
POV Mia~
Sore ini hujan begitu deras membasahi setiap sudud kota ini. Aku sedang duduk termenung dibalik kasir toserba tempatku bekerja paruh waktu.
Fikiran ku masih tidak tenang setelah kejadian tadi siang dikampus. Saat itu Nathan menghampiriku, dan bertanya dengan kasar mengenai keberadaan Rens.
Yah.....jelas lah aku begitu ketakutan, karna Nathan tiba-tiba muncul didepan ku. Nada bicaranya juga terkesan kasar dan marah.
Setelah aku memberikan beberapa jawaban dari pertanyaan nya, ia pun bergegas pergi entah kemana saat itu juga.....
Aku sedikit penasaran saat melihat Nathan yang begitu berantakan, tidak seperti biasanya yang nampak selalu rapi dan arogan.
Bahkan pakaian nya kucek dan kumal, noda bercak darah terlihat jelas dikerah baju nya. Menurut ku sih seperti nya dia habis bertengkar dengan seseorang, karna beberapa luka lebam juga dipipi dan pelipisnya.
Karna begitu cemas nya terhadap Rens, aku juga takut jika Nathan memperlakukan Rens dengan kejam.
Aku pun meminta izin pada bos pemilik toserba tempat aku bekerja, untuk ambil cuti hari ini alasan nya karna ada urusan keluarga kataku.
Sempat beradu argumen sih dengan bosku, tetapi akhirnya dia juga bersedia memberikan aku cuti hari ini.
Setelah itu bergegas menuju restaurant korea yang menjual beberapa masakan korea dengan harga sedikit murah.
Aku pun membeli beberapa porsi Jajangmyeon, Kimci, budaejiggae, dan tak lupa sushi kesukaan Rens. Aku berniat akan mengunjungi Rens dan memeriksa keadaan nya dengan alasan membawakan makanan untuknya.
Aku pun berlari perlahan kehalte bus ditengah-tengah hujan deras. Lama aku menunggu, namun bus tak kunjung datang. Apa karna hujan begitu deras....
Sebenarnya aku ingin menghemat uang dengan naik bus, tapi apa boleh buat tidak ada bus saat ini. Terpaksa aku harus memesan taksi.
Tak berselang lama taksi pun tiba, aku membuka pintu taksi tersebut dan masuk kedalam nya membawa makanan yang aku beli tadi.
***
Diperjalanan menuju apartemen Nathan, aku sempat menghubungi ponsel Rens dan bertanya apa Nathan memperbolehkan aku datang.
Bodoh nya aku, kenapa tunggu diperjalanan baru aku mengingat bagaimana jika Nathan tidak mengizinkan aku datang.
__ADS_1
Dasar Mia yang bodoh, Semoga saja Nathan mengizinkan diriku untuk mengunjungi Rens.
Hati ku begitu lega setelah Rens mengatakan Nathan bersedia mengizinkan aku datang. Dan begitu lega nya lagi, aku mendengar suara Rens yang terdengar biasa seperti tidak terjadi sesuatu yang buruk.
***
Taksi pun berhenti didepan lobby Apartemen Nathan, aku keluar dan tidak lupa membayar tagihan taksi tersebut yang lumayan mahal karna hujan deras.
Aku bertanya kepada sequrity disitu untuk menunjukan arah kelift VIP unit Nathan. Sequrity tersebut pun memberikan arahan kepadaku.
Aku berjalan menyusuri setiap sudud dan arah yang diberi tahu sequrity tadi. Akhirnya pun lift nya sudah terlihat dari kejauhan, aku mempercepat langkah ku menuju lift tersebut.
Namun langkah ku terhenti saat sudah tinggal beberapa meter lagi ke lift tersebut. Betapa terkejut nya aku saat melihat sosok yang begitu menjengkel kan fikirku.
Kevin Lim pria gila itu, untuk apa dia berdiri didepan lift tersebut seperti sedang menunggu seseorang.
Namun menurutku dia sedikit tampan lah, dari pada sebelum nya bertemu dia selalu mengenakan setelan Jas. Tetapi sekarang ini dia hanya mengenakan celana kain hitam yang tidak terlalu ketat, baju kaos putih dan cardigan pria berwarna corak abu-abu.
Pokoknya terlihat tampan saja dimataku, meskipun ada satu yang membuat nya terlihat sangat jelek. Yaitu adalah raut wajah nya yang dingin dan datar, ngeselin banget kalau dilihat.
Aku pun berjalan mendekat kearah nya dengan sedikit acuh gitu seperti tidak melihat nya. Dia pun menyadari kehadiran ku dan menoleh menatap diriku.
Aku berjalan memasuki lift tanpa menoleh sedikit pun padanya. Fikirku sih lebih baik seperti itu dari pada harus menyapa nya dan mendengar kata kasar dari dalam mulut nya.
Saat aku berada didalam lift aku pun langsung memencet tombol-tombol disitu ,namun kenapa tidak ada yang berfungsi sama sekali.
Aku semakin panik dan bingung harus seperti apa, terlebih Kevin hanya menatap ku dari luar lift tepat didepan ku.
"Dasar wanita yang tidak tahu apa-apa, kau harus memerlukan ini untuk naik keatas sana" Kevin berkata dengan senyum liciknya, dan menunjuk keatas. Dia juga melambai-lambaikan tangan kirinya yang sedang memegang sebuah kartu berwarna kuning emas.
"Memang nya itu apa? aku akan menelpon Rens untuk menjemput ku disini, aku benar-benar tidak sudi jika satu lift dengan pria gila seperti mu" ucap ku dengan sinis padanya.
Aku bisa melihat dia tertawa kecil dengan licik, sungguh rasanya saat ini aku ingin sekali mencubit bibir nya yang licik itu.
Aku pun segera menghubungi Rens lagi, setelah menunggu beberapa detik Rens pun mengangkat telpon ku.
__ADS_1
"Hallo Mia...ada apa? apa kau sudah sampai dibawah?" tanya Rens, disebrang sana.
"Eh...Rens aku udah sampai dari tadi, kamu jemput aku yah dibawah, dingin banget nih" ucap ku sembari tersenyum dan meledek Kevin dengan raut wajah yang ku aneh-anehin.
"Loh....bukan nya Kevin ada disana? apa dia belum datang yah?" Tanya Rens seperti bingung.
Perasaan ku pun sedikit tak enak saat mendengarnya, semoga saja fikiran ku salah. Ya tuhan tolong lah aku kali ini saja....
"Apa hubungan nya dengan nya? cepat lah kau jemput aku disini, aku sudah kedinginan" sahut ku lagi, kini dengan raut wajah cemas.
"Mia.....Sebenarnya Nathan sudah memerintah kan Kevin untuk menunggu mu dibawah sana dan membawa mu naik kesini"
"Rens tapi aku....."
"Sudah lah Mi nurut aja hehehe maaf yah!!"
"Rens kamu jahat banget sama aku...."
"Oh iya....tolong kamu temenin Kevin untuk beli minuman dikafe terdekat yah, ngga mungkin kan jika kita makan taoi ngga minum..."
Aku seolah-olah terpanah busur tepat didadaku sebelah kiri, hatiku serasa berhenti berdenyut. Hal yang aku takut kan, akhirnya terjadi.
Rens meminta ku untuk menemani pria gila itu membeli minuman dikafe terdekat, dan itu mengharuskan aku untuk satu mobil kembali bersamanya. Hari ini adalah hari yang sangat sial bagiku.....
"Rens kamu pasti bercanda kan...."
"Hahaha...untuk apa aku bercanda Mi, tolong yah kan kamu paling tau minuman kesukaan aku...dah aku tutuo yah" ucap Rens, sembari menutup telpon nya.
Aku merasa tak percaya jika harus satu mobil lagi dengan nya, mengingat terakhir kali dia meninggalkan ku dipinggir jalan. Untung saja saat itu ada Tara, jika tidak aku tidak tahu harus pulang seperti apa. Terlebih aku tidak tahu jalan itu.
"Kau mau ikut apa tidak?" Kevin bertanya padaku, suaranya begitu mengejutkan ku seketika membuyarkan lamunan ku tadi.
"Kamu jangan senang dulu yah....aku ikut kamu bukan karna aku mau, tapi jika bukan karna Rens aku juga tidak akan sudi ikut dengan mu" kataku dengan ketus kepadanya.
"Ngga usah banyak bicara....jika kau mau ikut ayo cepat dan bawa semua belanjaan mu itu, jika tidak nanti akan ada yang mengambilnya...." Kevin membalas dengan begitu ketus nya padaku, sembari dia berjalan kearah mobilnya.
__ADS_1
Aku hanya pasrah dan mengikutinya masuk kedalam mobil, lalu aku menaruh semua belanjaan ku dikursi belakang. Sedangkan aku duduk dikursi depan bersamanya.
Apalah nanti nasib ku jika diturunkan nya lagi ditengah jalan, maka hari ini hujan begitu deras seperti tiada hentinya.