Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~91


__ADS_3

Rens menghembuskan nafasnya lega, dia menutup kedua matanya dan kembali mengatur pernafasan nya. Dia mengira jika pria yang sedang dibicarakan Sheila adalah Nathan suaminya.....


Sedangkan Sheila terkejut melihat pipi Rens yang basah karna air mata....


" Hei....kamu tidak apa-apa? Kenapa menangis " tanya Sheila cemas.


" Aku baik-baik aja kok, apa kau sangat mencintai nya " ucap Rens kembali bertanya untuk meyakinkan.


" Hmm....aku sangat mencintai nya!! Namun aku tahu jika hatinya bukan untuku saat ini, tetapi aku akan berusaha kedepan nya " jawab Sheila dengan raut wajah sedih.


" Bagaimana dengan masa lalumu? Jika kau mengingatnya kembali dan ternyata dulunya kamu memiliki kekasih apa yang akan kamu lakukan " tanya Rens sedikit antusias.


" hmm....kenapa kalian selalu bertanya tentang masa laluku ? Meskipun beberapa hari ini aku seperti melihat potongan-potongan ingatan didalam kepalaku sekilas... "


"....tetapi aku tidak terlalu memikirkan nya, aku akan tetap memandang kedepan untuk mengejar cintanya " lanjyt Sheila gigih.


Tanpa sadar sunggingan senyuman terlukis dibibir Rens. Apakah pernyataan barusan dari Sheila bisa menjadi pegangan untuk Rens? Dia semakin yakin tidak ada yang perlu dikhawatirkan nya.....


Sheila pun bertanya kepada Rens tentang hubungan nya terhadap Nathan. Dia bertanya mengenai rencana mereka tentang memiliki anak. Tetapi jawaban dari Rens sangat membuat Sheila terheran-heran, dan semakin penasaran apa alasan nya.....


" Bagaimana dengan mu? " tanya Sheila.


" Hah? Aku? Hmm " Rens ragu-ragu.


" Apakah kalian telah merencanakan untuk memiliki anak ?" tanya Sheila lagi


" hmm aku tidak tahu " jawab Rens.


" Kenapa? " raut wajah Sheila heran.


" Melakukan malam pertama saja belum " sahut Rens dengan sedikit sedih.


" Kalian belum melakukan nya? Kenapa? " tanya nya lagi


" .....apa Presdir tak mau melakukan nya? Tetapi aku lihat dia begitu sangat mencintai mu!! Bahkan saat aku menanyakan bagaimana perasaan nya terhadapmu, dia bilang sangat mencintai istrinya " lanjut Sheila menjelaskan.


" Benarkah? Bukan dia yang tak mau, tetapi akulah yang menolak nya!! Aku rasa dia ingin sekali melakukan nya " jawab nya polos.


" Jika dia sudah membuka hatinya untukmu cobalah untuk membuka hatimu juga padanya, itu memang sudah kewajiban mu sebagai seorang istri!! Percaya diri saja.... " Sheila berusaha meyakinkan Rens.


Belum sempat dijawab oleh Rens, Nathan pun menghampiri mereka berdua. Dan tiba-tiba merangkul pundaknya...


Rens sedikit terkejut dan wajah nya memerah karna malu. Mengingat pembicaraan nya bersama Sheila. Sedangkan Sheila hanya tersenyum kecil melihat tingkah malu-malu Rens yang lucu.....


" Kalian sedang membicarakan apa? " tanya Nathan penasaran.


" Ti-tidak ada " jawab Rens gugup.


" Kenapa wajahmu merah sayang? " Nathan bingung melihat sang istri yang tersipu malu

__ADS_1


" Engga kok, biasa aja! Udah selesai sarapan nya ?kalau begitu ayo kita pulang.....biar sampe dirumah ngga kemaleman " Rens mengalihkan pembicaraan.


" hmm baiklah terserah Nyonya Besar ku saja.....muach " satu kecupan mendarat dikening Rens.


" ihh apaan sih malu tau, tuh ada Sheila dmsama Tara " ucap Rens malu.


" Biarkan saja.....aku mau panasin mobil dulu yah sayang " Nathan berlalu meninggal kan teras.


Tara pun menghampiri Sheila juga Rens. Raut wajah bete nya masih nampak begitu jelas.....


" Kalian sudah mau pulang ? " tanya Tara.


" hmm....makasih yah Tar, udah mau anter aku kemarin " ucap Rens.


Sheila hanya tersenyum diam....


" Sama-sama.... " balas Tara.


" Kalau begitu aku juga mau berangkat kepabrik.... " ucap Sheila pamit.


" .....Rens semangat " lanjutnya menyeringah.


Wajah Rens merona dibuat nya, dia mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Sheila tentang semangat. Sheila pasti menyemangati nya untuk tidak takut dan percaya diri tentang melakukan itu.....


" Kamu juga semangat ..... " balas Rens, yang tak kalah membuat Sheila merona terlebih dihadapan Tara.


" Kamu hati-hati yah dijalan....aku pergi dulu " ucap Tara yang segera pergi meninggalkan Rens.


Ternyata Tara mengejar Sheila....


" Shei.....tunggu " teriak nya.


Langkah Sheila terhenti.


" Ada apa Tar..... " tanya nya bingung.


" Aku antar kepabrik.... " ucap nya.


" tapi....aku.....yasudah lah terserah kamu saja " Sheila setuju.


Sembari dia tersenyum melihat kearah belakang sana, Rens yang sedang memerhatikan mereka berdua. Sheila pun kembali melambai sebelum menjauh dari pandangan Rens....


Rens membalas lambaian tangan Sheila, dia begitu bersyukur saat ini yang ia takuti sudah memiliki jawaban pasti.


Terlebih dia ikut bahagia dan mendukung hubungan Sheila juga Tara. Sheila adalah wanita yang baik hati dia sangat cocok untuk Tara yang juga memiliki hati yang baik, begitu fikirnya......


Setelah kepergian Sheila juga Tara, Nathan dan Rens bersiap untuk balik pulang kekota. Pakaian basah Rens yang semalam sengaja ia tinggal, kali aja dia akan berkunjung kesana lagi.....


Nathan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Mereka memilih untuk tidak menggunakan Ac saat itu. Nathan dan juga Rens sengaja membuka kaca mobil dan membiarkan angin sejuk pagi masuk.

__ADS_1


Terlebih mereka ingin sekalian memanjakan mata melihat pemandangan indah disepanjang jalan....


" Jangan lebar-lebar buka kaca jendela nya sayang....angin nya terlalu kencang nanti kamu sakit " ucap Nathan sembari masih fokus menyetir.


" Aku bukan anak kecil lagi sayang... " bantah Rens yang masih sibuk memperhatikan keluar jendela.


" Jangan membantah ku sayang..... " ucap Nathan dengan nada lembut serta sedikit mengancam.


" Baiklah ...." sahut Rens.


Rens sangat tahu jika Nathan tidak suka jika seseorang membantah omongan nya. Jadi dia memilih untuk menuruti perkataan Nathan saat itu. Dinaikan nya hingga setengah kaca mobil disamping nya......


" Bagitu dong nurut...... " ucap Nathan.


Nathan tersenyum kearah Rens dan tangan kanan nya membelai kepala Rens dengan lembut. Begitu pun Rens yang langsung bersandar dengan manjah dilengan kanan suami nya itu.....


.


.


Selama empat jam diperjalanan dengan kecepatan sedang akhir nya mereka sampai diapartemen Nathan pukul 12 siang.....


Sebelum menuju unit nya, Nathan mengajak Rens untuk makan siang direstauran yang ada digedung apartemen itu juga. Mengingat jika sudah waktunya jam makan siang.....


Mereka memesan tempat yang berada didalam ruangan agar tidak terlalu panas karna matahari siang begitu terik. Seperti biasa Manager restauran yang langsung melayani mereka berdua...


Setelah selesai makan siang barulah mereka kembali ke unit apartemen Nathan. Saat baru saja keluar dari dalam lift Nathan langsung bergegas masuk kedalam ruang kerjanya. Sedangkan Rens memilih untuk merebahkan tubuhnya diatas sofa yang ada diruang santai sembari menonton TV.....


" Sayang kamu istirahat lah ...aku mau urus kerjaan dulu " ucap Nathan yang berlalu keruang kerja nya.


" hmm jangan lama-lama yah!! Pasti kamu juga capek karna perjalanan jauh tadi " ucap Rens yang juga berlalu keruang santai.


Mereka berpisah ditengah-tengah lorong yang menghubungkan semua ruangan.....


Didalam ruangan nya, Nathan langsung merogoh sakunya mencari ponsel. Setelah itu dia menghubungi Kevin untuk menanyakan tentang pekerjaan nya. Nathan memang seorang pria yang tidak bisa tenang sehari saja tanpa kerja....


Rens yang menunggu Nathan dengan berbaring disofa, akhirnya tidak bisa menahan kantuk nya. Dia pun tanpa sadar terbawa kealam mimpi disiang hari.....


****


Kevin berada dimeja kerja nya sedang mengerjakan beberapa laporan. Tidak lama kemudian ponselnya berdering. Dengan cepat dia langsung mengangkat nya karna itu panggilan dari Nathan.....


Nathan menanyakan bagaimana keadaan kantor, dan apakah pekerjaan yang dia suruh dikerjakan dengan benar.


Setelah Nathan memutuskan panggilan nya, Kevin pun baru tersadar jika sudah waktunya jam makan siang. Saking terlalu fokus mengerjakan laporan dia sampai lupa untuk makan siang....


Kevin pun berniat untuk makan siang dicafe terdekat saja....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2