Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 43


__ADS_3

Setelah selesai makan malam sederhana bersama dengan penuh candaan dan tawa. Nathan dan juga Rens pun memutuskan untuk menonton tv bersama. Suasana hening dan senyap tanpa ada satu kata pun keluar dari mulut mereka hanya terdengar suara acara talk show ditv saat itu.


Sesekali mereka berdua saling tatap, namun kembali memalingkan wajah masing-masing. Nathan pun memberanikan diri untuk memulai percakapan.


"Hmm...apa kau mengantuk? Dokter Bryan bilang dia akan mengirim seseorang untuk membuka infusanmu sebebtar lagi" tanya Nathan.


"Aku tidak mengantuk tuan...." jawab Rens, sembari menoleh kearah Nathan.


"Kenapa tidak kamu panggil saja aku Nathan? Jangan panggil aku Tuan lagi, terkesan kamu adalah bawahan ku" ucap Nathan kembali melontarkan senyuman kepada Rens.


Rens pun tersipu malu. "Apakah boleh begitu tuan?" tanya Rens gugup.


"Kenapa tidak boleh, aku yang meminta nya langsung kepadamu" ucap Nathan sembari menonton acara Talk Show itu.


"Baiklah Tuan....tidak maksudku Nathan, jika itu kemauanmu" ucap Rens tersenyum begitu manisnya kepada Nathan.


"Rens...." panggil Nathan.


"yah...." jawab Rens, menoleh kearah Nathan.


"Kau pernah bilang, jika kau masih ingin melanjutkan kuliahmu yah?" tanya Nathan, Rens pun terdiam sejenak.


"Sebenarnya aku ingin...tapi jika kau tidak mengizinkan aku tidak akan melakukannya" ucapnya menunduk.

__ADS_1


"bukan kah tinggal semester terakhir kan....mungkin itu akan memakan waktu hanya 4bulan lagi!! Aku bukan type pria yang berpikiran sempit....jadi aku akan mengizinkanmu" ucap Nathan dengan santainya.


"Benarkah.....benarkah itu?" ucap Rens semangat.


"hmm..." Nathan hanya mengangguk.


Karna terlalu semangat Rens pun tanpa sadar memeluk Nathan yang berada disampingnya itu. Dirinya sampai lupa jika ditangannya masih tertancap jarum infus, sampai akhirnya dia tiba-tiba kesakitan.......


"Nathan terima kasih....." Rens melompat memeluk Nathan.


"Awwhh.....sakit" erang Rens kesakitan.


Nathan pun langsung melepaskan pelukan Rens, kemudian beranjak dari duduknya.


Nathan beranjak dari duduknya lalu berjalan kearah ruang kerjanya, meninggalkan Rens yang duduk terdiam didepan tv. Rens memandangi bahu tegap Nathan yang semakin menghilang dari lorong.


"Sepertinya dia marah.....Rens apa kamu bodoh, karna terlalu senang sampai lupa diri" ucap Rens pada dirinya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


Didalam ruang kerja Nathan...


Nathan berjalan kearah brankas lalu membukanya, kemudian dikeluarkan beberapa berkas yang akan diberinya kepada Kevin.


Nathan bersandar dimeja kerjanya, fikirannya masih memikirkan saat Rens tiba-tiba melompat memeluknya.


"Apa-apaan tadi itu....apa dia tidak memiliki rasa malu memeluk seorang pria begitu saja!! Hahah...." ucap nya sembari tersenyum kecil. Nathan pun berjalan keluar ruang kerjanya, saat dirinya sampai diruang santai ternyata Kevin dan juga perawat yang dikirim Dokter Bryan sudah ada disana.


"Kevin.....sejak kapan kamu datang" ucap Nathan, mengagetkan Kevin dibelakangnya.


"Tuan.....saya baru saja sampai" ucap Kevin sedikit menunduk.


"Tuan saya sudah selesai, sebaiknya Nona Renesmee harus beristirahat sekarang jangan banyak begadang pesan Dokter Bryan" ucap Perawat itu.


"baiklah kalian boleh pergi...." ucap Nathan pada Kevin dan perawat itu.


"....Kevin ini berkas yang kamu minta" lanjut Nathan sebelum Kevin pergi.


"Kalau begitu kami pamit undur diri Tuan.....Selamat Malam" ucap Kevin sembari mengajak perawat itu untuk memasuki lift. Nathan pun hanya membalas dengan anggukan saja.


"Rens sebaiknya kamu juga pergi istirahat....kamu dengar kan kata perawat tadi" ucap Nathan, sembari berjalan kearah pantry untuk mengambil segelas air putih.


"hmm...baiklah aku akan pergi ke kamar ku" ucap Rens, seraya berdiri dari duduknya dengan perlahan.

__ADS_1


Saat dirinya hendak melangkah menuju kamarnya, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Nathan. Rens pun menoleh, ternyata Nathan ingin memberikan segelas air putih itu untuk dibawa Rens kedalam kamar nya...


__ADS_2