Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 42


__ADS_3

"Apa ada yang salah dengan wajahku, hingga kau terus menatapku dengan tak berkedip" ucap Nathan, membuyarlkan lamunan Rens.


"Eh....maaf Tuan" ucap Rens malu kemudian wajahnya tertunduk memerah. Nathan pun tersenyum kecil melihat tingkah Rens.


"hmm....Baiklah kalau begitu aku akan menyuapimu" ucap Nathan mengambil garpu dan juga kotak tempat pasta.


"Tidak usah tuan aku bisa kok makan sendiri...." ucap Rens membantah.


"Tadi itu cuman sakit sedi......mmmm" belum selesai Rens berkata, tiba-tiba Nathan langsung menyuapi segulung pasta kemulut Rens hingga mau tak mau Rens harus mengunyah nya.


"Sudah gak usah ngebantah...ini demi kebaikanmu juga" ucap Nathan yang menyendok beberapa kimchi lalu kembali menuapi kemulut Rens.


"Apa kamu mau sup tauge juga?" Tanya Nathan, yang dibalas anggukan oleh Rens. Nathan pun menyendok sup tauge lalu menyuapi Rens lagi.


Surrpp....


"Ahhh.....enak banget tuan" ucap Rens.


"kalau enak habiskan" ucap Nathan tersenyum.


"mm.....Tuan kenapa kau tidak makan juga...mmmm" ucap Rens setengah mengulum beberapa makanan yang disuapi Nathan.

__ADS_1


"Aku gampang aja ....yang terpenting dirimu harus makan lalu minum obat yang sudah diberikan oleh Dokter Bryan" jawab Nathan.


Rens pun menggapai perlahan salah satu sushi dan mengarahkan kearah mulut Nathan. Nathan terkejut dengan apa yang dilakukan Rens. Jantungnya berdegup kencang.


"Tuan....kenapa bengong ayo makan" ucap Rens.


"Kau saja yang mak....mmmm" belum selesai berkata Rens memasukan sushi tersebut kedalam mulut Nathan. Mau tak mau Nathan pun harus mengunyah dan menelannya.


"hahaha....Tuan wajahmu lucu jika sedang mengunyah sushi yang besar" Rens tertawa lepas melihat mulut kembung Nathan saat dia menyuapinya sushi yang besar. Nathan pun ikut tertawa sembari mengunyah sushi itu.


"wajahmu pun tak kalah lucu....ada beberapa cabai menempel diwajahmu seperti anak kecil yang sedang memakan bekal sekolahnya....hahaha sini-sini" Nathan tertawa sembari mengambil tisu dan mengelap sisa cabai yang ada dipinggiran bibir Rens.


Deg....


"Nathan.....bisakah aku menjadi seseorang yang penting didalam hidupmu? Sepertinya aku mulai menikmati hidup ini bersamamu" Gumam Rens.


"Damai sekali perasaanku saat menatap wajahnya seperti ini" bathin Nathan.


Beberapa detik kemudian keduanya tersadar dari lamunan masing-masing. Nathan pun memalingkan wajahnya kearah lain begitu pun dengan Rens.


"hmm....apa kau mau minum?" Nathan berusaha mencairkan suasana tegang itu. Rens pun hanya mengangguk, nampak wajah mereka berdua memerah karna malu.

__ADS_1


Nathan pun membukakan botol minuman yang telah dibelinya tadi, lalu menyodorkannya kepada Rens.


Setelah ketegangan itu pun, mereka kembali menyantap makanan yang tersisa dan menghabiskannya dalam suasana diam tanpa berkata apapun.


Tiba-tiba saja......Rens mengerang kesakitan.


"Agghh.......sakit" erang Rens.


"Ada apa? Apa yang sakit?" tanya Nathan panik.


"Tanganku......" ucap Rens, memegangi pergelangan tangan kanan nya yang diinfus Dokter Bryan.


"Coba sini aku lihat....." Nathan memegang tangan Rens dan memeriksanya dengan lembut.


Deg.......


Tiba-tiba saja jantung Rens berdetak dengan hebatnya, seiring dengan sentuhan lembut Nathan pada tangannya.


"Lembut sekali sentuhannya....Nathan seperti nya aku memang sudah jatuh cinta padamu!! Namun aku sadar aku hanya Wanita Pelunas Hutang bagimu...." Bathin Rens menangis.


Dipandanginya terus-menerus wajah panik Nathan yang sedari tadi memeriksa keadaan tangannya. Sampai akhirnya lamunannya tersadaAr saat Nathan membalas menatapnya lekat...

__ADS_1


__ADS_2