Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~74


__ADS_3

" Sebaiknya kita masuk kedalam... " Nathan menuntun istri nya masuk kedalam ruang santai.


" Apa kau lapar sayang? " lanjut Nathan bertanya pada Rens.


" Sedikit hehehe " Jawab Rens, sembari ia memegang perut nya dan tertawa.


" ....tapi aku ngga mau makan direstauran lagi " lanjut Rens dengan wajah sedih.


" Why..... " tanya Nathan, memandang istrinya dengan aneh.


" Ngga puas..... " jawab Rens sedikit pelan.


Mendengar jawaban dari Rens, membuat Nathan terkejut dan mengundang gelak tawa dari Nathan.


" Apa ? hahaha..... " Nathan tertawa begitu lepas.


" kamu kok malah ketawa sih.....ngga jadi sudah " ucap Rens cemberut.


" Habis nya kamu ada-ada aja sih sayang!! ok ok jangan ngambek dong, aku masakin pasta aja yah "


" hmm...... " Rens tak menjawab.


" Ayolah..... "


" eh mau kemana... " Rens terkejut saat Nathan menarik tangan nya kearah dapur.


Rens duduk dikursi meja makan, yang menghadap langsung kearah pantry tempat Nathan sekarang berdiri.


Ditumpunya dagu nya dengan kedua tangan nya diatas meja. Dipandangi nya terus-menerus Nathan yang sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat pasta.


Seperti biasa Nathan tak lupa memakai celemek masak berwarna hitam milik nya. Sesekali ia melempar senyuman kearah istrinya yang tengah duduk memandang nya.


Sangat bahagia yang dirasakan nya sekarang ini, melihat seseorang yang ia cintai sedang memasak makanan untuknya.


" Apa aku sudah sepenuh nya memenang kan hatimu.....atau kah hanya setengah? dan setengah nya lagi masih bersama Stephanie " Bathin Rens.


Kini dia sedikit sedih, mengingat sosok Sheila/Stephanie. Fikiran nya masih tidak tenang walaupun sekarang Nathan sudah menjadi milik nya. Tetapi dia juga seorang manusia, dia memiliki hati yang tak bisa berbohong. Hati nya juga merasa tidak sanggup jika bahagia diatas luka Sheila.


Dia memalingkan wajah nya kearah lain, dia tak mau Nathan melihat wajah nya yang sedih.


.


.


.


Nathan memasak pasta kesukaan istrinya, dengan penuh kasih sayang dan cinta. Bahagia rasanya dia bisa kembali berbaikan dengan Rens.


Dia tidak pernah sekalipun memasak sesuatu untuk seseorang selain dirinya sendiri. Bahkan Barbara, Kevin, dan Stephanie tak pernah merasakan masakan Nathan.


Tetapi terhadap Rens, dia dengan senang hati memasak untuk nya. Mengingat bahkan sebelum mereka menyatakan cinta masing-masing, Nathan sudah pernah memasak untuk Rens saat hari pertama pindah ke apartemen.


" Aku rasa aku sudah jatuh cinta sepenuh nya kepada mu, Renesmee!! Aku akan pertahan kan hubungan kita ini!! aku janji ngga akan menyia-nyia kan dirimu lagi....." gumam Nathan.


Nathan memandang kearah Rens, dia sedikit aneh melihat Rens yang tiba-tiba memalingkan wajah nya.


" Sayang.... "


Namun Rens tak menjawab dan masih melamun....


Nathan pun kembali memanggil nya, kini menyebut namanya....


" Renesmee.. "


" Eh....maaf, kau bilang apa tadi? " Rens terkejut dan langsung menoleh kembali.

__ADS_1


" Aku tidak berkata apa-apa? " raut wajah Nathan berubah seketika menjadi dingin dan datar.


" Benarkah.....maaf aku terlalu banyak memikirkan soal skripsi ku hehehe " Rens menjadi gugup.


Dua hari sudah berlalu, Rens bersikap aneh dihadapan nya. Dia bisa merasa jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh istrinya itu.


" Ada apa sebenarnya? Apa yang kau sembunyikan dariku Rens, aku bisa merasakan kesedihan dibalik tawa mu itu " Gumam Nathan.


Kini suasana menjadi tegang dan dingin. Nathan tak lagi tersenyum, dia juga tidak berkata apa-apa.


Dia sedikit kesal, kenapa Rens tidak menceritakan saja kepadanya jika ada sesuatu yang difikir kan nya.


" Huh.... " Nathan menarik nafas dalam-dalam.


Dia kesal dan marah tapi itu semua ditahan nya. Dia tidak mau jika harus berantem lagi dengan Rens. Jadi dia memilih untuk mengalah pada egonya sendiri....


Setelah selesai, Nathan membawakan sepiring pasta. Ditaroh nya diatas meja dihadapan Rens lalu dia ikut duduk bersamanya dimeja makan.


Rens heran kenapa hanya satu piring yang suguhkan oleh Nathan. Dia pun bertanya...


" Kok cuman satu, kamu ngga makan juga? " Tanya Rens dengan heran.


Nathan tersenyum dan menyendok pasta itu dengan garpu. Lalu diarah kan nya ke mulut Rens....


" mmm....kamu ngga makan " Tanya Rens kembali, sembari mengunyah pasta yang diauapi oleh Nathan.


" Aku ngga laper...kamu aja makan " Nathan tersenyum dan kembali menyuapi Rens.


" mmm....oh gitu, aku bisa makan sendiri kok " ucap Rens, ia merebut garpu dari tangan Nathan.


Namun Nathan mengelak, hingga Rens tak dapat menggapai garpu tersebut.


" Aku aja yang suapin.... "


" Aaaaa......" Nathan menyuapi Rens kbali, sesekali ia ikut mangap dan berkata A .


" Hmm....lucunya " bathin Rens, tersenyum simpul.


" Kenapa senyum-senyum, baru sadar kalau aku keren yah " Nathan berkata denga sedikit percaya diri.


" hahaha....terserah Tuan Nathan saja!! " Rens tertawa mendengar ucapan Nathan.


" Bukan hanya keren, tapi Best lah pokoknya " Bathin Rens lagi.


.


.


.


Setelah selesai makan Nathan dan Rens pun memutuskan untuk langsung istirahat dikamar mereka.


Nathan dan Rens berbaring dengan berpelukan. Posisinya Nathan dibelakang sembari memeluk Rens yang berada didepan nya.


Rens mengusap-usap punggung tangan Nathan, sedangkan Nathan menciumi aroma segar jeruk dari rambut sang istri.


" Nathan...aku boleh tanya sesuatu ngga? "


" Apaan sayang? "


" hmm....Kamu ngga ada niat kah untuk menyentuh aku? " Tanya Rens dengan sedikit ragu-ragu.


" Maksud kamu apa sih sayang, aku setiap hari menyentuh mu bukan " jawab Nathan seadanya.


" Bukan itu maksudku....tapi hubungan yang layak nya suami istri " Tanya Rens dengan polosnya.

__ADS_1


Deg...deg...deg


Jantung Nathan berdebar begitu hebat nya, dia langsung melotot tak percaya. Dia diam sejenak, dan bingung harus menjawab apa...


" hahaha....apa-apaan kenapa dia bertanya seperti itu? apa dia ingin melakukan nya sekarang? " gumam Nathan, kini dia tersenyum dengan licik nya.


" Agghh....Renesmee bodoh!! bagaimana bisa kamu bertanya dengan tidak tahu malunya seperti itu !! apa sudah yang difikirkan Nathan tentang mu, bodoh bodoh bodoh " Rens bergumam sembari memaki kebodohan nya sendiri.


Rens benar-benar gugup saat ini, ditambah Nathan yang diam tak menjawab membuat dirinya semakin panik. Dia pun memberanikan diri untuk kembali bertanya...


" kok malah diam.... "


Lamunan Nathan pun buyar seketika, dibalik kan nya Rens menghadap kearah nya. Ditatap nya wajah Rens yang kini merah karna gugup.


" Kenapa kau bertanya seperti itu sayang? " tanya Nathan dengan tersenyum menggoda.


" emm.... aku...aku....aku hanya... " jawab Rens terbata-bata.


" Apa kau mau melakukan nya sekarang, aku siap kok.... " Nathan berbisik ditelinga Rens, sembari ia menyentuh batang leher istrinya itu dengan ujung hidungnya.


Rens mengerang pelan, karna merasa geli serta tubuh nya merinding seketika.


" Ahhh.....bukan seperti itu "


" Jadi apa Sayang ? Nathan kembali menciumi leher jenjang istri nya tersebut.


Rens semakin menggeliat, hembusan nafas Nathan membuat tubuhnya merinding. Dia merasa seperti ada sesuatu yang naik ke atas kepalanya, rasa yang tak pernah ia rasakan.


" Ahhh.... Nathan...berhenti " Rens mendorong tubuh Nathan kebelakang seketika.


Nathan yang didorong itu pun bukan nya marah, dia malah tersenyum dengan begitu senang nya.


Dia merasa telah sukses hampir membuat nafsuh birahi istrinya itu naik.....


" Kenapa sayang? bukan nya kamu tadi bertanya padaku? " Tanya Nathan, dengan berpura-pura tidak mengerti perkataan Rens.


Padahal dia sangat mengerti maksud dari ucapan Rens, namun dia hanya ingin mengerjai istri nya itu.


" Aku hanya bertanya, bukan ingin melakukan nya "


" baiklah....aku akan menjawab mu "


" Apa kau ingat, kau pernah mengatakan jika kau ingin menyelesai kan skripsi mu terlebih dahulu!! aku tidak ingin melakukan nya sekarang, bagaimana jika kau hamil!! tentu saja aku tidak akan mengizinkan mu pergi kekampus lagi, terlebih kau harus tetap dirumah dan menjaga kandungan mu itu.... " Jawab Nathan menjelaskan panjang lebar.


" Oh karna itu... " Sahut Rens singkat.


" Tapi jika kau ingin melakukan nya sekarang aku siap kok..... " Nathan kembali ingin memeluk Rens, namun ditahan oleh kedua tangan Rens didada Nathan.


" Tidak...tidak..... awas yah jika kau melakukan hal seperti tadi " ucap Rens.


" ....aku belum siap dan tidak mengerti caranya " lanjut Rens tetapi dengan nada pelan.


Nathan semakin tersenyum mendengar nya...


" Aku bisa mengajarkan nya padamu sayang..... " Nathan mengusap lembut bibir istrinya itu.


" hmm....aku belum siap!! maaf kan aku yah " ucap Rens dengan lirih nya.


" Its okay Sayang....aku akan menunggu hingga kau siap.... " Nathan membalikan tubuh Rens dan memeluk nya dengan erat.


Rens tersenyum menanggapi sikap Nathan yang sabar menunggu dirinya. Sebenar nya ada fikiran juga yang sedikit mengganggunya, dia sempat berfikir juga.....


" Semoga alasan mu tadi itu benar, bodoh nya aku sempat berfikir jika kau masih berharap Stephanie kembali!! maka dari itu kau tidak mau mengikat ku dengan hubungan seperti itu.....tapi kalau difikir-fikir aku memang belum siap untuk melakukan itu, Nathan tunggulah saat itu tiba " Bathin Rens.


Tak berselang lama mereka pun akhirnya terlelap, sembari sambil tidur dengan posisi berpelukan sampai pagi.....

__ADS_1


__ADS_2