Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~98


__ADS_3

Malam itu ditengah hujan deras Kevin mengantarkan Mia hingga pulang sampai depan pintu rumah nya menggunakan payung. Dia tidak mau jika wanita nya itu nanti akan jatuh sakit....


Mulai deh bucin-bucin nya Kevin.....😋


.


.


.


.


Setelah selesai mandi bersama dan melakukan pergulatan panas lagi saat mandi. Nathan kembali menggendong tubuh Rens keluar dari kamar mandi, mereka berdua kita sama-sama memakai piyama handuk.


Nathan menduduk kan Rens dikursi depan meja hias. Rens merasa bingung kenapa Nathan membawa nya kesana. Kaki dan ************ nya masih sakit dan terasa perih saat ini....


Kemudian Nathan berjalan menuju lemari pakaian mereka. Diambilkan nya dress santai dan pakaian dalam milik Rens. Tak lupa pakaian untuk nya juga, celana kain dan juga baju kaos hitam saja. Dia tidak merasa canggung atau ragu sedikit pun untuk melayani istri nya itu.....


Saat hendak menutup pintu lemari, tak sengaja Nathan melihat paper bag yang kemarin sore tempat belanjaan Rens. Sempat-sempat nya dia melihat isi paper bag tersebut, senyuman nakal kembali terlukis disudud bibir nya....


" Dia membeli tiga lembar....lucu sekali " ucap Nathan pelan....


Dia menutup lemari tersebut dan tak lupa memakai pakaian untuk nya terlebih dahulu. Nathan berjalan menghampiri Rens yang sedari tadi mengeringkan rambutnya menggunakan handuk putih kecil....


Dia tidak banyak memoles wajah nya memakai make up, terlebih dia hanya mengaplikasikan lipstik berwarna peach kesukaan nya pada bibir tipis nya....


Nathan memeluk Rens dari belakang, lalu dikecupnya pucuk kepala Rens. Lalu dia membisikan sesuatu ditelinga kanan Rens sembari menghirup aroma segar jeruk dari rambut Rens....


" Kamu cantik sayang.... " ucap Nathan berbisik.


Rens sedikit bergidik, bagaimana tidak jika hembusan nafas Nathan terasa begitu jelas mengenai batang lehernya....


Setelah itu tangan nakal Nathan menyusup memasuki sela-sela piyama handuk Rens. Masuk hingga meraba dua kembar kepunyaan Rens itu.


Membuat Rens semakin bergidik dan menggeliat kegelian....


" Nathan apaan sih lepasin akh...geli tau " ucap Rens setengah berteriak.


" ....Mesum " lanjutnya manyun.


" Kan mesum nya sama kamu aja ..... " Nathan kembali ingin memasukan tangan nya lagi kedalam piyama handuk Rens.


" Aku laper sayang..... " ucap Rens, entah itu benar atau alasan nya untuk membuat Nathan berhenti saat itu.


Jelas Nathan langsung menghentikan aksinya tadi, dia langsung memberikan dress dan pakaian dalam Rens tadi padanya....


" Jadi mau nya gimana? aku hubungi Kevin bawain makanan yah " ucap Nathan, sembari ia membantu Rens memakai Dress setelah Rens memakai sendiri pakaian dalam nya.


Sreett......Nathan membantu meresleting bagian belakang dress tersebut.


Lalu dia menggapai ponselnya yang berada diatas desk samping ranjang. Tak menunggu lama Nathan mulai menghubungi Kevin, beberapa kali namun tak ada jawaban dari Kevin....


" Tidak diangkat oleh nya... " ucap Nathan setengah kesal.

__ADS_1


" .....kita makan direstauran aja yah " lanjutnya.


" Tapi aku....kamu tau sendiri kan kaki ku masih gemetaran susah jalan " ucap Rens ragu dengan wajah merona.


" .....gimana kalau kamu masakin aja sayang " lanjutnya manja.


" hmm baiklah....demi istriku tercinta " sahut Nathan dan langsung mengecup kening Rens.


" Gendong aku Nathan.... " ucap Rens dengan manja nya.


" Hmm baiklah....Nyonya besarku " Nathan berbalik arah dan menggendong kembali Rens.


Dia berjalan keluar kamar lalu mendudukan Rens disofa ruang santai nya. Sedangkan dia berlalu menyusuri lorong kearah dapur...


Setelah beberapa menit sibuk memasak kan pasta rumput laut kesukaan Rens. Nathan pun kembali menuju ruang santai sembari membawa nampan berisi dua porsi pasta dan dua susu hangat....


Hujan masih begitu deras, Rens melamun memandangi tetesan air hujan yang membasahi balkon ruang santai dari balik pintu kaca tersebut...


" Mah....Pah.....apa kalian juga melihat jika sekarang Rens begitu merasa sangat bahagia " ucap nya pelan lalu tersenyum.


Nathan pun sedari tadi memandang nya dari kejauhan, dia juga mendengar perkataan Rens pada orang tuanya itu.


" Seperti nya dia merindukan orang tuanya .... " Bathin Nathan.


Nathan berjalan menghampiri nya dan menaruh nampan tersebut tepat didepan Rens diatas meja.


" Wahh...pasta rumput laut!! Makasih Sayang " ucap Rens dengan mata berbinar.


" Sama-sama sayang.....jangan lupa minum susu nya biar hangat " ucap Nathan tersenyum.


" Kamu yah dasar... " Nathan mengacak-acak rambut depan Rens.


" Hahaha .... "


" Hahaha .... "


Mereka tertawa bersama kemudian mulai menyantap sarapan yang baru saja dibuat oleh Nathan tadi....


Setelah selesai menyantap sarapan, mereka pun menonton tv bersama. Nathan masih uring-uringan enggan untuk bangun dari posisi nya sekarang.


Posisi yang akan menjadi favorite Nathan kedepan nya....


Nathan merebahkan kepalanya dipangkuan Rens diatas sofa, sedangkan Rens mengusap lembut kepala serta memain-mainkan rambut Nathan....


Sentuhan lembut Rens membuat Nathan semakin nyaman terhadap nya. Semakin pula dia takut untuk kehilangan Rens.


Hujan masih deras mengguyur setiap sudud kota pagi itu....


Rens bertanya pada Nathan kenapa dia tidak pergi ke kantor. Malahan Nathan terlihat seperti enggan untuk pergi saat itu, apa karna hujan atau hal lain? Entah lah...


" Sayang kamu tidak berangkat kekantor? " tanya Rens.


" Masih hujan sayang.... " jawab Nathan.

__ADS_1


Nathan semakin bermanja-manja pada Rens, ia menutup kedua matanya karna terlalu nyaman mendapat perlakuan lembut tangan Rens dirambut dan wajah nya...


" iya sih.... " ucap Rens sembari menengok kearah balkon.


" Lagian Kevin juga belum datang.....dihubungi juga tak jawab " sahut Nathan dengan nada males nya.


" Oh iya tumben Kevin jam segini belum muncul batang hidung nya... "


" ....dihubungin juga ngga bisa yah sayang " lanjutnya


Nathan hanya mengangguk dan kembali menutup matanya itu.


Entah apa yang sedang dilakukan Kevin sampai belum datang menjemputnya bahkan dihubungi tak menjawab sama sekali......


.


.


.


.


Pagi itu Mia terbangun dari mimpi indah nya semalam, mimpi datang nya pangeran berkuda putih yang datang menjemputnya menuju kebahagian mutlak.


Saat nyawa nya sudah mulai terkumpul, barulah dirinya tersadar dan cepat-cepat beranjak dari kasur kecil dipinggir ruangan sempit tersebut.


" Astaga....Aku hampir saja lupa, Kevin " ucap nya sembari menepok jidad nya sendiri.


Buru-buru ia langsung membuka pintu kamar nya dan melihat keruang tamu yang juga menjadi ruang santai nya. Benar saja, disofa berwarna hijau tua yang sudah sedikit usang dimakan usia tersebut. Pangeran berkuda putih nya yang ia mimpikan semalam sedang tertidur pulas nya.


Dia ingat jika semalam hujan begitu deras dan keadaan listrik dirumah nya sedang padam. Kevin yang mengantar kan nya sampai depan rumah, tidak tega untuk meninggalkan nya sendirian. Dengan keadaan yang tidak memungkin kan tersebut.


Padahal yah hal seperti itu sudah sering terjadi padanya, namun Kevin tetap bersikeras. Baginya keselamatan wanita yang kini adalah milik nya tersebut paling utama.


Walaupun semalaman dia sedikit susah untuk terlelap. Diganggu oleh nyamuk-nyamuk nakal, sofa yang terlalu kecil membuat kaki nya tertekuk saat berbaring, serta deras nya hujan yang membuat nya kedinginan. Setelah Mia menyelimuti nya dengan selimut barulah Kevin mulai bisa tenang dan nyaman dalam tidur nya...


Tetapi semua itu malah membuatnya semakin kagum akan Mia. Wanita nya itu bisa menjalani kehidupan yang jauh dari kata cukup dirinya.....


Hasrat nya untuk membuat kehidupan Mia berubah semakin besar. Dia akan membawa Mia ke kehidupan yang layak, dan tidak perlu berusaha keras untuk bekerja. Mengingat Mia bekerja ditoserba yang pemilik nya sangat garang kepadanya....


Untung saja waktu itu dia bisa menahan diri, jika tidak pasti leher pemilik toserba itu sudah dipatahkan oleh nya ..... Serem banget😱😱😱


Mia mendekat menghampiri Kevin yang masih terlelap dalam tidur nya. Kemudian dia berjongkok tepat didepan wajah Kevin.


Ditatapi nya wajah sendu Kevin yang menggemaskan baginya ketika tertidur. Tanpa sadar sunggingan senyuman terlukis digaris bibirnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2