
Keesokan paginya.....
Gavin terbangun ketika mencium aroma harum masakan yang sedikit menggiurkan. Perut nya yang kosong itu pun memaksa Gavin untuk bangun dan menghampiri sumber dari aroma masakan tersebut.
Ketika dia baru saja keluar dari kamar. Ia sudah disapa dengan senyuman manis dari Reghata yang tengah berkutat di dapur. Entah apa yang sedang di kerjakan wanita pemarah itu. Dengan hati riang dan senyum yang lebar. Reghata sangat ahli dalam hal memasak, tangan nya dengan lihat nya memainkan peralatan masak.
"Good Morning....." Sapa Reghata dengan tersenyum lebar, membuat Gavin mengernyit heran.
"Morning too...." Sahut Gavin pelan masih dengan perasaan yang aneh. Dia berjalan memutari meja makan menuju lemari es. Mengambil sebotol air es lalu meneguk nya hingga setengah.
Lagi-lagi Reghata tersenyum kepadanya. Perasaan Gavin mulai tidak enak. "Apa yang kamu lakukan?" Tanya Gavin melirik masakan yang Reghata buat.
"Menurutmu apa lagi? Yah aku sedang membuatkan sarapan untuk suami ku yang paling tampan ini" jawab Reghata.
Gavin semakin keheranan. Dia yakin ada sesuatu yang sedang di rencanakan oleh Reghata.
Impossible.....
Tadi malam dia marah dan tidur setelah mengambilkan aku air minum....
Bahkan dia tidak menyelesaikan pekerjaan nya, tapi sekarang raut wajah nya secerah ini....
Membuatkan ku sarapan? Yang benar saja, perasaan ku sangat tidak enak....
"Sebaiknya kamu tunggu di dalam, duduk manis dan jangan menggangguku disini....." Ucap Reghata.
"Baiklah...." Sahut Gavin singkat. Ia pun langsung berlalu meninggalkan Reghata yang sedang membuat sarapan.
Reghata tertawa pelan menatap kepergian Gavin yang menghilang dari balik ambang pintu. Seringaian licik pun tercipta di wajah judes yang dimiliki Reghata.
Kamu sudah membuatku kesal semalam.....
Selama dari aku kecil tidak ada yang berani memerintah ku, apa lagi menyuruhku mengambilkan air minum.....
__ADS_1
Kamu kira kamu siapa Gavin, aku akan membalas mu.....
***
Di ruang santai depan tv.....
"Sudah siap.....silahkan dimakan Tuan Gavin yang paling tampan......" Ucap Reghata.
Sambil membawa dua piring berisi makanan yang ia persembahkan untuk suaminya itu. Dengan raut wajah polos tanpa dosa. Reghata tersenyum menyerahkan piring kepada Gavin. Gavin meraih piring tersebut lalu menaruh nya di meja yang ada di hadapan nya.
Seketika matanya membulat tak percaya. Berkali-kali ia menatap piring itu dan Reghata secara bergantian. Benar saja apa yang dirasakan nya, sikap manis Reghata pasti memiliki niat tersembunyi.
"Ini apa?" Tanya Gavin dengan alis yang menjungkit.
"Sarapan..." Jawab Reghata cuek sambil ikut duduk di sebelah Gavin. Tangan nya meraih remote dan mengganti tontonan.
"Kau mau memberi makan suamimu atau kambing?" Gavin mengusap wajah nya frustasi. Pagi ini dia benar-benar di buat gila oleh Reghata.
"Tapi gak gini juga Re.....kau tau aku tidak suka sayuran, dan sekarang kamu memasak ini untuk aku makan.....eeggh" Gavin bergidik jijik melihat sayuran yang berada di piring sarapan nya itu.
"....ganti ini, aku tidak mau memakan nya" lanjut Gavin menatap tajam Reghata.
Reghata membalas tatapan Gavin tak kalah tajam. Emosi karna makanan nya tidak di hargai. "Kalau kau tidak mau memakan nya, buang saja dan buat sendiri makanan yang kau mau....aku paling benci orang yang tidak menghargai apa yang aku kerjakan....." Cetus Reghata hendak beranjak pergi.
Deg....
Hati Gavin tersentuh. kata-kata Reghata seakan membuat hati nya sangat sakit. Ditarik paksa keluar dari dalam tubuhnya sendiri. Gavin merasa bersalah, mau bagaimana pun. Sarapan itu adalah makanan pertama yang Reghata buat untuk nya sebagai seorang istri.
Apa perkataan ku sudah menyakiti hatinya?
Gavin kamu sudah keterlaluan, minta maaflah dan makan sayur sekali-kali juga tidak apa....
Jangan jadi lelaki pengecut yang tidak menghargai masakan wanita, apalagi istri....
__ADS_1
"Mau kemana?" Gavin menarik tangan Reghata.
"Aku mau makan di dapur aja, disini kamu juga tidak mau memakan masakan ku....." Ucap Reghata melirik raut wajah sedih Gavin.
"Tetaplah disini.....aku minta maaf kata-kata ku sudah kelewatan, aku akan tetap memakan nya.....terima kasih ya!!!! Sudah membuatkan ku sarapan" ucap Gavin.
Dengan penuh keraguan dan keterpaksaan akhirnya suapan pertama sudah masuk kedalam mulut Gavin. Ia mengunyah paksa sayuran itu, sambil tersenyum getir ke arah Reghata. "Enak kok....kamu makan juga yah" ucap nya dengan mulut yang masih mengunyah.
Ingin rasa nya dia muntah. Saat merasakan pahitnya sayuran itu ketika ia kunyah dan masuk kedalam tenggorokan nya. Tapi dia harus tetap menghabiskan sepiring salad itu. Ia tak mau menyakiti perasaan Reghata yang membuat makanan itu.
Reghata tersenyum puas di belakang Gavin. Ia berhasil mengerjai pria yang suka memperlakukan nya seenaknya saja itu.
Rasakan.....
Makanya jangan membuatku kesal.....
Makan dan habiskan semua sayur yang kamu tidak suka itu.....
Hahahaha, puas sekali hatiku rasanya.....
Reghata begitu senang dan bahagia, melihat raut wajah Gavin ketika menelan sayuran-sayuran itu. Begitu lucu, sampai-sampai ia hampir tidak bisa menahan tawanya.
TBC.
Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏
Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹
Buat yang belum mampir di cerita Marvin, yukk buruan mampir. Dukungan dari kalian sangat berperan penting untuk perkembangan Author. Dengan judul "Mafia Cantik Kesayangan CEO" dicari pasti sudah ada, atau langsung di klik aja di profil Author.......
Author tunggu yah kehadiran kalian semua🌹🌹🤗🤗
__ADS_1