
Kevin melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat didaerah itu. Sesampainya disana langsung saja Nathan menggendong Rens masuk keruangan UGD, disusul oleh Mia dan juga Kevin dibelakang nya...
Mia terlihat begitu panik saat menunggu diluar ruang UGD tersebut. Dia terus menerus mondar-mandir sambil menggigit kuku jemari nya karna panik. Sedangkan Kevin berusaha untuk menenangkan Mia sedari tadi....
(Pesan untuk para readers Bee\= Bi...okay happy readings
" Tenang lah Bee....dia pasti akan baik-baik saja "
" Tapi Bee....hiks hiks "
Kevin merangkul Mia dan mengajak nya untuk duduk dikursi yang telah disiapkan untuk penunggu pasien. Diaenangis dipelukan Kevin.
Sedangkan Nathan, ia setia menemani Rens yang kini sedang diperiksa oleh dokter. Beberapa tes telah dilakukan dokter serta suster pada tubuh Rens....
Nathan menatap sendu wajah istrinya yang masih belum sadar itu. Air mata nya sedari tadi menetes meskipun tidak deras, tapi begitu nampak diwajah tampan nya.
Beberapa suster dan penunggu pasien yang seorang wanita. Saling berbisik membicarakan Nathan, bagaimana tidak jika sekarang ini wajah panik dan cemas Nathan begitu menggemaskan dimata mereka.
Matanya yang sembab, hidungnya merah dan suara sangau nya, bahkan rambut Nathan yang kini acak-acak kan. Malah menambah pesona nya saja.
" Coba lihat so sweet sekali.... "
" Suami nya ikut menangis saking sayang nya pada istri nya "
" benar....benar iri sekali yah "
" Berharap punya suami tampan dan penyayang juga "
" Suami idaman yah, aku iri sekali "
" Tampan sekali suami nya yah, mana peduli banget sama istrinya "
" Andai aku punya suami seperti dia wahh "
" Pasti istrinya begitu bahagia yah "
Dan masih banyak lagi, sanjungan orang-orang yang berada disana. Yang menjadi saksi kepanikan dan kecemasan Nathan....
Dokter pun selesai mengecek keadaan Rens, dan langsung menjelaskan kepada Nathan mengenai keadaan nya. Nathan dengan seksama mendengarkan penjelasan dari dokter tersebut..
" Nyonya Renesmee, tidak ada yang serius melainkan hanya kelelahan dan sedikit Syok "
" ....sebaiknya untuk sementara jangan memancing pembicaraan yang mengundang kecemasan dirinya "
" Baiklah Dokter....saya mengerti "
" .....tapi berapa lama lagi dia akan sadar? "
" Tuan Nathan tak perlu khawatir, segera Nyonya Renesmee akan sadar "
" ....Kalau begitu saya pamit undur diri "
Setelah selesai menjelaskan Dokter pun berlalu meninggalkan Nathan dan juga Rens. Lalu disambut oleh Mia dan juga Kevin yang masuk menghampiri kedua nya..
Dengan cemasnya Mia bertanya pada Nathan mengenai keadaan sahabat nya itu. Pikiran nya belum bisa tenang jika belum tau pasti tentang keadaan Rens..
" Bagaimana keadaan nya....hiks "
" Dia baik-baik saja..... "
" tapi kenapa dia masih belum sadar Nathan.... hiks hiks hiks "
" Kata Dokter sebentar lagi dia akan sadar.... "
" Benarkah....syukurlah "
" Yah.....Sebaiknya kalian pergi makan siang duluan saja direstauran terdekat "
" ....Biarkan aku yang menemani Rens disini, pergilah "
" Tapi aku.... "
Perkataan Mia terhenti, saat Kevin tiba-tiba mengenggam tangan nya. Lalu ia menggeleng, mengisyarat kan untuk Mia diam...
Dia sangat tahu jika saat ini Nathan ingin berdua saja dengan Rens, dia pun menarik Mia keluar dari ruang UGD itu.
Didalam mobil.....
__ADS_1
Mia merasa kesal pada Kevin, karna dia sudah menarik Mia pergi dari ruang UGD. Padahal kan dia cemas dan ingin menjaga Rens juga.
Wajah nya ditekuk, dan berpaling kearah jendela tak mau menatap wajah Kevin. Kevin pun mencoba untuk menjelaskan maksudnya menarik Mia keluar.....
Dia menggapai tangan Mia dan menggenggam nya erat. Dipegang nya dagu kekasih nya itu dan mengarahkan wajah Mia kearah wajah nya.
Sorot mata Mia nampak jelas tergambar kekesalan. Tetapi Kevin tak mau pasrah, dia akan berusaha membuat Mia tidak kesal lagi...
" Bee dengarin aku... " ucap Kevin
" hmm aku dengar... " balas Mia ketus.
" Aku sengaja bawa kamu keluar...karna aku yakin jika saat ini Nathan pasti ingin berdua saja dengan Rens... " Kevin mencoba menjelaskan.
" Tapi kenapa? aku kan juga sahabat nya? memangnya aku ngga boleh disana " Nada bicaranya meninggi seketika.
" Hey....tenanglah dulu Bee!! aku jelasin ke kamu tapi kamu harus janji untuk tenang..... " ucap Kevin sembari memegang pipi kanan Mia.
Mia pun menarik nafas dalam-dalam dan menatap kedua mata Kevin. Perlahan dia mulai tenang, lalu ia mengangguk setuju....
Akhirnya Kevin menjelaskan semua nya kepada Mia. Tentang semua dibalik kematian orang tua Rens, dan keburukan paman dan bibinya yang menginginkan harta keluarga Phoenix...
Mia begitu terkejut, raut wajah nya nampak sangat kesal. Sesekali ia mengangguk dan menghela nafas dengan kasar sembari mendengar perkatan demi perkataan Kevin...
.
.
.
.
Masih didalam UGD.....
Nathan menatap sendu wajah Rens yang masih terlelap tidak sadar itu. Dia mengusap keringat yang membasahi kening Rens. Sesekali ia juga membelai kepala Rens....
Sangat nampak jika saat ini dia begitu sedih melihat keadaan Rens. Dia membayangkan bagaimana sakitnya menjadi Renesmee yang mengalami ini semua pada keluarga nya...
Nathan duduk dikursi disebelah ranjang tempat Rens berbaring. Dia menumpu kedua siku tangan nya diatas ranjang, dan memegangi tangan kanan Rens. Sesekali ia mencium dan mengelus-elus punggung tangan yang lembut itu....
Nathan menundukan kepalanya, dan menyandarkan kepalanya diranjang tepat diatas tangan Rens. Air matanya terus saja menetes....
Dia terkejut mendengar isakan seorang pria yang begitu pelan hampir tak terdengar. Tetapi begitu jelas terdengar ditelinganya.
Rens pun melirik kearah kanan nya. Benar saja, itu adalah suara isakan tangis Nathan yang menunduk ditangan kanan nya.
Rens pun menggerakan tangan kirinya dan mengelus-elus kepala Nathan. Seketika itu Nathan terkejut dan sadar jika istrinya itu telah bangun...
" Sayang kamu telah bangun? apa ada yang sakit? "
Nathan dengan gerakan cepat mencari-cari bagian tubuh mana yang dirasa sakit oleh Rens.
" Tidak ada sayang....aku baik-baik saja "
Rens tersenyum dengan lemah, dia pun bangun dari tidur nya.
" Yang benar sayang....jika ada yang sakit katakan saja "
Nathan masih dengan nada cemas nya.
" Engga sayang aku baik-baik aja kok, aku ngga suka lama-lama dirumah sakit ayo kita pergi " Ucap Rens berusaha turun dari ranjang nya.
Saat hendak turun dari ranjang, Nathan menahan tubuh Rens yang masih sedikit lemah itu. Dokter pun langsung menghampiri kedua nya. Dan memberikan secarik kertas resep obat kepada Nathan. Lalu mereka baru boleh keluar dari sana...
Nathan berjalan sambil merangkul tubuh istrinya itu yang masih lemah. Mereka berjalan kearah lobby rumah sakit sembari menunggu Kevin dan Mia datang.
Nathan menduduk kan istrinya di kursi yang telah disediakan disana...
Nathan kembali membicarakan tentang dimakam tadi, dia masih merasa bersalah kepada Rens. Sebenarnya itu bukan salah Nathan, tapi entah kenapa Nathan lah yang merasa sedih dan bersalah melihat keadaan Rens.
" Sayang soal dimakam tadi aku minta maaf.... " ucap Nathan lirih, sembari menundukan kepalanya.
" Kenapa kamu minta maaf sayang? kamu ngga salah kok, " sahut Rens.
" ...malahan aku berterima kasih padamu " lanjutnya sembari memegang pipi Nathan dengan lembut.
Mereka berdua pun bersitatap sedikit lama dan tersenyum. Nathan menggapai tangan Rens yang menyentuh pipinya, lalu dicium nya punggung tangan istrinya itu.
__ADS_1
" Sama-sama sayang... " jawab Nathan.
" Aku serahkan semuanya kepadamu sayang "
Rens menggenggam tangan Nathan dengan kedua tangan nya diatas paha. Nathan pun langsung memeluk Rens dan mendekap nya erat, seolah tak ingin melepaskan nya.
" Tenang saja sayang....mereka akan kubuat menderita dan merasakan dingin nya sel penjara " Bathin Nathan bersumpah
Beberapa detik kemudian, terdengar teriakan seorang wanita memanggil nama Rens. Suara yang sangat familiar bagi keduanya...
Nathan dan Rens pun bersamaan menoleh kesumber suara itu. Yah benar saja, itu adalah suara Mia.
Kevin mengemudikan mobil nya memasuki area Drop off , saat melihat Rens yang telah sadar. Mia langsung berlari keluar dari mobil dan menghampiri Rens dan Nathan yang tengah duduk dikursi.
" Rens.... " teriak Mia mendekat.
Rens berdiri dan memeluk sahabatnya itu.
" Kamu udah baikan? apa ada yang sakit "
Sama hal nya Nathan tadi, Mia dengan gerakan cepat mencari-cari bagian yang dirasa sakit oleh Rens.
" Aku baik-baik aja kok.... "
Rens tersenyum dengan senyuman manis nya, membuat rasa cemas dihati Mia memudar hilang.
" ....Kamu itu yah sama dengan Nathan, begitu cemas terhadapku " lanjut Rens yang melirik kearah Nathan.
" Benarkah itu? " Mia mengerinyitkan dahi nya kearah Nathan.
Begitu pun Rens, alhasil membuat wajah Nathan memerah dan langsung memalingkan wajah kearah lain. Cepat-cepat ia menghampiri Kevin dan masuk kedalam mobil.
Disusul oleh Mia dan Rens dibelakang nya...
.
.
.
Didalam mobil Rens menyandarkan kepalanya dipundak Nathan dan terus menggenggam tangan suami nya itu. Sedangkan Nathan sesekali mengelus pipi Rens dengan lembut.
Nathan pun bertanya kepada Kevin dan Mia....
" Apa kalian sudah makan siang tadi? " tanya Nathan
" Kami tidak makan, hanya menunggu dimobil saja " ucap Mia.
" Kenapa? bukan kah aku tadi menyuruh kalian untuk makan siang duluan... "
" Mia memutuskan untuk makan siang bersama dengan kalian berdua... " jawab Kevin.
" Benarkah Mi.....makasih yah udah mau nungguin aku "
Rens memajukan tubuhnya dan menyentuh pundak Mia didepan nya.
Mia pun tersenyum kepada Rens, sedangkan Nathan dan juga Kevin hanya diam menatap kedua wanita yang bersahabat itu......
Merrka pun memutuskan untuk makan siang bersama disebuah Restauran china terdekat. Sembari mengobrol dan bercanda satu sama lain...
Kecanggungan diantara mereka ber-empat sudah mulai terkikis dengan seiring nya waktu. Terlebih mereka sudah seperti takdir yang tidak disengaja dipertemukan, dan saling jatuh cinta...
.
.
.
.
.
Bersambung.... jangan lupa like dan vote nya yah my readers, maaf yah author ngga janji untuk up selanjutnya🙏🙏🙏 mohon atas pengertian dari my readers yah 😊😊
Thankyou
Mampir juga yuk dinovel Author yang satu ini, dijamin dibuat baper dengan pemeran Vindra hehehe🖤🖤
__ADS_1