
Nathan mengecup kening Rens sebelum ia pergi meninggal nya. Nathan melangkah masuk kedalam lift dan langsung turun menuju parkiran mobil.
Setelah itu Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan normal menuju Rumah Utama....
Nathan sangat penasaran apa yang terjadi, karna sebelum nya Barbara atau sang Mamih mengirimi nya pesan singkat. Beberapa waktu lalu.....
" Nathan, datanglah kerumah mamih!! Tetapi jangan ajak Renesmee bersama mu, ada hal penting yang ingin mamih bicarakan..... " Isi pesan singkat dari Barbara.
Sesuatu yang penting seperti apa yang hendak Barbara nkatakan kepada nya. Membuat fikiran nya tidak tenang selama diperjalanan....
.
.
.
10 menit kemudian sampai lah Nathan, dia memarkirkan mobil nya dipekarangan depan rumah....
Dia langsung bergegas masuk menuju ruang keluarga, dimana nampak Barbara yang sedari tadi sudah menunggu. Dengan santai Barbara duduk disofa memangku satu kaki diatas kaki satunya. Sembari Ia meneguk segelas teh yang disuguhkan oleh pelayan.
Nathan berjalan menghampiri Barbara, dengan langkah cepat dengan raut wajah panik serta cemas nya.
" Hal penting apa yang ingin Mamih katakan pada Nathan .... " Ucap Nathan pada Barbara.
Suara nya menggelegar diruangan besar itu, Barbara pun menoleh kearah sumber suara itu. Dia pun langsung menepuk sofa disebelahnya mengisyaratkan Nathan untuk duduk.
" Ada apa Mih.....langsung katakan saja pada Nathan " ucap Nathan yang tingkat penasaran nya mulai tinggi.
" Renesmee dimana? Dia tidak ikut bersama mu kan " ucap Barbara dengan raut wajah cemas.
" Tidak Mih....Rens sedang istirahat di Apartemen Nathan " ucap Nathan sembari meneguk teh yang baru saja disuguhkan pelayan.
" Jadi begini Nathan.........
Tak menunggu lama Barbara langsung menceritakan hal penting yang sedari tadi ingin disampaikan nya pada putra semata wayangnya itu.
Sesekali Nathan mengangguk, dan raut wajah nya menjadi sangat geram. Alis menjungkit serta rahang nya mengeras mendengar penjelasan Barbara.....
" Sebaiknya Renesmee jangan sampai tahu masalah ini Nathan.... " ucap Barbara mengingat kan Nathan.
" .....Mamih takut dia akan kepikiran, kasian kan " lanjutnya dengan sedih.
" Kurang ajar...... " Teriakan Nathan menggelegar.
" ......Hahaha!! lihat saja nanti, tak akan kubiarkan mereka semua bersenang-senang atas hak milik istriku " lanjutnya dengan tertawa licik.
" Mereka harus segera diberi peringatan atas perbuatan mereka..... " ucap Barbara tak kalah licik dari Nathan.
" Tenang saja Mih....Nathan akan segera bereskan " ucap Nathan sedikit dingin dan kejam.
Kini dirinya dipenuhi dengan kegeraman dan amarah yang memuncak.
Tiba-tiba....
Kring....kring....kring
Ponsel nya berdering, panggilan masuk dari Renesmee...
Nathan dan juga Barbara pun saling menatap, lalu Barbara mengangguk mengisyarat kan. Nathan pun langsung mengangkat panggilan tersebut...
" Yah sayang ada apa? " ucap Nathan.
__ADS_1
" Sayang aku izin keluar bareng Mia....boleh yah " ucap Rens diseberang sana.
" Hmm baiklah......tapi jangan lama-lama " ucap Nathan memberikan izin nya.
" Makasih sayang " ucap Rens senang.
" Hati-hati dijalan .... " ucap Nathan sebelum memutuskan panggilan.
Nathan menghela nafas dengan sangat kasar, dia pun segera beranjak dari duduknya. Dia berpamitan dengan Barbara....
Nathan melajukan mobilnya menuju kantor. Diperjalanan dia sempat menghubungi Kevin terlebih dahulu. Untuk menyiapkan beberapa berkas yang ingin dilihat nya.
Tut...tut....tut....cklek
Kevin mengangkat panggilan dari Nathan....
" Dimana kamu? "
" Aku didepan kantor, akan segera masuk!! ada apa? "
" Siapkan berkas kontrak perjanjian kerja sama dengan grup Phoenix "
" Hah? ada apa? "
" Bisa nya kamu tidak menyadari jika ada hal yang mencurigakan.... "
" Berkas ada dibrankas ruang kerja diApartemen mu "
" Benarkah....kalau begitu sekarang juga kita bertenu diApartemen!! aku juga dalam perjalanan "
" Baiklah..... "
Dia pun dengan cepat memutar balik arah mobilnya. Tidak jadi pergi kekantor, tetapi Nathan menuju pulang ke Apartemen nya.
*****
Mia menghampiri Rens yang tengah keluar dari Taxi....
" Cepat banget sampai nya...udah izin ngga sama Nathan!! Nanti aku lagi yang kena kalau dia marah " ucap Mia sembari memutar bola matanya males.
Rens terkejut dan langsung menoleh kebelakang. Ternyata Mia telah berdiri tepat dibelakang nya. Rens tersenyum mendengar ucapan Mia barusan.
" Hmm...namanya juga sayang, pasti dia takut kehilangan aku " sahut Rens dengan nada sedikit pamer.
" ....makanya cepat punya pacar biar ada yang perhati lanjut Rens mengejek Mia.
" Eh...apaan yah kok jadi menghina gitu? males dah aku mau temenin kamu, mending tidur dirumah " ucap Mia dengan cemberut.
" Jangan gitu dong....iya deh engga, maaf yah " ucap Mia dengan senyuman nya.
" Liat aja yah dalam waktu dekat aku bakal pamerin oacar baru ku hahaha " Mia tertawa lepas, saat mengatakan kepercayaan dirinya.
" Benarkah? Siapa? kok kamu ngga pernah cerita kalau lagi deket sama seseorang? " Terkejut serta kecewa Rens merasa Mia tidak terbuka padanya.
" Hmm....sudah lah ngga usah dipikirin!! " ucap Mia ngeles.
" ...ayo kita mau kemana? " lanjutnya sembari menggandeng lengan kanan Rens.
" Oh iya....kita ke mall beli sesuatu!! kamu bantu aku pilih hehe " Rens teringat akan sesuatu ditengah ucapan nya, dan dia pun terkekeh sendirinya.
" Ih apaan sih kok malah ketawa sendiri.... " Mia menatap nya dengan heran.
__ADS_1
.
.
.
Sesampainya dimall, Rens langsung mengajak Mia pergi ketoko pakaian dalam. Mia mengkerutkan dahinya terheran-heran....
Lama dia terdiam memikirkannya, sembari tangan nya yang ditarik-tarik oleh Rens. Sampai akhirnya dia tersadar, raut wajah nya langsung berubah seakan mengejek Rens...
" Kamu..... " Mia mengejutkan Rens yang sedang bingung memilih beberapa lingerie yang tergantung.
" Apaan sih Mi...malu tau!! ngga usah liatin aku kaya gitu dong " ucap Rens malu-malu.
Kini wajah nya tanpa sadar memerah seketika, dia tidak bisa mengelak karna memang benar yang ada difikiran Mia.
" Udah deh.. sebaiknya bantuin aku cari yang bagus " Bisik Rens ditelinga Mia.
" Kamu udah mulai nakal yah....ngga takut apa? hahaha " Mia semakin mengejek Rens.
" Ngapain takut....memang nya Nathan akan memakan ku " ucap Rens mengelak.
" Yah mungkin aja....kali aja dia langsung menyambarmu dengan ganas seperti singa hahaha "
" kamu ada- ada aja...hahaha "
Ucapan Mia mengundang gelak tawa mereka berdua, semua orang disekeliling mereka. Pandangan matanya tertuju pada mereka berdua yang tertawa begitu nyaring...
Mereka berdua pun memilih-milih beberapa Lingerie yang menurutnya cocok digunakan Rens. Sesekali Rens bertanya kepada pelayan perempuan yang berjaga disana, meskipun ragu dan sedikit malu...
Sekitar satu jam lebih, akhirnya selesai juga. Rens mendapat kan tiga pasang Lingerie yang dipilih oleh Mia. Sebelum meninggal kan toko tersebut, tak lupa mereka untuk membayar kekasir terlebih dahulu...
Petugas kasir membungkus Lingerie tadi menggunakan Paperbag berwarna ungu dengan pita yang cantik....
Sebelum pulang mereka memutus kan untuk singgah di J.co untuk menikmati secangkir coffee dan partiseri. Disana mereka mengobrolkan sesuatu dengan begitu santai nya namun tiba-tiba saja ponsel Rens berdering....
Kring...kring....kring...
Rens segera mengangkat panggilan yang ternyata dari Nathan.
" Halo Nathan.... "
" Kamu dimana biar aku jemput sayang.... "
" hmm....aku lagi dimall belanja sama Mia "
" Sudah selesai ngga? "
" Sudah kok.... "
" 5 menit aku sampai....tunggu dilobby "
" hmm.... "
Rens memutuskan panggilan...
" Mi....Nathan bentar lagi sampai!! yuk kita tunggu dilobby " ucap Rens pada Mia, yang hanya dibalas anggukan oleh Mia.
Mereka pun beranjak dari J.co dan melangkah menuju lobby depan untuk menunggu Nathan..
Lima menit kemudian Nathan pun datang menggunakan mobil Kevin, tak lupa Kevin nya lah yang mengemudi.....
__ADS_1