
Kini Rens tengah duduk disofa ruang santai sembari menonton tv. Beberapa kali ia menengok kearah ruang kerja Nathan....
" Kenapa Nathan belum keluar juga, katanya mau nonton tv sama-sama.... " ucap nya, dengan hati yang sedikit tidak tenang.
Tidak lama kemudian pun....
Cklekk....Suara pintu terbuka....
Nathan menghampiri Rens yang tengah duduk menonton tv diatas sofa. Nathan berjalan perlahan mengendap-endap agar langkah nya tak terdengar.
Saat sudah berada dibelakang sofa tepatnya dibelakang Rens. Nathan langsung melingkarkan tangan nya dileher istrinya...
Cups...cups...cups
Kecupan manis,hangat, serta penuh kasih sayang mendarat pipi Rens beberapa kali. Sontak Rens langsung menengadah kan kepalanya....
Nathan sedikit menelan salivanya sendiri, melihat posisi Rens yang menengadah membuat belahan dada nya nampak begitu jelas nya...
Hasratnya pun kembali bergejolak dalam dirinya, ingin sekali rasanya saat ini dia melahap istri nya itu...
Terlebih leher jenjang dan bibir merah jambu Rens begitu menggiur kan nya. Tatapan mata nya menjadi sayu, beberapa kali ia menelan salivanya....
Dia mendekat kan wajah nya diwajah Rens dan mengecup bibir Rens dengan lembut. Setelah dia rasa Rens sudah mulai nyaman dengan kecupan nya barulah. Tangan Nathan mulai menggerayang disekitar dada nya, sesekali ia mengendus batang leher Rens aroma jeruk dari tubuh Rens semakin membuat birahi nya memuncak.
Kecupan lembut kini berubah menjadi ciuman panas, Nathan dengan sigap menggendong tubuh mungil istrinya. Sembari terus berciu**n seiring langkah kaki nya memasuki kamar....
Nathan merebah kan tubuh Rens dipinggiran ranjang, pipinya memerah tatapan matanya juga sayu. Sepertinya Rens juga berada ditahap yang dia sendiri belum mengerti...
Nathan merangkak diatas tubuh Rens yang tengah terbaring pinggir ranjang itu. Wajah mereka begitu dekat satu sama lain, nafas kedua nya bahkan sangat memburu tidak teratur...
Nathan menciumi leher jenjang Rens membuat nya bergelinjang tak karuan, desahan kecil keluar dari bibir merahnya membuat Nathan semakin menggila.
Tangan nya mengelus lembut pipi Rens dan bibir merah nya....
Akhir nya malam itu pertempuran panas kembali terjadi dikamar mereka. Seiring dengan desahan-desahan kecil dari kedua bibir mereka yang berlangsung hampir 2 jam lebih....
Karna masih pukul 10 malam, Nathan dan Rens masih belum bisa tidur setelah pergulatan panas mereka tadi. Kini mereka tengah duduk dibangku yang memang sudah ada dibalkon.
Rens duduk diatas paha Nathan, sedangkan Nathan memeluk erat tubuh Rens dari belakang. Sembari ia menumpu dagunya dipundak Rens.
Juga beberapa kali ia menghirup aroma jeruk kesukaan nya ditubuh Rens....
" Sayang.... " panggil Nathan.
Dia memejamkan matanya, dan menyandarkan kepalanya dipunggung belakang Rens. Sedangkan tangan nya masih erat memeluk istrinya itu.
" Ada apa sayang? " Jawab Rens, pandangan matanya tertuju pada langit malam yang indah akan kerlap kerlip bintang.
" Apa kamu merindukan orang tua mu? " Tanya Nathan, sontak membuat Rens termenung sejenak.
__ADS_1
" Jelas aku sangat merindukan mereka.... " ucap Rens, Mata nya sudah mulai berkaca-kaca.
" .....tapi jika didekat mu, aku seperti berada didekat mereka yang menyayangi ku seperti dirimu " lanjut nya sembari berbalik sedikit agar bisa melihat wajah Nathan.
Nathan menatap lekat kedua bola mata Rens yang berkaca-kaca kala itu. Dia tahu jika saat ini pasti Rens merasa sedih, tetapi tetap tersenyum dibalik kesedihan nya...
Cupss....
Kecupan hangat dari bibir Nathan mendarat dikening Rens. Lalu Rens membalas nya dengan tersenyum, dan kembali menghadap depan.
" Bagaimana jika weekend nanti kita mengunjungi mereka, aku rasa sudah sangat lama sejak pernikahan kita " ucap Nathan.
Dia mengajak Rens untuk mengunjungi makam mendiang orang tuanya. Mungkin disanalah nanti waktunya akan tepat, untuk dia memberi tahu semua tentang kebusukan Sam dan juga Vera....
" Yang bener sayang....aku ingin sekali mengunjungi mereka " ucap Rens dengan girang nya.
" Kalau begitu kita berangkat pagi-pagi karna habis dari sana kita jalan-jalan gimana? "
" Mau...mau....makasih Nathan sayang "
Rens mengangguk-ngangguk kesenangan, kecupan bertubi-tubi mendarat diwajah Nathan.
Cups..cups...cups....cups...cups
" Tapi.... " ucap Rens yang tiba-tiba menjadi ragu.
" kenapa.... " Nathan mengerinyitkan dahinya.
" hmm....boleh Sayang, apapun itu mau mu " jawab Nathan yang kembali bersandar dipunggung Rens.
" Love you Nathan.... "
" Love you to Renesmee "
Bisa dikatakan jika saat ini, sekarang ini, diwaktu yang sama, dia begitu merasa bahagia. Rasa cinta nya kepada Nathan semakin besar, begitu pun dengan Nathan. Dia begitu mencintai istrinya itu, hingga perasaan takut kehilangan nya semakin besar pula.....
Setelah selesai berbincang-bincang, mereka pun kembali ke kamar dan segera tidur. Untuk rehat dari kelelahan yang mereka rasakan masing-masing. Menyambut hari esok yang akan datang....
.
.
.
.
...****************...
Beberapa hari kemudian...
__ADS_1
Pagi itu Nathan dan Rens tengah mandi bersama lagi. Mengingat setelah mereka mulai berhubungan intim, Nathan sering mengajak Rens untuk mandi bersama.
Benar sekali, tidak terpungkiri pastinya mereka melakukan pergulatan panas setiap kali mandi bersama. Rens sudah mulai terbiasa akan hal itu, membuat nya semakin kecanduan dengan tubuh suami nya.
Begitu pun Nathan semakin hari, semakin besar pula hasrat nafsu nya pada Rens. Dia sudah bertekad untuk memiliki anak dari Rens. Tidak sabar rasanya dia untuk menjadi seorang suami serta ayah yang baik untuk istri dan anak nya kelak.....
Setelah selesai mandi, mereka pun bersiap-siap untuk turun kelobby menunggu Kevin menjemput. Karna hari ini mereka sudah mempunyai planning untuk mengunjungi makam orang tua Rens...
Tak lama sekitar lima belas menit mobil Kevin terlihat memasuki lobby dan berhenti tepat depan pintu masuk. Nathan menggandeng tangan Rens menghampiri mobil Kevin.
Alangkah terkejut nya Rens, saat melihat Mia yang ternyata sudah ada didalam mobil itu. Dia sedikit heran ada apa dengan Kevin akhir-akhir ini, dia tidak pernahengeluh untuk disuruh mengantar Mia pulang...
Bahkan sekarang ini dia menjemput Mia terlebih dahulu, baru menjemput Rens dan Nathan. Kecurigaan mulai terbesit dibenak Rens, seperti nya ada sesuatu antara mereka berdua....
Diperjalanan Rens sama sekali tidak memperhatikan Nathan yang berada disebelah nya, hingga membuat Nathan sedikit kesal...
Rens hanya memperhatikan gerakcgerik dari Mia dan juga Kevin. Yang sedari tadi sedang melempar pandang dan senyuman masing-masing....
" Rens.... " panggil Nathan dengan suara yang sedikit lantang.
Dia begitu kesal karna merasa tak dianggap sama sekali terhadap Rens. Aneh sekali sikap wanita satu ini, begitu fikir nya...
" Hah? maaf sayang " ucap rens dengan wajah sedikit ketakutan.
Karna melihat wajah Nathan yang nampak sangat kesal.
" Apasih yang kamu pikirkan? sampai tidak menghiraukan diriku " ucap Nathan lagi kini dia memalingkan wajahnya kearah jendela.
Rens semakin menciut nyali nya, dia pun langsung menggenggam tangan Nathan. Namun Nathan sama sekali tak bereaksi apa pun, tangan nya masih mengepal karna kesal.
" Sayang maaffin aku "
Rens memegang dagu Nathan dan mengembalikan pandangan Nathan ke arah nya. Kini matanya sedikit merah dan berkaca...
Nathan tak tega melihat istrinya itu yang hampir menangis.
" Aku ngga marah kok sayang.... " Nathan berucap sembari tersenyum.
Cups...
Dia pun langsung mengecup kening Rens, dan menarik tubuh Rens kedekapan nya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Bersambung.....