
*****
Pagi menjelang siang, tepat pukul 11.30. Semua nya berkumpul dikamar Nathan....
Ada Kevin dan Mia, Viera, Nina, Daniel, Rens, hanya Barbara saja yang tak hadir. Dikarenakan pesawat nya sampai ditaiwan kisaran jam dua siang atau tiga siang....
Rens mendampingi Nathan diatas ranjang, dia menggenggam erat tangan Nathan. Seperti tidak ingin melepaskan nya lagi...
Kevin dan Mia berdiri berdampingan, Mia menggandeng dan bersandar dipundak Kevin. Mereka berdua begitu tersentuh dengan Rens yang begitu antusias terhadap Nathan....
Nina dan Viera hanya diam berdiri agak kebelakang dari yang lain nya. Sedangkan Daniel dia dengan cekatan mulai memeriksa keadaan Nathan sebagai seorang dokter.
Namun sesekali ia melirik kearah Rens, yang terlihat begitu bahagia diwajahnya. Pandangan nya sama sekali tak lepas memandang Nathan terus menerus....
Kini alat bantu pernafasan yang membantu Nathan untuk bernafas, telah dilepaskan. Meskipun masih begitu lemah, Nathan sudah mulai dapat berkata sepatah kata.
Setelah selesai memeriksa keadaan Nathan, Daniel pun mulai menjelaskan hasil cek nya. Perasaan lega dirasakan semua orang didalam ruangan itu.
Terlebih Rens, selama empat bulan ini dia selalu menunggu hari ini tiba. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin didunia ini, jika tuhan sudah berkehendak apapun akan terjadi....
" Apakah ada pantangan makan atau apapun untuk sesuatu yang tidak boleh dilakukan nya dok? "
Tanya Rens menatap Daniel penasaran.
" Tidak ada pantangan untuk Tuan Nathan, akan lebih bagus lagi agar lebih banyak mencoba menggerak-gerak kan tulang-tulang dan sendi-sendi yang masih kaku.... "
Jawab Daniel menjelaskan. Tatapan nya pada Rens masih sama, sepertinya dia benar-benar telah menaruh hati pada wanita itu.
Namun dia mencoba untuk menenangkan hati dan pikiran nya. Karna itu tidak boleh, Rens bukan lah wanita yang bisa dia capai dengan mudahnya....
Dia pun memutuskan untuk segera pulang, setelah selesai. Daniel tak mau terlalu berlama-lama disana, hati nya sedikit sakit melihat perhatian Rens terhadap Nathan.
Sebenarnya itu tidak ada yang salah.....
Yang salah adalah dirinya, karna dengan lancang telah menyukai wanita milik orang lain itu. Dia pun telah menyadari kesalahan itu.
Maka dari itu dia mencoba untuk menetralkan hati dan fikiran nya. Lebih baik dia mundur perlahan agar tidak semakin kecewa. Karna itu akan sia-sia saja, tidak akan pernah ada kesempatan untuk dirinya.
*****
Sepeninggal Daniel....
Rens, Mia, Viera, serta Nina, berlalu keluar dari kamar meninggalkan Kevin berdua dengan Nathan.
Kevin tersenyum pada Nathan dan berjalan mendekat menghampirinya. Begitu pun Nathan membalas tersenyum lemah...
Ada perasaan rindu yang sangat mendalam dihati Kevin. Telah lama sekali rasanya mereka bisa mengobrol berdua lagi....
Dia hampir lupa caranya untuk menyapa Nathan, saking telah lama tidak menyapa nya. Kecanggungan pun menghampiri Kevin....
Kini Nathan masih belum bisa menggerak kan tangan kanan serta kaki nya, hanya bisa menggerakan leher serta tangan kiri nya saja. Tetapi dengan berjalan nya waktu yang pasti dia akan segera pulih....
" Bagaimana perasaan mu? "
Tanya Kevin, memulai percakapan.
" Yah begini....seperti habis tidur panjang dan bermimpi hal yang sama setiap malam "
Jawab Nathan dengan suara lemah nya. Tetapi dia memaksakan terus untuk tersenyum.
" Bermimpi? "
" Mimpi sesuatu yang membuat hatiku sakit "
Jawab Nathan dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah, dia langsung memalingkan wajah nya.
" Aku tidak akan bertanya, jika kamu tak ingin mengatakan nya.... "
__ADS_1
" Aku memang tak mau mengatakan nya padamu "
" Heheh...ternyata kamu tidak pernah berubah, masih aja sama "
Kevin terkekeh, mereka pun tertawa bersama. Melepas rindu yang selama ini dirasakan Kevin.
" Bagaimana dengan Jimmy? "
Tanya Nathan, dia begitu penasaran sedari tadi akan Jimmy. Tetapi dia tidak mungkin bertanya didepan Rens.
Kevin terdiam sejenak....
" Dia sudah meninggal....luka nya lebih parah darimu, hingga tak bisa diselamatkan!! "
" ....dia meninggal ditempat kejadian "
Ucap Kevin, menjelaskan.
" Benarkah? Heheh.....baguslah, dengan begitu tidak akan ada lagi yang akan mencelakakan istriku "
Masih dengan keadaan lemah saja, Nathan bisa terkekeh. Betapa senang hatinya mendengar kabar gembira tersebut.
Kevin menunduk kan kepala nya, rasa bersalah kembali merasuki fikiran nya. Dia kembali merasa jika Nathan seperti ini karna dia.
Dia yang sudah menembak Jimmy hingga terjatuh dan menarik Nathan ikut bersamanya. Selama empat bulan ini, dia juga kadang bermimpi buruk. Kejadian na'as waktu itu selalu saja masuk dalam mimpi nya terkadang.
" Kenapa wajah mu seperti itu? "
Tanya Nathan heran melihat Kevin yang tiba-tiba seperti itu.
" Maafkan aku, ini semua karna aku!! Apa yang menimpa mu aku lah yang bersalah "
Jawab nya lirih, tak mauenatap mata Nathan.
" Apa maksudmu, lihatkan sekarang aku baik-baik saja!! Ini semua sudah takdir, bukan nya kesalahan mu "
" Tapi aku.... "
" Baiklah.... "
Jawab Kevin lagi dengan lirih lalu tersenyum pada Nathan, begitu pun Nathan.
*****
Diluar Sana....
Rens duduk disofa bersama dengan Mia. Membicarakan semuanya, tentang perasaan nya saat ini.....
Betapa dia sangat bahagia, padahal baru semalam dia mengeluh hampir tak sanggup melanjutkan hidupnya tanpa Nathan.
Tuhan telah mendengarkan doanya....
Saat pagi hari keajaiban datang, Tuhan mengembalikan Nathan padanya. Kali ini dia tidak akan membiarkan suami nya itu terluka lagi....
Tidak lama kemudian, Kevin keluar dari kamar dan menghampiri kedua wanita itu. Dan mengajak Mia untuk pulang. Setelah berpamitan mereka pun pulang....
.
.
.
Rens perlahan membuka pintu kamarnya perlahan, sunggingan senyuman terukir jelas disudut bibir nya.
Bagaimana tidak, ini sudah seperti mimpi. Jika biasanya dia masuk kedalam kamar tidak ada sambutan atau apapun. Tetapi sekarang dia masuk kedalam kamar disambut oleh senyuman diwajah tampan Nathan.
Dengan langkah semangat dia berjalan mendekati Nathan. Kini sekarang tinggalah mereka berdua diruang itu.
Pandangan nya tak lepas diwajah Nathan, Nathan semakin menyungging kan senyum nya.
__ADS_1
" Kemarilah bantu aku... "
Ucap Nathan, dia meminta agar Rens membantunya. Untuk menambahkan bantal dikepalanya.
Rens mengangguk dan langsung menambahkan dua bantal dibelakang Nathan.
" Duduk disini.... "
Nathan menepuk ranjang disebelahnya, mengisyaratkan Rens untuk duduk disana. Rens kembali mengangguk dan meringkuk naik keatas Ranjang.
Kini mata mereka saling menatap dalam, sangat jelas terpancar kerinduan dari mata keduanya. Tanpa sadar Rens meneteskan air matanya.
" Aku sangat merindukan mu... "
Ucap Rens lirih, air matanya sudah tak tertahan lagi. Dia mengelus wajah Nathan yang masih pucat itu.....
" Kenapa menangis? Kamu tau jika aku tak suka melihatmu menangis "
Ucap Nathan, sembari mengangkat tangan nya perlahan dan mengusap air mata Rens.
" Aku sangat merindukan mu sayang....sangat sangat....senyuman mu, tawamu, perlakuan mu aku sangat merindukan nya hiks hiks hiks "
Rens terus meranyau sambil menangis terisak-isak.
" Hey...hey....sudah lah....jangan menangis lagi!! Mulai sekarang aku akan terus tersenyum dan berada disampingmu terus Sayang "
Nathan menarik tubuh Rens kedekatnya dan mendekatkan kepalanya dikening Rens.
Cups....
Kecupan hangat Nathan mendarat dikening Rens. Kecupan yang juga sangatbdirindukan oleh Rens.
Air matanya semakin deras mengalir.
" Sudah lah....kasihan baby kita jika kamu menangis terus sayang "
" Hmm...benar....maafkan Mommy Baby, maafkan Mommy yah "
Rens mengusap-usap perutnya yang membuncit itu, dia merasa sedikit bersalah pada Baby nya. Karna sudah menangis lagi....
Nathan pun ikut mengusap perut Rens.
" Baby....Daddy disini....apa kamu bisa mendengar suara Daddy? "
Ucap Nathan dengan lembut. Membuat Rens semakin terharu. Tetapi ada juga rasa bersalah yang dirasakan nya.
Karna saat itu Rens tidak mengatakan nya dari awal tentang kehamilan nya pada Nathan. Itulah penyesalan terbesarnya selama empat bulan ini...
" Maafkan aku karna tak memberi tahumu dari awal tentang Baby... "
Ucap Rens Lirih, lalu menunduk.
Nathan tersenyum dan memegang dagu Rens menengadah kan pandangan Rens. Nathan menatap dalam-dalam mata Rens.
" Yang sudah berlalu....biarkan lah berlalu, tidak usah diungkit kembali....ok "
" Baiklah Sayang..... "
Nathan pun menarik kepala Rens dan menyandarkan dipundak nya sebelah kiri.
.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1
Happy Reading....