Terjebak Cinta Om Mafia Possesive

Terjebak Cinta Om Mafia Possesive
Bab-94- Suasana haru


__ADS_3

"Bagaimana dengan Arazey Pa, Ma!" Ulang Grey sedikit meninggikan suaranya karena tidak kunjung mendapat sahutan.


Alhasil baby twins yang awalnya terlelap kini menangis begitu kencang karen merasa kaget akibat nada bicara sang Daddy.


"Astaga Grey!" Pekik tertahan Alex.


"Maaf Mr., Mrs. Kami harus membawa baby Twins ke ruang perawatan" Pamit salah satu perawat yang langsung mendapat anggukan dari Rachel.


"Tunggu! Bagaimana dengan Ara-- "


Perkataan Grey terhenti saat telapak tangan Alex menutup mulut nya dan mata pria paruh baya itu melotot marah.


"Diam lah!"


"Pa.. Ma.." Panggil Aqila yang terbangun dari tidur nya.


"Tuh kan Qila jadi bangun!" Kesal Alex mengangkat tubuh putri kecilnya ke dalam gendongan nya.


Perasaan Grey di buat semakin campur aduk, kini dengan gerakan ia melangkah kan kaki nya ke arah ruang operasi dna berniat untuk memasuki ruangan itu.


Tetapi gerakan nya terhenti saat Alex kembali mengeluarkan suaranya. "Arazey belum sadar, dan mereka selamat".


Deg!


Jantung Grey berdebar begitu cepat, dan berbalik menatap sang papa mertua yang tengah menatap nya dengan raut serius.


"Pa-papa gak bohong 'kan?"


"Untuk apa papa berbohong?" Tanya Alex. "Dan jika Ara tidak terselamatkan, lalu untuk apa kami masih berdiri di sini tanpa air mata?" Sambung nya.


"Siall! Kenapa aku bodoh!" Erang kesal Grey seraya mendengus lega.


"Kamu memang bodoh, saking bodohnya kamu tida menunggu dokter menyelesaikan operasi ini!" Celetuk Alex.

__ADS_1


"Sudah cukup, sekarang lebih baik kamu mandi jika ingin menggendong dan menemui Arazey" Sela Rachel.


"Tentu aku mau!" Sahut Grey cepat.


"Sana mandi dan bersihkan tubuh mu dari bakteri-bakteri itu"


Grey mengangguk, lantas pria itu kembali berlari entah kemana yang pasti tujuan nya untuk membersihkan tubuh nya.


"Dasar menantu mu!" Ucap bersamaan Alex dan Rachel.


Sejenak kedua nya terdiam, hingga akhirnya tawa bahagia memenuhi ruang tunggu operasi itu.


.


.


Di dalam ruang rawat kini Grey tengah mengecupi seluruh wajah istri kecilnya yang baru saja sadar beberapa detik lalu.


Ucapan penuh bersyukur dan rasa bangga serta bahagia yang menyatu jadi satu terus Grey lontarkan disela kegiatan nya.


Arazey tersenyum, begitu pun dengan pada keluarga yang sangat terharu saat menyaksikan dan mendengar ucapan Grey .


*Cu**p*


Satu kecupan terakhir penuh kehangatan kembali Grey layangkan pada kening Arazey sebelum pria itu menegakkan tubuhnya.


"Dedek nya lucu hahaha" Sery Aqila dengan tawa bahagia nya berhasil mengalihkan fokus mereka.


"Masa senyum-senyum sendiri hahaha" Lanjut Aqila serata mencolek-colek pipi baby twins dihadapan nya.


"Pelan-pelan Qila, nanti dedek nya kesakitan lho" Peringat Rachel mendekati posisi Aqila dan baby twins di iringi dengan Alex.


"Bagaimana? Cantik dan tampan 'bukan?" Tanya Alex pada putri kecil nya.

__ADS_1


"Heumm.. Sangat sangat cantik dan tampan seperti seorang putri dan pangeran di buku cerita Qila" Sahut gembira Aqila.


Baiklah mari kita tinggalkan mereka yang tengah memuji hasil benih berkualitas milik Grey dan kita kembali lagi pada pemeran utama.


Perlahan tangan Arazey terangkat dan meraih tangan besar milik suami nya, lalu di genggam cukup erat.


Mata Grey yang tadi nya masih memperhatikan tingkah Aqila, kita langsung beralih menatap Arazey.


"Ada apa sayang?" Tanya lembut Grey mengusap kepala Arazey.


"Maaf.."


"Untuk?"


"Maaf karena aku terlalu nakal dan hampir membahayakan mereka" Lirih Arazey penuh penyesalan.


Sejenak Grey terdiam dengan deru napas yang terdengar berat, hingga akhirnya pria itu memasang wajah galak nya.


"Jujur, sebenarnya aku sangat marah padamu!"


"Maaf.. Saat itu aku ingin berjalan-jalan tapi mama terus melarang ku, dan akhirnya saat mama pergi ke dapur aku.. Kabur.." Jelas Arazey dengan nada pelan di akhir kalimat.


"Memang nakal!" Seru kesal Grey menarik hidung sang istri.


Mata Arazey langsung berkaca-kaca seperti hendak menangis, dan hal itu pun membuat Grey panik.


"Astaga maaf, apa sakit?" Panik Grey memegang kedua pipi Arazey lalu mengecup hidung mancung sang istri.


Arazey menggeleng lalu mengusap lengan Grey. "Aku memang benar-benar nakal dan pembangkang hikss.."


"Suttt.. Jangan menangis dan berjanjilah ke depan nya kamu harus menurut dan juga harus kemana-mana sama aku, oke?"


Arazey mengangguk cepat. "Aku janji hikss.."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2