Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Rencana gagal...


__ADS_3

" Gitu dong.....jangan berantem lagi yah, kalian kan juga saudara " ucap Rens.


Dia menggapai tangan Nathan....


" Bener tuh.... " sahut Mia sembari merangkul lengan kanan Kevin.


Rens merasa ada yang aneh, dia melihat Nathan yang masih memalingkan wajah yang nampak memerah.


" Tapi Sayang kok wajah kamu merah sih.... " Rens menegur Nathan yang terus memalingkan wajah.


Nathan diam tak menjawab, sedangkan Kevin tersenyum dan saat hendak berbicara...


" Sebenarnya Nathan tadi--- " Kevin tercekat.


Dengan cepat Nathan langsung menoleh dan melotot kearah Kevin, mengisyarat kan Kevin untuk diam. Kevin pun tertawa begitu lepasnya, membuat Mia dan Rens langsung terheran-heran melihat tingkah kedua pria itu.


Setelah itu pun mereka berempat sama-sama pergi dari taman itu. Rens dan Nathan langsung menuju kerumah utama sedang kan Kevin mengantar Mia terlebih dahulu ke apartemen nya....


Barbara begitu khawatir pada Kevin, karna Kevin yang tidak pulang semalaman dan hampir dua malam jika saekarang dia tidak pulang kesana.


Nathan sudah menceritakan semuanya pada Barbara mengenai Kevin. Hingga membuat Barbara terkejut, dia sangat ingin bertemu dan memeluk Kevin saat itu juga.


Dia sangat mengerti bagaimana perasaan Kevin....


****


Barbara memeluk Kevin dengan begitu eratnya, air matanya sedari telah tumpah dengan derasnya. Sayangnya dia pada Kevin sudah seperti dia menyayangi Nathan....


" Kevin Mamih minta maaf atas keegoisan anak Mamih.... "


" ....Mamih tau pasti kamu juga sangat merindukan orang tuamu selama ini, hiks hiks "


Barbara terus menangis didekapan Kevin. Tanpa sadar pun Kevin ikut meneteskan air matanya.


" Tidak Mih....Nathan tidak salah sedikit pun, malahan Kevin yang berterima kasih pada keluarga ini yang telah merawat dan membesarkan Kevin hingga seperti sekarang " tutur Kevin.


" Mamih begitu menyayangi dirimu Kevin, bahkan Perasaan takut Mamih lebih besar dari perasaan takut Nathan akan kehilangan mu, hiks " ucap Barbara yang terus menangis hingga terisak.


" ... Sekarang kamu harus kembali ke keluarga mu Sayang " lanjut Barbara mengelus wajah Kevin dengan lembut.


Tatapan matanya begitu terlihat tulus kepada Kevin...


Sedangkan disisilain, Nathan dan juga Rens merasa haru melihat Barbara serta Kevin. Sampai-sampai Rens ikut meneteskan air matanya dipelukan Nathan.


" Kevin ngga pergi jauh Mih....Kevin juga tidak akan meninggalkan Mamih juga Nathan "


" ....nyatanya Kevin masih disini kan "


Kevin mengusap lembut air mata Barbara yang basah dipipinya. Lalu kembali ia memeluk wanita paruh baya yang selama ini sudah dianggap nya sebagai ibu nya sendiri....


" Jadi kapan kamu akan memberi tahu keluarga Louis tentang kebenaran ini Sayang... "

__ADS_1


tanya Barbara sembari menoleh kearah Nathan dan kevin secara bergantian.


" Entahlah....masih ada yang harus kami selesaikan Mih, tapi secepat nya kami akan memberitahu mereka " jawab Nathan.


" ....Mereka juga berhak tahu jika anak yang selama ini mereka cari-cari telah ketemu " lanjut Nathan tersenyum pada Kevin.


Kevin mengangguk dan membalas senyuman Nathan...


Setelah keharuan tersebut mereka berempat memutuskan untuk makan malam bersama. Makan malam layak nya keluarga penuh dengan obrolan hangat dan canda tawa.


Karna hari sudah terlalu malam, Nathan dan Rens pun memutuskan untuk menginap disana....


*****


Didalam kamar Nathan, kamar tempat malam pertama Nathan dan juga Rens. Saat itu Rens pingsan dan tidur begitu nyenyak nya setelah pesta pernikahan mereka.


Seperti biasanya jika sebelum tidur Nathan dan Rens akan mengobrol santai diatas ranjang mereka. Kali ini posisinya Nathan duduk dan Rens rebahan dipaha Nathan...


Sembari membaca sebuah buku, Nathan mengelus-elus kepala istrinya itu. Sedangkan Rens sibuk memainkan ponselnya. Dia sedang browsing internet tentang kehamilan di trimester pertama....


Melihat Rens yang begitu seriusnya memainkan ponsel, Nathan mengerinyitkan dahinya. Lalu dicubitnya lah hidung Rens pelan membuat Rens terkejut dan meringis pelan...


" Aww....sakit tahu " ringis Rens manyun dan memegang hidung nya.


" Bohong...orang aku pelan aja kok " elak Nathan yang terkekeh.


" Memang sakit kok....jahat " ucap Rens memutar bola matanya malas.


" Bohong....lagian apaan sih yang diliat sampe serius gitu? " tanya Nathan menatap dengan menyelidiki.


Kegugupan Rens semakin membuat Nathan curiga, dia pun hendak merampas ponsel Rens. Namun dengan cepat Rens menghindari nya.


" Sini aku liat, aku mau baca juga "


" Engga ada sayang, ngga ada yang aneh kok... " Rens bangun dari rebahan nya.


Kini mereka saling berhadapan, wajah Rens semakin terlihat gugup. Sedangkan Nathan semakin penasaran, dia menatap Rens dengan menyipitkan matanya dan alis menjungkit satu.


" Berikan padaku....aku mau lihat "


Nathan menutup matanya menghela nafas panjang dan mengulurkan tangan nya kedepan. Meminta agar Rens mau memberikan nya secara sukarela, sebelum ia bertindak....


Rens diam dan menggelengkan kepalanya...


" Ayolah Sayang, sebelum aku yang merebutnya paksa... "


Nathan tersenyum licik, tetapi Rens masih menggelengkan kepalanya membuat Nathan menghela nafas kembali.


" Baiklah.... "


Nathan mengangguk menutup matanya....

__ADS_1


Sesaat kemudian kembali ia menyerang Rens hendak mengambil ponselnya. Tetapi Rens juga tak mau kalah dia semakin menghindar dari Nathan.


Berputar-putar diranjang hingga seprai serta selimut dan bantal berserakan dilantai terhambur. Akhirnya Nathan berhasil menahan Rens yang kini berada dibawah tubuhnya.


Dia menindih tubuh mungil Rens dengan begitu kuatnya....


Mata keduanya pun saling bersitatap, deruan nafas Nathan mengenai batang hidung Rens. Lansung saja Rens mengecup bibir sexy Nathan yang begitu menggoda.


Hasrat dalam tubuh Nathan pun seketika mencuat keluar. Keinginan nya untuk menjamah tubuh istri nya kembali merasuki nya...


Dengan sorot mata sayu dan nafas yang berat Nathan mencium daun telinga Rens. Lalu membisikan sesuatu yang membuat Rens bergidik tertawa kecil....


" Sayang aku mengingin kan mu malam ini.... " bisik Nathan lalu kembali menatap wajah istrinya.


Rens bergidik dan tertawa kecil dan menjawab Nathan dengan kata-kata yang membuat Nathan semakin tak tahan...


" Boleh sayang, tapi pelan-pelan aja yah.... " ucap Rens tersenyum nakal dengan pipi yang merah.


Mendapat jawaban pasti, Nathan pun langsung mencium bibir Rens dengan begitu dalam. Rens membalas nya dengan pasrah tak ada tanda-tanda penolakan darinya.


Mereka berdua pun larut dalam ciuman panas itu, saling mel**at, melilit, dan saling bertukar saliva. Sehingga mbuat suara decakan khas yang erotis...


Malam itu kembali lagi mereka melakukan aktivitas panas mereka. Nathan mencumbui istrinya hingga tiga jam lebih. Semua hasrat yang ia pendam selama seminggu ini, dikeluarkan nya malam itu juga.


Setelah selesai bergulat, karna sama-sama merasa lelah mereka berdua pun langsung terlelap. Menuju alam mimpi masing-masing sambil berpelukan didalam selimut yang tebal.


****


Disisi lain....


Seorang pria sedang meluapkan amarah nya dengan memukul-mukul kasar setir kemudinya. Menatap dua sosok pria yang sedang berpelukan dan bercengkrama dengan akrabnya.


Pria itu tak lain adalah Jimmy, dari kejauhan dia memata-matai Nathan dan juga Kevin. Yang sedang duduk disebuah bangku taman saling mengobrol...


Awalnya Jimmy tertawa licik melihat kedua pria didepan sana tidak menampakan tanda-tanda baikan. Jimmy begitu puas dengan ide nya yang dianggapnya sudah perfect. Untuk membuat Nathan dan Kevin bertengkar....


Tetapi berselang beberapa menit kemudian, Jimmy berteriak keras dan mengusap wajah nya dengan kasar. Saat melihat Nathan dan Kevin ternyata dengan secepat ini berbaikan.


Dia memukul-mukul kasar setir kemudinya, hingga membuat kedua tangan nya membengkak. Dia mencaci, memaki, dan mengumpat kan kata-kata kasar dari mulut busuknya.


Dia begitu geram dan kesal karna rencana nya yang tidak berjalan lancar.....


Dia pun menyipitkan kedua matanya, saat melihat Rens dan Mia yang menghampiri kedua pria tadi. Jimmy tersenyum miring, Rencana licik baru kembali terbesit dibenaknya. Apa lagi yang akan dia lakukan.....?


" Lihat saja Nathan, aku pasti akan membalas mu.... "


Ucap Jimmy dengan nada mengancam, sebelum ia menyalakan mesin mobilnya. Lalu ia memutar setir kemudi berbalik arah dan pergi dari sana.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa untuk like, vote ,dan komen nya yah guys😊😊😊


__ADS_2