Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~89


__ADS_3

Malam berganti pagi, cahaya matahari bersinar memasuki celah jendela dan balkon yang tidak tertutup sejak semalam.


Rens mengerjapkan matanya beberapa kali, serasa enggan untuk bangun dari mimpi indah nya semalam. Dia bermimpi jika cinta nya sekarang berada didepan mata.


Rens membuka matanya perlahan, betapa teduh nya hatinya melihat wajah tampan,dengan alis tebal, hidung mancung, serta bibir tipis yang sexy. Wajah sendu Nathan yang masih tertidur. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan, gumam nya tersenyum.


Rens mengecup pelan bibir tipis Nathan, lalu dia kembali memeluk erat tubuh suami nya itu. Dan menenggelamkan wajah nya didada bidang Nathan.


Nathan pun menggeliat dan perlahan dia membuka matanya yang silau akan sinar matahari. Dikecup nya pucuk kepala Rens.


Rens menengadahkan wajah nya sehingga berhadapan dengan wajah Nathan.


Nathan mengusap lembut pipi Rens dan beralih memegang dagu nya. Setelah itu dia tersenyum dan mendarapkan kecupan manis dibibir Rens beberapa kali.


Pagi itu suasana nya sangat hangat dan romantis. Bersama dengan suara kicauan burung, deruan ombak yang menghantam pesisir pantai menambah nuansa ke romantisan.


Rens beranjak dan hendak berdiri, namun tangan nya ditarik oleh Nathan. Membuatnya terhempas kembali jatuh dipelukan Nathan.


" Awwhh.... " ringis nya pelan namun tak sakit.


" Kau mau kemana ? " ucap Nathan berbisik ditelinga Rens , hingga membuatnya bergidik kegelian.


" Ah....Nathan aku mau mandi, apa kamu mau selamanya disini? " ucap Rens mendorong tubuh Nathan menjauh.


Namun tenaga nya tak sekuat Nathan, Nathan kembali memeluk nya dari belakang dengan posisi duduk. Sembari ia menggenggam tangan Rens didepan perut nya.


" Kalau begitu kita mandi bersama " ucap Nathan tanpa rasa berdosa. Dia mencium rambut Rens didekat telinganya.


" Kamu ngomong apa sih ? kamu mau ingkarin janji mu ? " jawab Rens yang kini pipinya mulai memerah.


" Aku kan cuman bilang mandi bersama, bukan melakukan itu.....mau yah " melas Nathan dengan manja.


" Ngga mau akhh..... " jawab Rens seketika.


" Kenapa aku kan suami mu sayang "


Nathan menggeserkan tubuh nya sedikit, hingga berhadapan dengan Rens. Dia tersenyum saat mendapati wajah istri nya yang memerah karna malu....


Sedangkan Rens sedikit menunduk karna gugup....


" Aku malu.... " ucap nya pelan hampir tidak bisa didengar.


" Malu ? untuk apa? lagian aku sudah pernah melihat semuanya " ucap Nathan menggoda Rens, sembari ia melirik nakal ketubuh Rens.


Rens terkejut matanya membulat seketika, dia langsung menutupi tubuh nya dengan menyilang kan tangan didadanya.


" Maksud kamu ? " ucap nya dengan pipi yang semakin merona.


" .....kok aku ngga pake.... " lanjut Rens lalu terhenti.


Dia melihat kedalam dress yang dia pakai dengan terheran-heran....


Nathan pun tertawa lepas melihat tingkah gelagapan Rens yang lucu....


" Hahaha..... " Tawa Nathan.


" Ihh kamu yah kok malah ketawa " Rens mencubit pelan perut Nathan. Membuat Nathan menggeliat kegelian....


" Iya...iya iya deh ampun ampun aku ngga ketawa lagi " ucap Nathan meminta ampun sembari menahan tangan Rens.


" Siapa yang gantiin baju ku " tanya Rens dengan wajah cemberut nya.


" Siapa lagi jika bukan aku sayang....muach " jawab Nathan blak-blakkan lalu mengecup cepat bibir Rens.


Rens terdiam dengan wajah terkejutnya yang lucu, hingga membuat Nathan tak bisa menahan tawa nya lagi....

__ADS_1


" ...hahahah wajah mu sangat lucu " lanjut Nathan tertawa.


Rens semakin gugup dibuatnya, dia lalu memalingkan wajahnya yang terasa panas memerah.


" Terus sekarang dimana bra nya ..... " tanya Rens malu-malu.


" Itu disana..... " sahut Nathan sembari menunjuk kearah Bra yang tergeletak di atas meja.


Dia pun beranjak dari ranjak dan berlari menuju kamar mandi tanpa menoleh kearah Nathan. Tak lupa dia untuk mengambil Bra tersebut sebelum masuk kekamar mandi.


" Sayang pelan-pelan jangan lari, hahaha " teriak Nathan yang masih tertawa diatas ranjang menatap tingkah Rens.


Didalam kamar mandi Rens berdiri didepan cermin menatapi tubuhnya bagian atas yang sedikit nampak. Karna Dress yang dia kenakan berbayang dibagian dada nya.


" Agghh Rens bodoh nya....bagaimana bisa kamu tidak menyadari nya dari semalam " Rens mengacakcacak rambut nya sendiri merasa sangat bodoh.


" Jangan-jangan..... " Matanya membulat dan menutup mulutnya tak percaya.


Dia membuka perlahan dress bagian bawah nya hingga terangkat. Betapa terkejut nya dia melihat celana dalam yang berbeda dari miliknya....


" AAAA.....pasti dia sudah melihat nya, malu sekali rasanya... " Wajahnya semakin merah.


Sangat memalukan yang saat ini dirasakan nya......


Rens pun tak mau terlalu memikirkan nya, dia segera membuka baju dan mulai membersihkan diri dibawah guyuran air shower....


*****


Rens melangkah keluar dari dalam kamar mandi dengan gulungan handuk yang berada dikepalanya. Kini dia telah memakai Dress putih tadi dengan rapi dan tak lupa dia memakai Branya....


Dia melangkah dengan pelan-pelan, sembari menoleh kekiri dan kanan mencari-cari sosok Nathan. Matanya pun terhenti dan tertuju pada Nathan yang ternyata berada dibalkon.....


" lihat apa dia..... " ucap Rens dengan alis menjungkit satu.


Rens pun menghampiri Nathan yang berdiri bersanggah tangan dipagar balkon. Dia sedikit penasaran apa yang sedang diperhatikan Nathan sedari tadi...


Mereka terlihat sedang sarapan bersama dan berbincang ceria. Sesekali mereka saling melempar senyuman masing-masing....


" Dia bukan hanya cantik tetapi juga baik hati.... " ucap Rens tersenyum yang ikut memperhatikan Sheila juga Tara.


Nathan pun terkejut mendengar suara yang sangat dikenalinya. Dia pun menoleh kearah sumber tersebut...


Dia sedikit panik dan gelagapan mendapati sosok Rens yang telah berdiri disampingnya. Nathan pun langsung membalik kan tubuh nya kearah kamar.


Rens tersenyum pada Nathan, dia sangat tahu jika sekarang ini Nathan sangat menjaga sikap agar tak lagi menyakitinya.


Rens pun menggapai kedua tangan Nathan dan menggenggam nya. Lalu dia mengangguk tersenyum.


Nathan memandang Rens dengan sendu sedikit datar. Dia takut jika Rens marah karna dia tak sengaja melihat aktivitas Sheila dan Tara dibawah sana.


" Tidak apa-apa sayang, aku tidak marah kok.... " Rens menarik tubuh Nathan kembali berputar dan melihat kebawah bersama....


" .....aku percaya jika saat ini hanya diriku lah yang ada dihatimu " lanjut Rens meyakin kan Nathan bahwa dia tidak Marah...


" Makasih sayang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan mu padaku....muach " Nathan kembali mendaratkan kecupan lembut nya dikening Rens.


" Lihatlah....aku tidak percaya jika kamu mempunyai mantan yang begitu cantik dan baik hati seperti dirinya..... " ucap Rens menunjuk Sheila.


" Maksudmu..... " Nathan betanya dengan alis yang menjungkit satu.


" Beneran....aku kira pria dingin dan kejam seperti mu bahkan tidak pernah merasakan yang namanya cinta...hahaha " ucap Rens menggoda Nathan.


" Jadi maksudmu aku dingin dan kejam? " tanya Nathan yang mendekatkan wajahnya kewajah Rens. Dia merangkul pinggul Rens dengan erat.


" hmm...iya " jawab Rens memutar bola matanya.

__ADS_1


" Kalau begitu akan ku perlihatkan padamu yang namanya kejam..... " Bisik Nathan lalu tersenyum licik.


Nathan pun menggendong tubuh mungil Rens seketika, membuat Rens terkejut dan sedikit meronta....


" Aghh Nathan turunkan aku....." ucap Rens menggerak-gerakan kaki nya.


" Diam lah sayang.... " ucap Nathan tersenyum Nakal.


Nathan berjalan kearah ranjang dan merebah kan tubuh Rens dengan pelan diatas ranjang.


" Kamu ngapain Nathan.... "


" hmm....kau akan tahu sayang, bukan kah kau bilang aku pria dingin dan kejam "


" Engga sayang....kamu salah dengar aku bilang kamu pria baik....beneran "


Nathan mendekat kearah Rens diatas ranjang. Kini posisinya Nathan merangkak diatas tubuh Rens. Pandangan matanya seakan memburu, sedangkan Rens hanya diam terlentang.


Tangan nya mengelus lembut dari ujung kaki Rens hingga kepangkal pahanya yang mulus. Rens mengerang pelan dan menggeliat karna kegelian.


" Ahh....Nathan berhenti " erang rens.


Lama tangan nya bermain dipaha mulus Rens, Nathan pun menggerakan tangan nya masuk kedalam dress bagian bawah Rens.....


Rens semakin menggeliat kegelian, namun tiba-tiba gerakan tangan nya terhenti saat mendengar seseorang mengetuk pintu kamar mereka ....


Tokk...tok...tok


" Permisi Nona dan Presdir, Tuan Tara sudah menunggu untuk sarapan dibawah..... " ucao Seseorang yang berada dibalik pintu tak lain adalah Rina sang pelayan.


Rens terkejut dan langsung mendorong tubuh Nathan terjatuh disampingnya....


Nathan mengusap keringat diwajah nya, dia menarik nafas dalam-dalam.....


Sedangkan Rens beranjak dan merapikan dress dan rambutnya yang berantakan. Lalu menjawab....


" Baiklah kami akan segera turun.... "


Wajah Rens memerah, dia pun menoleh kearah Nathan lalu tersenyum meledek.....


" Ayo buruan sayang.....aku juga sudah laper pengen sarapan " ucap nya lalu berlalu kearah pintu.


Nathan pun beranjak dari ranjang dan segera memeluk Rens dari belakang. Ditenggelamkan wajahnya dipundak Rens.


" Maafkan aku sayang..... " ucap nya lirih.


" Maaf kenapa sayang ? " tanya Rens, sebenarnya dia mengerti ucapan Nathan.


" Aku hampir aja melalaikan janji ku.....maafkan aku " ucap nya lagi dengan semakin lirih.


" Tidak apa-apa sayang..... " Rens membalik kan tubuhnya, lalu diusapnya pipi Nathan dengan lembut.


" ....Cepatlah mandi, aku menunggu mu dibawah " ucap Rens lagi sebelum berlalu pergi


Nathan tersenyum menyigapi sikap istrinya itu....


Hampir saja jika tidak ada pelayan yang datang, mungkin saja dia telah melakukan hal itu kepada Rens. Mengingat dia telah berjanji untuk menunggu Rens siap....


" Tunggu sayang....pakai ini " Nathan memakaikan Blazzer panjang miliknya, tak lupa dia mengancing bagian depan nya.


Dia tak mau jika semua orang yang berada di Villa ini melihat tubuh istrinya itu termasuk Tara....


Rens membalas senyuman Nathan....


" Makasih sayang.... cepat yah aku tunggu "

__ADS_1


Nathan mengangguk lalu Rens membuka pintu dan melangkah menuruni tangga hendak menghampiri Tara juga Sheila.


...****************...


__ADS_2