS_1


"Suttt.. Mandi dulu ya? Setelah itu aku obati"


Tidak memberontak lagi, melainkan Arazey mengalungkan kedua tangan nya dileher sang suami dengan isak tangis kesakitan nya


.


.


Sesampai nya dikamar mandi Grey menurunkan secara perlahan Arazey dipinggiran bathtup dan langsung mengisi air lalu mengatur suhu air tersebut untuk istrinya berendam


Setelah beberapa saat Grey kembali mengangkat tubuh Arazey dan menurunkan nya didalam bathtub yang sudah terisi air hangat itu


"Stthh.. "


"Aku ambil sarapan dulu, kalo sudah selesai panggil aku, oke!" ucap Grey seraya mengusap kepala Arazey. Namun wanita itu menepis tangan Grey


"Terimakasih, aku bisa sendiri!" sahut ketus Arazey


"Baby..."


"Sudah sana keluar!"


Menghembuskan nafas berat nya, kemudian Grey pun berlalu meninggalkan kamar mandi dan menyisakan Arazey yang kini memejamkan matanya


"Ini tugas dan kewajiban mu, Ara. Jangan egois-


Om Grey pria baik dan suami pilihan papa mama jadi dia tidak akan mengecewakan atau meninggalkan mu, oke!" batin Arazey mencoba meneguhkan hati nya


"Sttthh.. Main nya kasar banget" gerutu kesal Arazey yang mulai menikmati air hangat tersebut


"Nanti siang ada jadwal operasi. Mana bisa jalan kalo gini"


.


.


.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Baby sudah belum?" tanya Grey didepan pintu kamar mandi itu, pasalnya sudah 30 menit ia menunggu tetapi istrinya belum juga memanggil dirinya.


Hingga pintu pun terbuka, bersamaan dengan jawaban Arazey. "Sudah"


"Astaga kenapa jalan sendiri? Kenapa gak panggil aku?!" pekik Grey penuh kekhawatiran.


Dengan cepat pria itu mengangkat tubuh Arazey dan membawanya duduk di sofa kamar nya.

__ADS_1


"Mau sarapan atau aku obati terlebih dahulu?"


Mata Arazey pun teralih pada botol kecil yang ia yakini botol tersebut berisi salep atau semacam nya yang berada disamping piring makanan itu.


"Aku bisa mengobati nya sendiri"


"No, no, no! Aku yang bikin kamu sakit, maka aku yang harus mengobati!" tegas Grey.


"Tapi-- Lebih baik sarapan terlebih dahulu" potong cepat Grey, lantas Grey mengambil piring tersebut dan duduk disebelah istri kecil nya.


"Ayo buka mulutnya" titah Grey yang sudah siap hendak menyuapi Arazey.


"Aku bisa sendiri"


Arazey pun hendak mengambil alih sendok dan piring itu tetapi dengan cepat Grey menjauhkan nya.


"Buka mulutnya, baby. Jangan membantah"


Mengalihkan pandangan nya lalu Arazey menolaknya dengan nada ketus. "Tidak mau!"


"Yakin tidak mau? Nasi goreng dengan toping suwiran ayam dan sosis lho" tawar Grey dengan nada menggoda


Grey tau nasi goreng dengan toping seperti ini adalah makanan kesukaan istri kecil nya, maka dari itu ia membuat nasi goreng tersebut dengan tangan nya sendiri


"Kalo kamu gak mau aku makan lho, soalnya cuma ada satu piring doang" lanjut Grey dan meniup nasi goreng tersebut kearah Arazey


Harum nasi goreng itu langsung menyeruak masuk ke hidung Arazey yang membuat kepalanya kembali menoleh kearah Grey lalu menatap nasi goreng tersebut


"Aku makan ya?" goda Grey hendak menyuap. Tetapi dengan cepat Arazey menarik tangan yang memegang sendok itu lalu mengarahkan ke mulutnya


Grey terkekeh pelan saat melihat hal itu, namun seketika rautnya berubah kala melihat ekspresi Arazey


"Kenapa? Tidak enak?" panik Grey


"Siapa yang bikin?" tanya Arazey. Nasi goreng di mulutnya pun belum ia telan


"Aku. Ayo buang aja kalo gak enak jangan ditelan"


Dengan panik Grey hendak membawa kepala Arazey agar tertunduk dan membuang makanan di mulutnya. Tetapi Arazey menahan nya dengan kepala yang menggeleng dan kembali mengunyah


"Ini sangat lezat!" pekik bahagia Arazey setelah menelan nasi goreng tersebut, tak lupa kedua ibu jari nya ia acungkan untuk Grey


Merasa tidak percaya lantas Grey menyuap nasi goreng itu. Mengunyah dan merasakan dengan teliti karena tadi ia tidak sempat mencobanya akibat terburu-buru takut Arazey memanggilnya


"Sudah aku bilang, ini lezat"


"Hmm.. Kamu benar ini sangat lezat" jawab gembira Grey merasa senang

__ADS_1


Arazey tersenyum tipis menanggapi nya, lalu kembali membuka mulutnya meminta suapan itu. "Aaaaa"


...****************...


__ADS_2