
Nathan pun terkejut saat mendengar suara Rens, dia pun langsung menghampiri dan duduk dilantai samping Rens terbaring. Dielusnya kepala Rens beberapa kali, nampak terpancar kecemasan dikedua matanya tersebut.
"Renesmee...kamu sudah sadar!!" ucap Nathan.
"Tu-Tuan jangan marahi Kevin tapi marahi aku yang salah" ucap Rens lemah.
"Tidak....ini bukan salahmu!! Ini adalah salahku!! Aku yang tidak memakan habis makanan itu sampai makanan itu menjadi kadaluarsa" ucap Nathan menyalahkan dirinya sendiri, sembari ia menghadap kearah lain.
"Nathan lihat lah ....sekarang bahkan kamu sudah mulai mengalah dan menyalahkan diri sendiri dihadapan seorang wanita, aku sangat berharap kamu bisa berubah" gumam Kevin.
"Tuan Nathan sebaiknya biarkan nona Rens istirahat terlebih dahulu, setelah itu isi perutnya dengan makanan yang layak dan minum obatnya" ucap Dokter Bryan menjelaskan.
"Baik Dokter......Kevin tolong antar Dokter Bryan keluar dan kamu kembalilah kekantor" perintah Nathan pada Kevin.
"Baik Tuan......Dokter Bryan silahkan lewat sini" ucap Kevin, mempersilahkan Dokter Bryan untuk mengikutinya.
"Kalau begitu saya pamit undur diri Tuan Nathan" pamit Dokter Bryan pada Nathan, lalu hanya dibalas anggukan saja oleh Nathan.
.
.
.
.
__ADS_1
"Istirahat lah.....setelah kau bangun baru minum obatmu" ucap Nathan.
Nathan pun berdiri dari duduknya, saat hendak melangkah pergi. Tiba-tiba Rens memegang tangan Nathan. Nathan pun kembali menoleh kearahnya.
"Hmm....kau mau kemana?" ucap Rens lirih, matanya berkaca saat menatap Nathan.
"Ada apa? Apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Nathan heran.
Rens pun duduk dari tidurnya dengan perlahan karna masih merasa sedikit pusing. Nathan pun yang melihatnya langsung sigap membantu Rens untuk duduk.
"Bisa kah kamu menemaniku disini?" ucap Rens lirih, sembari menunduk.
"Tapi kau butuh istirahat..." ucap Nathan sedikit membentak. Rens sedikit terkejut, lalu menatap menengadah kearah Nathan yang berdiri didepannya.
"Astaga.....apa yang kulakukan, bukankah dia sedang sakit!! Kenapa aku malah membentaknya,bodoh sekali" gumam Nathan, dirinya sedikit merasa iba pada Rens.
Nathan pun duduk dipinggiran sofa tempat Rens duduk. Lalu diangkatnya dagu Rens yang menunduk hingga wajah mereka sekarang saling menatap. Dihapusnya perlahan air mata Rens yang membasahi pipinya, dengan menggunakan punggung tangannya.
"Baiklah....aku akan menemanimu disini, berhentilah menangis" ucap Nathan tersenyum, lalu dibalas senyuman oleh Rens.
"Ya tuhan.....andai seterusnya dia baik seperti ini padaku!! Senyuman dan matanya sangat indah bagiku,aku sangat menyukainya........Astaga apa yang sedang kufikirkan? Kurasa aku mulai jatuh cinta padanya!! Aku akan mencoba mengikuti kata hatiku Nathan" Gumam Rens, seraya tersadar kembali.
"Kenapa perasaan ku sedikit tenang dan melihatnya tersenyum membuatku menghilangkan rasa penat dikepalaku......maafkan aku Rens, aku belum siap untuk memerima dirimu karna perasaan ku yang belum berdamai atas kepergian Step" Bathin Nathan.
"Kalau begitu kamu istirahat tidur, dan aku akan tetap disini menemanimu" ucap Nathan, sembari menyalakan tv menggunakan Remote.
__ADS_1
Grrrkkk.....grrkkkk....grrkkkk
Nathan pun menoleh kearah Rens, sedangkan Rens menunduk merasa malu sembari memegangi perutnya.
"Apa itu suara perutmu? Hahaha" Nathan tak bisa menahan tawanya, hingga kini dirinya tertawa dengan lepasnya.
"hehehe...iya Tuan" ucap Rens sedikit malu.
"Baiklah tunggu sebentar....." Nathan berdiri dari duduknya lalu berjalan kearah pantry untuk mengambil sendok serta garpu lalu membawanya kembali keruang santai.
Setelah itu dibukanya paperbag yang dibawanya tadi, lalu dikeluarkannya Pasta, Sup tauge, Sushi, Kimchi, serta beberapa makanan yang lainnya tak lupa juga minumnya.
"Wahh....Tuan kau membeli semua ini?" Ucap Rens, matanya berbinar saat melihat semua makanan tepat didepannya.
"hmm...aku sengaja keluar dan membeli beberapa makanan, karna seingatku ngga ada sesuatu yang bisa dimakan didapurku" ucap Nathan, sembari membuka kotak makanan itu satu persatu.
"Apa kau menyukai nya?" tanya nya lagi.
"Aku sangat suka makanan apa saja, asal tidak ada buah persiknya" jawab Rens, namun pandangannya masih tetap kearah makanan-makanan itu.
"Ternyata dia suka makanan......tapi sepertinya dia tidak bisa memasak!! Dia sangat berbeda dari step........tapi ada apa dengan buah persik" gumam Nathan.
"Ada apa dengan buah persik? Kau tidak menyukainya" tanya Nathan penasaran.
"Bukan tidak menyukainya Tuan.....tapi aku bisa mati jika memakan sesuatu yang mengandung persik didalamnya, karna aku alergi dengan buah persik" ucap Rens menjelaskan.
__ADS_1
"Ohh yasudah kalau begitu cepat habiskan ini semua....karna tidak ada yang mengandung persik disini" ucap Nathan tersenyum mempersilahkan Rens untuk makan.
"Baiklah kalau begitu.....selamat makan" teriak Rens dengan semangat, dia pun menggapai garpu dengan semangat nya...