
"Baby udahan dong ngambeknya.."
"Kamu mau apa hmm? Bilang sama aku asal jangan ngambek lagi" Rengek pelan Grey yang terus mengikuti langkah Arazey.
Pasalnya saat di ruang makan sore tadi, Arazey benar-benar merajuk pada Grey dan Mama nya yang terus memperhatikan Aqila, adik kecilnya.
Arazey terus berjalan kesana-kemari membereskan pakaian Grey yang berserakan karena pria itu membuka pakaian nya dan melemparkannya asal.
"Baby.. Jangan gini ih..."
"Diam deh Grey, nanti kedengaran yang lain!" Celetuk Arazey mendorong tubuh Grey yang menghalangi jalan nya.
"Lagian kenapa harus menginap di sini lagi sih? kita 'kan punya rumah, ayo pulang ke rumah kita" Keluh kesal Grey.
Rasanya Grey merasa sangat tidak bebas jika harus menginap di rumah mertuanya. Sedari tadi Grey mencoba untuk membujuk dan mengajak Arazey pulang, tetapi ia terus mendapat tolakan dari istri kecilnya.
"Yaudah kalau kamu mau pulang sana pulang!"
"Ishh kamu kok gitu, tadi kamu sendiri lho yang nyuruh aku pulang" Protes tidak terima Grey.
"Bukan aku, tapi Mama!"
"Sama aja, kamu juga merindukan ku"
"Tidak, kata siapa?!" Kilah Arazey hendak melangkah.
Tetapi langkah Arazey langsung berhenti kalah Grey mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di atas kasur.
"Jangan gitu ah. Aku mau usap-usap calon anak kita dan aku juga mau ngobrol sama dia"
"Percuma dia gak akan jawab ucapan kamu!" Celetuk pasrah Arazey saat Grey menyingkap baju yang ia gunakan sebatas dada.
Hingga kini perut Arazey yang masih terlihat rata itu terekspos begitu saja.
__ADS_1
"Gapapa dia gak jawab, asal dia mendengarkan semua keluh kesah ku"
Mendengar jawaban tak terduga dari Grey, berhasil membuat mata Arazey terfokus pada pria yang kini menghadapkan wajahnya di atas perutnya.
"Daddy gak minta banyak, yang Daddy minta cuma satu. Tolong kamu bertahan dalam kondisinya seperti apapun hingga lahir ke dunia ini"
Degh!
Hati dan perasaan Arazey seketika merasa tidak karuan saat mendengar penuturan yang baru saja Grey ucapkan.
Tentunya Arazey mengetahui bahwa Grey sangat mengharapkan seorang anak darinya, namun Arazey tidak menyangka saat Grey akan mengucapkan kata-kata seperti ini.
Satu kecupan hangat dan begitu lama kini dapat Arazey rasakan pada perutnya yang tidak tertutup apapun itu.
Hingga tiba-tiba Arazey merasakan tetesan air yang membasahi perutnya, dan Arazey yakin itu air mata Grey karena saat ini pria itu tidak kunjung mengangkat kepalanya.
"Grey.."
Sejenak Arazey hanya terdiam menatap wajah Grey, hingga akhirnya ia menggenggam tangan yang sedang mengusap-usap perutnya.
"Kenapa? Aku ngusap nya terlalu kasar ya?" Arazey menggeleng menanggapi pertanyaan Grey.
"Kamu mau sesuatu?" Tawar Grey yang lagi-lagi mendapat gelengan dari Arazey.
"Terus kenapa?"
"Boleh aku jambak rambut kamu?"
Refleks mata Grey langsung melotot saat mendengar ucapan itu, sangat aneh dan apakah ini keinginan calon anak nya? Pikir Grey.
"Gak boleh ya?" Gumam kecewa Arazey.
"Boleh kok boleh, tentu boleh" Jawab cepat Grey yang langsung menyodorkan kepalanya.
__ADS_1
"Ayo jambak, asal jangan diami aku lagi"
Tanpa menunggu lama Arazey langsung mengangkat kedua tangannya dan menjambak rambut Grey begitu kuat.
"Awwstt" Desis kesakitan Grey.
"Ngeselin banget jadi manusia! Kenapa harus kamu?! Dan kenapa aku harus jatuh cinta pada manusia seperti mu!!" Pekik geram Arazey.
Mendengar pekikan geram dari istri kecilnya, seketika rasa sakit di kepala Grey langsung hilang begitu saja dan digantikan dengan rasa berbunga di dalam hatinya.
Namun lain halnya dengan Arazey yang ini semakin menjadi-jadi, meluapkan semua kekesalan, emosi, dan semua rasa yang ia rasakan selama beberapa hari ini.
"Pelet jenis apa yang kamu berikan padaku hah!" Seru Arazey dengan nafas memburu seraya melepaskan jambakan nya.
"Astaga baby, aku tidak memakai pelet apapun. Lagipula itu makanan untuk ikan" Sahut Grey setengah meringis mengusap kepalanya.
"Dasar om-om pedo!"
"Aku suamimu, baby"
"Aku mencintaimu, om pedo!" Celetuk Arazey memalingkan wajahnya.
Seketika wajah Grey langsung memerah dan rasanya suhu ruangan yang tadi nya dingin kini terasa panas.
"Baby.."
"Jangan berbicara apapun!"
Grey menahan senyumnya dan mengigit bibirnya sendiri, ia benar-benar merasa gemas pada istrinya.
"Boleh dimasuki sekarang gak si?" Batin Grey
...****************...
__ADS_1