Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~80


__ADS_3

*****


POV Author~


Matahari sudah berada tepat diatas kepala menanda kan tepat tengah hari. Nathan sudah melajukan mobil selama 2 jam tanpa berhenti.


Mereka sudah sangat dekat dengan Villa milik Tara dan juga Pabrik Ikan Tuna yang dikelola oleh Sheila.


Suasana didalam mobil terasa dingin mencekam, walaupun keadaan diluar sangat terik dan panas.


Nathan hanya diam tanpa berkata, dia fokus untuk mengemudi saja. Nathan tidak mau kecelakaan untuk yang kedua kali nya bersama Stephanie terjadi, mengingat ketidak fokus san nya saat itu.


" Presdir .....apa bo-boleh jika kita berhenti di mini market terdekat? " tanya Sheila gugup.


" Ada apa ? " sahut Nathan singkat.


" Sa-saya mau buang air kecil ..... " Sheila semakin gugup dan malu-malu berucap.


" Baiklah, tapi cepat sedikit " ucap Nathan dengan sedikit ketus.


Bukan hanya Sheila yang merasa gugup, Nathan pun juga begitu. Dia belum bisa menerima jika Stephanie masih hidup.


Dia bersyukur bahwa Stephanie masih hidup, tapi dia tidak pernah berfikiran untuk kembali padanya.


Mungkin itu dulu sebelum dia mulai mencintai Rens, tapi sekarang dia begitu mencintai istri nya itu.


Kalau ditanya perasaan, memang dia masih memiliki perasaan kepada Stephanie. Perasaan nya tak pernah hilang.


Tetapi, itu bukan perasaan cinta melainkan perasaan bersalah karna dia yang telah menyebabkan kecelakaan itu.


Hanya perasaan itu, tapi tak tahu dengan Stephanie. Bagaimana perasaan nya kepada Nathan jika ingatan nya sudah kembali? Apakah tetap sama atau sudah berubah seperti hal nya Nathan.


Nathan menepikan mobil nya dan memasuki karangan Toserba dipinggir jalan tersebut.


" Cepat sedikit....aku tak mau membuang terlalu banyak waktu.... " ucap Nathan ketus.


" hmm... " Sheila mengangguk dan langsung turun dari mobil.


Dia berlari pelan memasuki toserba itu, sedangkan Nathan hanya diam menatap kepergian Sheila.


" Entah aku harus senang atau sedih jika kau tidak mengingat kenangan kita, jika disisi lain aku tidak mau berpisah dengan Renesmee " Bathin Nathan.


Kling....kling....kling


Suara rincingan dipintu masuk saat Sheila memasuki toserba. Penjaga kasir pun dengan sigap berdiri memberi salam yang sudah biasa diucapkan saat ada pelanggan.


" Selamat datang ..... " sapa penjaga kasir itu.


" Permisi, apa saya boleh menumpang toilet? " tanya Sheila dengan sopan.

__ADS_1


Dia sedikit panik karna sudah hampir tak kuat menahan rasa kebelet nya.


" Disebelah sana kak, silahkan " sahut penjaga kasir itu, sembari menunjuk kearah belakang.


Setelah mendapat kan jawaban, Sheila langsung berlari-lari kecil kearah yang ditunjuk tadi.


Selesai buang air kecil, tak lupa ia untuk mencuci tangan diwastafel yang sudah disediakan.


Ditatap nya bayangan dirinya sendiri dicermin yang ada dihadapan nya itu. Dirapikan nya rambut dan baju nya yang sedikit berantakan.


Saat dia hendak berjalan kearah pintu, tiba-tiba saja pandangan nya kabur dan kepala nya sedikit pusing.


Sheila berpegangan diujung wastafel sembari ia memijit pelan keningnya menggunakan jemari nya.


" Aghh....ada apa ini " ringis Sheila pelan.


Terlintas begitu saja dikepalan nya, seperti keadaan didalam sebuah mobil mewah. Potongan demi potongan ingatan lewat difikiran nya, hingga membuat kepalanya sakit.


Potongan ingatan~


"**Mih Nathan bersama Step pergi kegereja bersama...."


"Tapi nak....sebaiknya kevin akan mengemudi untuk mengantar kalian yah"


"engga usah mih.....Nathan akan menyetir sendiri bersama step....mamih ngga usah khawatir dan ikutin saja Nathan dibelakang bersama Kevin"


"sssshhhuuutt.....Nathan ngga mau mendengar omelan dari Mamih,bentar lagi Nathan menikah Mih!! Nathan bukan anak kecil lagi..."


"Baiklah terserah kau saja lah .....tapi ingat jalan pelan-pelan saja yah sayang"


"Ok**....."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Aghh.... " Ringis Sheila lagi, dia mencoba berdiri dengan tegak.


" Apa tadi itu ? Gereja ? Menikah ? Nathan ? siapa Nathan, kenapa kebetulan sekali nama yang sama dengan pria yang kini bersamaku? " ucap Sheila, dia menatap kembali bayangan dirinya dicermin.


" Kenapa sekian lama baru sekarang aku merasa kan seperti ini? Siapa Nathan, kenapa aku tak bisa melihat wajah nya .... "


Dia semakin heran, kenapa baru kali ini ingatan nya merasuki fikiran nya. Selama ini dia sudah menunggu-nunggu nya, walaupun dia sudah nyaman dengan kehidupan nya sekarang. Tapi dia tak bisa membohongi perasaan nya yang menginginkan ingatan nya kembali.


" Aghhh......sakit sekali, aku ngga kuat " ringis Sheila semakin keras, saat dia berusaha mengingat lagi.


Tanpa sadar air matanya menetes dengan sendirinya, mengalir hingga membasahi pipi nya. Memang hanya sedikit tapi itu bisa membuat nya kembali bersemangat untuk mengingat kembali masa lalu nya.


Namun akibat dia memaksa mengingat dengan keras, Sheila membuat kepalanya semakin sakit, keringat dingin diseluruh tubuhnya, dan wajah nya nampak sangat pucat.


Dia berjalan sempoyongan keluar dari toilet itu. Sebelum kembali kemobil Sheila membeli dua botol air mineral.

__ADS_1


Dia berusaha berdiri dengan tegap dan berjalan seperti biasa. Dia tak mau jika pria dingin itu melihat keadaan nya yang kini tidak stabil.


" Seperti nya ini hanya kebetulan saja, tidak mungkin kan Nathan yang ada diingatan ku adalah Nathan yang kini berada tepat dihadapan ku " Bathin Sheila.


Dia menatap sayu kearah Nathan yang berada didalam mobil. Nathan pun sadar akan Sheila yang menatap nya.


Nathan pun melotot kearah Sheila, mengisyarat kan nya untuk cepat masuk. Dengan sigap karna takut Sheila langsung masuk kedalam mobil sport milik Nathan.


" kenapa lama sekali... " Ketus Nathan.


" Ma-maaf kan saya Presdir.... " ucap Sheila gugup, dia memalingkan wajah nya kearah jendela. Saat ini Sheila sangat takut menatap wajah Nathan.


" Baiklah....cepat kenakan sabuk pengaman mu " Nathan menatap tajam dirinya.


" hmm... " Sheila mengangguk isyarat iya.


Nathan kembali menatap arah depan, tak mau juga dia terlalu menatap Sheila lama. Dia takut jika tak bisa menahan diri untuk mengatakan yang sejujur nya, dia ingin jika Sheila bisa mengingat sendiri siapa dirinya.


" kenapa dengan wajah nya, tadi sebelum nya tidak seperti itu !! tapi kenapa sekarang memucat, apa dia sakit " gumam Nathan.


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan yang tidak terlalu jauh lagi dari Pabrik serta Villa Tara.


.


.


.


Kini waktu menunjukan pukul 2 siang, mobil Nathan memasuki perkarangan Villa milik Tara yang berada tidak jauh dari Pabrik.


Louis Wilton sudah mengatakan sebelum nya , jika Nathan dipersilahkan untuk menginap di Villa milik Tara selama ada disana.


Tetapi jika Tara tahu tentang itu, jelas sekali dia pasti tambah marah. Meskipun Nathan sempat menolak tapi Louis memaksa jadi yasudah dia tak punya pilihan, ditambah disana tidak ada penginapan terdekat.


Nathan memarkirkan mobil nya, lalu saat dirinya hendak melepaskan sabuk pengaman. Nathan merasa heran saat melihat Sheila yang sepertinya tertidur.


Dipandangi nya sejenak wajah Sheila yang pucat dan kening nya yang berkeringat. Tanpa sadar pun tangan Nathan bergerak ingin mengelap keringat itu.


Namun saat punggung tangan nya menyentuh kening Sheila, Nathan begitu terkejut. Bagaimana tidak jika dia merasa kening Sheila begitu panas.


Disitulah dia baru sadar jika Sheila bukan tertidur melainkan pingsan. Nathan menjadi panik dia menggoyang-goyang kan tubuh Sheila beberapa kali, namun tak ada tanda-tanda dari Sheila.


Nathan langsung bergegas keluar dari mobilnya dan memanggil beberapa pelayan pria di Villa mewah itu untuk membantu nya.


Nathan tak berniat untuk menggendong Sheila, karna dia tak ingin Rens berfikiran macam-macam terhadap nya. Walaupun sekarang ini Rens tak ada, Nathan berusaha menjaga kepercayaan istrinya itu.


Bersambung~


Jangan lupa untuk Vote dan Like nya...Thankyou happy reading guys🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2