
****
POV Author~
Rens berdiri didepan sebuah cermin besar yang ada didalam kamar mandi, memandangi tubuh nya yang sedang mengenakan salah satu lingerie yang dibelinya tadi.
Dia Sengaja memilih warna yang berwarna merah, karna dia tahu jika Nathan menyukai warna tersebut.
Dia mengerjapkan matanya beberapa kali menatap kearah cermin, lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan.
" Rens semangat kamu pasti bisa.... " ucap nya menyemangati diri sendiri.
Setelah itu dia menyemprot kan parfum diseluruh tubuh nya, sebelum melapis lingerie tadi dengan piyama tidur nya.
" Selesai.... " ucap nya mengangguk didepan cermin.
Dia membuka perlahan pintu kamar mandi, dan melangkah dengan ragu masuk kedalam kamar kembali.
Dia menoleh kearah ranjang nya mencari sosok Nathan yang tadi sebelum masuk ke kamar mandi ada disana.
Benar saja, ternyata Nathan masih berbaring disana dengan posisi sebelum nya. Rens mengkerutkan dahi nya heran....
Dia pun berjalan menghampiri Nathan, dengan langkah gugup nya. Nathan menyadari jika Rens berjalan mendekati nya...
Nathan menggeser tangan nya yang sedari tadi menutup matanya. Lalu dia menoleh kearah suara langkah kaki Rens.
Dia tersenyum memandang wajah cantik dan sendu Rens, yang dapat menghilangkan rasa penat dikepala nya saat ini.
" Kenapa senyum-senyum gitu.... " tanya Rens heran, melihat Nathan yang menatap nya dengan senyuman.
" Kenapa? apa aku tidak boleh tersenyum kepada istriku sendiri... " Nathan bangun dari posisi nya dan duduk dipinggiran ranjang dengan kaki menjuntai.
Kini Rens berdiri tepat dihadapan nya, membuat wajah nya sejajar dengan dada Rens. Nathan memeluk erat tubuh mungil istri nya itu dan menyandarkan kepalanya didada Rens...
" Aku janji akan terus membuatmu bahagia sayang.... " Ucap Nathan, yang kini mendongak menatap ke wajah Rens.
Rens pun menunduk menatap wajah Nathan, dia mengelus-elus kepala Nathan dengan sentuhan lembut nya...
Dia masih sedikit penasaran ada apa sebenar nya, mengapa Nathan terlihat aneh saja baginya. Ingin sekali ia bertanya, namun diurungkan niatnya itu. Karna tujuan nya malam ini adalah memberikan sepenuh nya hak atas dirinya kepada Nathan....
Rens mengangguk dan tersenyum, Nathan pun langsung berdiri dihadapan nya. Lalu dia mendaratkan kecupan di bibir Rens dengan lembut, setelah itu bergeser mengecup kening istrinya itu.
" Kamu sudah ngantuk yah....aku mau mandi dulu, kamu duluan aja " ucap Nathan kepada Rens.
Lalu dia berjalan meninggal kan Rens masuk kedalam kamar mandi. Rens hanya menatap sendu kepergian Nathan sembari merebahkan tubuh nya diranjang.
" Aku tidak mengantuk Nathan.....melainkan aku terlalu gugup saat ini , huh" Bathin Rens.
Rens berbaring dengan terlentang sembari menatap kelangit-langit kamar yang berwarna gelap itu.
Pikiran nya melayang kemana-mana, yang lebih jelas nya ingatan mengenai celana dalam tadi siang selalu terbayang.
Deg..deg...deg
Jantungnya berdebar tak menentu keringat dingin mulai menghampiri nya. Bibir nya terasa kelu, dan sangat susah untuk menelan saliva nya sendiri...
Suara tetesan air shower dari dalam kamar mandi terdengar begitu jelas ditelinga nya. Pikiran nakal nya mulai terbayang kembali, jika saat ini Nathan sedang membasahi tubuh atletis nya dibawah guyuran air shower yang hangat. Dia bergidik sendiri saat tersadar dari lamunan aneh nya itu....๐
Sesaat kemudian suara air shower itu mati menandakan jika Nathan telah selesai. Rens semakin dibuat gelagapan saat Nathan mulai membuka pintu dan berjalan keluar dari sana....
Wangi buah cery bertebaran hingga tercium di indra penciuman nya. " Ahhh....wangi sekali " gumam nya dalam hati.
Rens menoleh kearah Nathan, sembari ia terus mengusap jari-jemari nya yang basah karna keringat dingin. Dia memaksa kan diri untuk tetap terlihat tenang dan santai....
" Kamu kenapa sayang? kok wajah mu merah " tanya Nathan yang tengah berdiri tak jauh dari ranjang.
Nathan mengeringkan rambutnya dengan handuk putih kecil miliknya. Sedangkan tubuhnya kini telah tertutup rapi oleh piyama tidur berwarna hitam.
" Masa sih....engga kok " sahut Rens yang langsung memalingkan wajah nya.
Dipegangi nya dan dicubit-cubit nya pipi nya itu dengan pelan.
__ADS_1
" Apaan sih kok pipi sendiri saja tidak bisa dikendalikan.... " Rens berbisik sendiri.
Nathan berjalan menghampiri Rens, semakin dekat suara langkah nya. Semakin berdebar pula dada Rens.
Setelah dekat, Nathan pun naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya disebelah kanan Rens. Dia sengaja merentangkan tangan kirinya agar Rens dapat menjadikan lengan nya sebagai pengganti bantal..
Rens pun berbalik menghadap Nathan dia menatap wajah Nathan yang kini tepat didepan nya. Bahkan deruan nafas Nathan yang masih teratur sangat terasa dipori-pori wajah nya.
Nathan membalas tatapan mata Rens, lalu dia melemparkan senyuman dari wajah tampan nya itu. Membuat jantung Rens semakin berdebar...
" Kamu kenapa sayang? kok dari tadi memandangku dengan sangat aneh!! " ucap Nathan yang merasa heran akan sikap Rens.
" Aku tidak apa-apa sayang.... " ucap Rens yang sedang bersiap melakukan niat nya itu.
" Tidak seperti.....mmmm " ucap Nathan terhenti.
Belum selesai Nathan berkata, dengan cepat Rens mendekat dan menc**m bibir Nathan tiba-tiba. Nathan terkejut dan matanya membulat seketika.
Dia begitu terkejut dengan serangan Rens yang sangat tiba-tiba itu. Beberapa detik kemudian Rens melepaskan kecupan lembutnya itu dan menatap wajah Nathan dengan sayu.
Nathan tersenyum nakal dan langsung saja dia menyambar bibir mungil Rens yang berwarna merah jambu tersebut.
Dengan lembut Nathan mengh**ap dan melu**t bibir Rens. Rens menutup kedua matanya, perlahan dia mulai terbawa suasana lalu ia membalas melu**at bibir sexy Nathan.
Saat itu lah Rens mulai meluncurkan aksi nya, tangan nya mulai bergerak dan bermain-main didada bidang Nathan. Perlahan dia membuka satu persatu kancing piyama Nathan.
Setelah terbuka, Rens langsung mengelus dada bidang Nathan dengan sentuhan lembutnya. Diberanikan dirinya, perlahan tangan nya menyusuri perut sispack Nathan.
Kemudian tangan nya mulai menyusup kedalam celana yang dikenakan Nathan saat ini. Nathan terkejut dan langsung menangkap tangan Rens yang sudah masuk tersebut tapi belum menyentuh....
Nathan melepaskan ciuman nya seketika, dia memandang wajah Rens dengan dahi mengkerut. Sedangkan Rens hanya menunduk malu. Wajah nya kini sangat merah merona...
" Apa yang kau lakukan? apa kau tau dengan jelas akibat nya jika kau menyentuh nya sayang.... " ucap Nathan berbisik ditelinga Rens.
Kemudian tangan nya memegang dagu Rens dan menegak kan wajah nya. Kini wajah mereka sangat dekat....
" .....aku bisa saja kehilangan kendali, dan tak bisa menahan nya " lanjut nya dengan suara sedikit serak akibat ciu**n panas tadi.
Sontak Nathan terkejut, matanya seketika membulat. Dia begitu tak percaya dengan sesuatu yang baru saja keluar dari mulut Rens...
" Bukan kah kita sepakat untuk menunggu skripsi mu.... " ucap Nathan yang terhenti karna Rens langsung menutup mulut Nathan dengan jari telunjuknya.
Rens pun menggelengkan kepala nya. Sekarang Nathan mengerti maksud dari Rens.....
Dia menatap lekat kedalam netra biru istrinya itu.....
" Sepertinya dia bersungguh-sungguh kali ini.....Rens aku semakin berjanji tidak akan meninggalkan mu setelah ini " Bathin Nathan.
Nathan pun beranjak dari berbaring nya ,kini dia mulai menindih tubuh mungil Rens. Dibuka nya piyama yang sudah tidak terkancing itu. Rens terlihat menelan salivanya sendiri melihat tubuh atletis Nathan, dada nya yang bidang serta perutnya yang sispack itu.
Dia melempar senyuman termanis nya kepada Rens, sebelum mulai membuka satu persatu kancing piyama milik Rens. Rens tersipu malu wajah nya semakin memerah....
Nathan terkejut melihat pandangan yang tak biasa dihadapan nya. Sebelum nya dia memang sudah sangat tertarik oleh tubuh Rens. Dan sekarang ini dia semakin tidak bisa menahan gejolak nafsu didalam dirinya.
Terlebih sekarang ini Rens mengenakan lingerie sexy berwarna merah kesukaan nya. Dilepaskan nya piyama Rens lalu tidak menunggu lama dia menarik celana yang digunakan Rens hingga terbuka dari kaki nya.
" Apa kamu sengaja membelinya untuk memamerkan nya padaku.... " Ucap Nathan tersenyum nakal.
Rens hanya mengangguk malu, sembari menggigit kuku tangan nya. Tatapan matanya terlihat sangat sayu....
Pemandangan yang begitu menggairah kan baginya, Rens yang berbaring terlentang hanya mengenakan lingerie saja.
Dia melepaskan semua yang dikenakan nya, hingga tubuhnya polos tidak tertutup benang sehelai pun. Rens menutup kedua matanya menggunakan tangan nya....
Dia malu untuk melihat milik Nathan, Nathan tersenyum kecil melihat tingkah lucu istrinya itu. Tak menunggu lama Nathan menarik tali yang mengikat lingerie tersebut hingga membuat nya terlepas. Kini tubuh Rens sama polosnya sepertinya tanpa sehelai benang yang menutupi.
Birahinya semakin memuncak, dia menelan saliva nya sendiri beberapa kali. Dia mendekat dan menge**up lembut bibir mungil Rens, setelah itu mulai menc**mi batang leher Rens hingga membuat nya bergidik kegelian.
" Tahan lah sedikit sayang....aku akan melakukan nya pelan-pelan "
" .....mungkin akan sangat sakit diawal " ucap Nathan berbisik ditelinga Rens.
__ADS_1
Rens bingung dengan apa yang dikatakan oleh Nathan dia hanya diam menikmati perlakuan lembut Nathan pada tubuhnya.
Nathan pun mulai menyatukan dirinya pada tubuh Rens. Dengan perlahan dia mulai melakukan ritual malam pertama nya dengan Rens yang dikira nya akan menunggu tiga atau empat bulan lagi...
Dengan jeritan kecil Rens saat pertama dan disusul desahan nikmat yang keluar dari bibir mungil Rens. Membuat Nathan lebih semangat malam itu......
Mereka pun melakukan nya hingga berulang-ulang kali, sampai Nathan benar-benar lelah. Rens hanya mengikuti saja kemauan Nathan yang malam itu habis-habisan menggulat nya ๐ ๐.
Setelah menurut Nathan sudah cukup, mereka pun tertidur sambil berpelukan tanpa mengenakan apapun. Hanya dibalut selimut tebal Nathan yang menjadi penghangat mereka.
.
.
.
Pagi hari nya hujan turun begitu deras nya, hawa dingin semakin membuat sepasang suami istri itu malas untuk bangun dari mimpi indah mereka. Mengingat pertempuran panas yang mereka lakukan semalam....
Rens mengerjapkan matanya beberapa kali, dan membukanya perlahan. Di tegak kan nya kepalanya menatap wajah tampan Nathan saat tertidur, dia tersenyum dan mengelus pipi Nathan dengan lembut.
Sentuhan tangan Rens membuat Nathan terbangun dari mimpi indah nya itu. Dia membuka matanya perlahan, betapa adem nya hatinya melihat wajah sendu dan cantik dari istrinya tersebut. Nathan pun mengecup lembut kening Rens....
" I love you sayang..... " ucap Nathan.
" I love you to Nathan..... " sahut Rens tersenyum.
Nathan mendengar suara tetesan air dari balkon kamar nya dan hendak beranjak dari tidur nya begitu pun Rens. Namun tiba-tiba saja Rens menjerit kesakitan....
" Aww..... " jerit Rens.
" Astaga, aku hampir lupa sayang!! maaffin aku yah, pasti karna semalam " ucap Nathan dengan wajah menyesal nya.
" Engga kok sayang......hanya sedikit perih dan pegel aja tubuh ku " ucap Rens tersenyum polos, dia tidak mau Nathan menjadi merasa bersalah padanya.
" Yang bener.... " tanya Nathan
" Iya sayang....beneran " jawab Rens sungguh-sungguh.
" .....aku mau mandi gendong yah " lanjutnya bersikap manja.
Nathan pun tersenyum dengan tingkah manja istrinya itu...
" Baiklah....siap nyonya besar ku " ucap Nathan.
Nathan pun menyibak selimut yang menutupi tubuh polos mereka dan beranjak menggendong tubuh mungil Rens. Dia berjalan perlahan masuk kedalam kamar mandi bersama.
Pagi itu mereka mandi bersama tanpa rasa canggung lagi dari Rens. Mereka juga kembali melakukan pergulatan panas itu saat sedang mandi bersama....
Gila Nathan ngga ada capek-capek nya, hahaha๐๐ .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yang ditunggu-tunggu๐ ๐
__ADS_1
Happy reading my dear.....terima kasih untuk like nya dan yang belum vote, ayo dong vote juga biar author nya tambah semangat dan yang udah vote makasih banyak semoga ditambah kan rejeki nya amin๐๐ Tapi gak maksa yah bagi yang ikhlas aja hehehe๐ค๐ค