
"Menikah saja dengan ku.....aku yakin kakak ku tidak berniat untuk menikahi mu." ucap nya sambil tersenyum lebar penuh arti.
Seorang pria berparas tampan dengan senyuman menawan sedang duduk tepat di hadapan Reghata. Reghata memutar bola matanya malas. Membanting sendok dan garpu yang dia pegang keatas piring makanan nya.
"Huh....pergilah....aku sedang tidak bersemangat untuk meladeni mu...." Reghata mengusir pria itu dengan kata-kata kasar.
Tapi bukan nya sakit hati dan pergi. Pria itu malah tersenyum dan meraih gelas jus Reghata lalu menyedot nya habis. Reghata melotot tak terima dengan minuman nya yang habis.
"Terima kasih untuk jus nya....sampai jumpa lagi cantik" ucap nya tersenyum miring sambil mengedipkan satu matanya. Lalu beranjak pergi.
Sebelum dia pergi. Pria itu sempat-sempatnya mengelap ujung bibir Reghata menggunakan sapu tangan miliknya.
"YAAAA.....GAVIN LOUIS....KAMU SANGAT MENYEBALKAN....." Reghata berteriak merutuki pria yang baru saja mengganggu makan siang nya itu. Pria itu tak lain adalah Gavin Louis. Pria tampan yang memiliki senyuman menawan, yang akan mewarnai hari-hari Reghata selanjutnya.
***
Kini Reghata sedang berada di dalam ruang kerja nya. Duduk santai menopang kaki kanan di atas kaki kiri. Sambil menggigit ujung kuku jari telunjuk nya.
"Aakkhh....persetan dengan perkataan nya....lagian siapa juga sih yang menganggap perjodohan ini serius...." Reghata menggerutu sendiri.
Mengingat perkataan Gavin siang tadi, ketika ia sedang makan siang.
Tok...tok...tok
"Masuklah...."
__ADS_1
Pintu terbuka masuklah wanita cantik bertubuh sexy dengan pakaian yang sangat ketat. Wanita itu adalah Shina sekertaris sekaligus asisten pribadi Reghata.
"Nona....ini dia hasil meeting tadi pagi bersama Presdir Simon dari group SSS...."
Shina meletakan beberapa tumpukan kertas ke atas meja Reghata. Reghata meraih kertas-kertas itu lalu memeriksa nya dengan seksama.
"Nona....apa malam ini anda ingin mengunjungi Tuan besar dan Nyonya besar di kediaman nya?" tanya Shina, dijawab dengan anggukan oleh Reghata yang masih sibuk dengan kertas-kertas di tangan nya.
"...Baiklah kalau begitu saya permisi.....nanti malam saya akan menyiapkan mobil untuk mengantar anda...." lanjut nya undur diri keluar dari ruangan Reghata.
Sepeninggal Shina. Reghata meletakan kertas-kertas itu ke atas meja. Lalu kembali menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi. Menghela nafas panjang. Lelah dengan semua ini.
Drrtt...drrrtt...drrtt
Tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Reghata merogoh saku nya. Menatap layar ponsel panggilan bertuliskan nama 'Marvin Louis'.
"Kamu dimana? Kenapa nomer mu baru bisa di hubungi sekarang?" Reghata langsung memberondong pertanyaan kepada seseorang yang ada di sebrang panggilan nya.
"Maafkan aku.....ada sedikit masalah, sekarang aku berada di suatu tempat...." sahut pria bersuara berat. Pria yang tak lain adalah Marvin Louis.
Tunangan sekaligus calon suami Reghata. Marvin Louis adalah anak Kevin dan juga Mia. Yang lahir prematur saat Kevin dan Mia mengalami kecelakaan hebat, yang menyebabkan kematian Mia.
Marvin adalah kakak kandung dari Gavin. Keduanya sama-sama mengalir darah keturunan keluarga Louis di dalam tubuhnya. Meskipun sebenarnya mereka memiliki ibu yang berbeda.
Marvin di lahirkan oleh Mia. Sedangkan Gavin di lahirkan oleh Anna. Kalian pasti tahukan siapa Anna. Wanita yang tanpa sengaja mengandung anak dari Kevin. Karna suatu jebakan yang membuat keduanya terlibat suatu hubungan.
__ADS_1
"Jadi dimana kamu sekarang.....biar aku menjemputmu?" ucap Reghata. Beranjak meraih kunci mobil nya akan segera pergi.
"Maafkan aku Re...." suara Marvin lirih dan pelan.
Reghata terdiam. Inilah saat yang sangat menyakitkan untuknya. Sesuatu yang sudah dia tebak akan terjadi. Reghata mengusap wajah nya sambil menarik nafas dalam-dalam.
"Mengenai pertunangan kita, maaf aku tidak bisa melanjutkan nya.....kamu tahukan aku benar-benar tidak bisa menikah tanpa cinta seperti ini.....aku yakin kamu juga merasakan hal yang sama.....karna itu sebaiknya kita mundur dan batalkan saja pernikahan ini, sebelum terlambat....." lanjut Marvin berkata panjang lebar di sebrang sana. Tanpa memikirkan perasaan Reghata saat ini.
Reghata meletakan kunci mobil nya kembali ke atas meja dengan pelan. Buliran air mata mengalir dari sudut matanya.
"Re...apa kamu mendengarku? Kenapa kamu hanya diam saja.....Reghata?" suara Marvin terus memanggil-manggil Reghata yang diam.
"I-iya aku mendengarnya.....aku setuju dengan keputusan mu, mari kita batalkan perjodohan ini.....bye" perkataan terakhir Reghata sebelum akhirnya dia memutuskan panggilan.
Hiks...hiks...hiks
Reghata menangis sedih menatap langit malam dari jendela ruang kerja nya. Ia juga seorang wanita yang memiliki hati yang rapuh. Mungkin dari luar Reghata terlihat tangguh dan kuat. Sikap tempramen dan arogant nya hanyalah cover saja. Sebnarnya dari dalam Reghata masih memikiki jiwa wanita yang rapuh.
Cinta? Apa sebenarnya itu cinta? Reghata tertawa bila mendengar kalimat itu. Entah kenapa jika orang-orang membicarakan tentang rasa cinta. Mereka semua terlihat sangat bahagia.
Tapi kenapa Reghata tidak pernah merasa seperti itu? Ia tidak pernah merasakan apa yang namanya cinta.
Dari awal ketika perjodohan antara dirinya dan Marvin di tetapkan. Reghata sudah bisa menebak akhir nya akan seperti ini. Begitu pun dengan Marvin. Benar katanya, jika pernikahan tanpa di dasari rasa cinta sangat akan sulit. Begitu fikir Reghata.
Ia memang tidak mencintai Marvin. Tapi secara tidak langsung. Marvin sudah menolak dirinya mentah-mentah. Sakit hati. Seakan di campakan Reghata juga memiliki hati dan perasaan.
__ADS_1
TBC.
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹