Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~78


__ADS_3

Keesokan paginya Nathan berangkat menggunakan mobil sport mewah milik nya. Karna akan perjalanan jauh jadi dia menggunakan mobil itu.


Sedangkan Kevin seperti biasa mengantarkan Rens kekampus nya terlebih dahulu sebelum kekantor.


Sebelum mereka sama-sama berangkat. Nathan terlebih dahulu berpamitan kepada istrinya itu.


Mereka saling berpelukan lama, Rens begitu erat memeluk Nathan. Seakan-akan tqk merelakan kepergian suami nya itu. Bagaimana tidak jika mereka akan bertemu 2hari kedepan nya lagi.


" Sayang, aku harus berangkat jika kau tidak melepaskan pelukan mu bagaimana aku pergi? " ucap Nathan, sembari ia mencoba melepaskan dekapan Rens.


" Aku ngga mau....nanti kalau kangen gimana? " ucap Rens cemberut.


Nathan pun melepaskan pelukan Rens ,lalu dipegang nya kedua pundak Rens dan ditatap nya dalam-dalam wajah istri nya itu.


" Sayang, aku ngga lama kok " ucap Nathan


" .....aku pergi dulu yah, bye.....cups " lanjut Nathan, sembari ia mengecup kening istri nya dengan mesra.


" Hmm...hati-hati dijalan " Rens melambai kearah Nathan, yang kini sudah berada didalam mobilnya. Nathan pun membalas lambaian tangan Rens, lalu ia mulai menancap gas pergi.


Begitu pun dengan Kevin dan Rens yang bergegas berangkat kekampus terlebih dahulu lalu kekantor.


.


.


.


Nathan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju kediaman keluarga Louis.


Diperjalanan dia tidak bisa berhenti memikirkan Rens, apakah yang dilakukan nya sekarang ini salah? karna dia tidak memberitahukan Rens jika dia pergi bersama Sheila?


" Sudah lah .....nanti setelah pulang saja aku akan menceritakan yang sebenar nya pada Rens..... " Bathin Nathan.


Sampailah Nathan didepan rumah kediaman keluarga Louis. Nathan memarkirkan mobil nya lalu ia keluar dari mobilnya.


.


.


.


Didalam sana Sheila sedang berjalan menuruni anak tangga satu persatu, sembari membawa tas Ransel milik nya.


Tara yang melihat nya pun menghampiri Sheila.

__ADS_1


" Kau akan kembali hari ini juga? kenapa tak bilang padaku? " Sapa Tara pada Sheila.


" hmm...iyaa nih, kamu ngga ke kampus? " Jawab Sheila yang disusul pertanyaan.


" Aku ada kelas siang..... "


" ....Aku antar yah, " lanjut Tara.


Tara merampas tas yang dibawa oleh Sheila, lalu ditarik nya tangan Sheila berjalan keteras luar.


" Eh ngga usah....aku bisa sendiri kok " ucap Sheila.


" Udah ngga papa kok....aku senang bisa bantuin kamu " sahut Tara tersenyum manis.


Sheila pun pasrah akan perlakuan Tara padanya. Sesampai nya diteras luar langkah Tara seketika terhenti, saat melihat Nathan sedang berdiri disamping mobil nya.


Tara mendengus kesal sungguh sial fikirnya, pagi-pagi seperti ini sudah bertemu dengan Nathan.


Sedangkan Sheila hanya bisa diam, wajah nya terlihat khawatir. Dia takut jika Tara akan marah jika mengetahui Nathan lah yang mengantar nya kembali ke pabrik, walupun alasan pekerjaan...


" Brengsek cih....ngapain lagi dia disini, jangan bilang... " Bathin Tara.


Tara pun menoleh kearah Sheila, tatapan tajam Tara membuat Sheila tertunduk. Dia sadar jika saat ini Tara pasti marah.


Tara melepaskan gandengan tangan nya pada Sheila dan berjalan menghampiri Nathan. Sedangkan Nathan merasa ada yang aneh, dahi nya mengkerut dan alis nya menjungkit satu. Saat melihat Sheila dan Tara yang bergandengan tangan.


Prok...prok...prok


Tara menepuk kedua tangan nya, dia menatap Nathan dengan begitu sinis.


" Apa tidak cukup bagimu telah memiliki Rens, kau mau mendekati Sheila lagi...hahaha Brengsek " Ketus Tara pada Nathan.


Nathan sedikit geram, dia hanya menarik nafas dalam-dalam. Jangan sampai dia ikut tersulut emosi karna perkataan dari Tara.


Toh yang dibicarakan Tara itu tidak benar, dia dan Sheila hanya tentang pekerjaan saja. Dia juga belum memutus kan apa-apa terhadap Sheila, yang ada difikiran nya sekarang adalah bagaimana caranya untuk menjelaskan semuannya kepada Renesmee.


" Sebaiknya tutup mulut mu itu, aku sedang tidak ingin berurusan dengan mu pagi ini!! pergi sana " ucap Nathan santai, dia melambaikan tangan nya isyarat mengusir Tara.


" Aku memang tidak tahu niat mu terhadap Sheila apa, tapi ingat dia bukan lah salah satu wanita yang bisa kau dekati.... " Jelas Tara dengan Nada mengancam.


Nathan pun terkekeh mendengar ucapan Tara, dia pun meludah kesamping....


" Cihh...aku tidak perlu ocehan mu, jika kau tidak tahu apa-apa sebaiknya jauh " Ucap Nathan sedikit menantang.


Nathan mendekat kearah Tara lalu digapai nya gagang pintu mobil dan dibuka nya dengan kasar hingga membuat Tara tersentak kedepan.

__ADS_1


" Haaiisssh..... " Tara melayang kan tinju nya kewajah Nathan.


Sebelum tinjuan tangan Tara menyentuh wajah Nathan, Sheila berlari dan menahan tangan Tara.


Tara terkejut dan tersadar dia langsung berbalik menatap Sheila.


" Jika ada sesuatu segera hubungi aku, hati-hati lah padanya.... " ucap Tara sembari ia memegang kedua pundak Sheila.


Raut wajah ke khawatiran nampak sangat jelas diwajah Tara, Sheila yang melihat nya pun tersenyum tipis.


Dia merasa bahagia karna Tara nampak sangat Khawatir kepada nya. Sedangkan Nathan sedikit muak melihat drama pagi ini.


" Jika kau sudah selesai, sebaiknya cepat masuk kita akan terlambat " ucap Nathan dingin.


" Aku pergi dulu.....bye "


Sheila pun masuk kedalam mobil Nathan lalu ditutup nya pintu mobil, sembari ia terus menatap Tara dari balik kaca mobil.


" Jika kau menyakiti Rens lagi, aku ngga akan segan kali ini untuk membawa nya jauh dari mu " ucap Tara, mengancam Nathan.


Nathan menatap tajam Tara, ingin rasanya dia melayang kan tinjuan ke wajah songong Tara. Bagaimana tidak jika Tara mengancam akan membawa pergi istri tercinta nya.


Nathan pun mengurungkan niat nya itu, dia memilih untuk tidak menghiraukan Tara dan langsung masuk kedalam mobil.


Ditutup nya pintu mobil dengan begitu kasar. Kemudian dipasang nya sabuk pengaman begitu pun dengan Sheila. Dia sedikit ngeri dan takut melihat tatapan wajah dingin Nathan.


Nathan pun mulai menancapkan gas lalu melaju dengan kecepatan sedang . Meninggal kan Tara yang masih berdiri menatap kesal kepergian Nathan.


" Aghh....Sialan memang " dengus Tara, sembari ia menendang batu kecil dibawah kakinya.


Tiba-tiba saja ponsel nya pun berdering, dengan cepat dirogohnya saku celana nya. Dilihat nya terlebih dahulu siapa yang menelpon nya.


Matanya pun membulat seketika, saat melihat nama pemanggil nya adalah Renesmee. Dengan sigap Tara pun mengangkat nya.


" Hallo Rens..... " Sapa Tara.


" Hai Tar....kamu dimana? ngga kekampus ? " Tanya Rens disebrang sana.


" hmm aku dirumah ada kelas siangan....kenapa emang? kamu dimana? "


" Aku dikafe samping kampus... "


" ...kamu kesini temenin aku yah, Mia lagi ada kelas " lanjut Rens dengan nada memohon nya.


Tara pun tersenyum, dengan semangat dia menjawab....

__ADS_1


" Baiklah, kamu tunggu aku 15menit lagi...bye " Tara pun memutuskan panggilan terlebih dahulu.


Setelah itu dia berlari buru-buru masuk kembali kedalam rumah menuju kamar nya. Dengan cepat dia bersiap-siap untuk bertemu dengan Rens...


__ADS_2