Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~65


__ADS_3

Mereka pun mulai menyantap makan malam mereka dengan makanan yang dibeli oleh Mia.


Mereka duduk memutar, Nathan, Rens, Mia, Kevin.


"Sayang, sini aku suapi kamu....Aaa" Rens menyumpit satu buah sushi dan menyuapi nya kepada Nathan dengan pelan.


Nathan pun dengan senang hati menerima perlakuan lembut istrinya itu. Betapa bahagia nya dia saat ini.


"Kamu mau apa sayang? minum kah? ini" Nathan mengambilkan segelas jus buah berwarna orens gelap lalu menyodorkan kepada Rens.


Rens hanya tersenyum, namun saat ia hendak menyedot jus itu Nathan menarik kembali gelas nya.


"Tunggu....ini bukan buah Persik kan" Matanya menatap tajam Kevin dan Mia.


"Yah engga lah....memang nya aku gila mau


kasih Rens minuman yang mengandung persik, bisa-bisa dia mati disini" Mia berucap dengan raut wajah masam, karna Nathan meragukannya.


"Apa kau bilang? kau mendoakan istriku cepat mati?" Nathan menatap nya dengan tatapan lebih tajam.


"ihh...apaan sih kok malah berantem" Rens mencoba melerai keduanya.


"....Sayang tenang aja, Mia ngga mungkin meracuni diriku" lanjut Rens tersenyum, Nathan pun kembali menyodorkan gelas tersebut pada Rens.


"Awas aja...." Nathan kembali melempar tatapan sinis kepada Mia dan Kevin.


"Awas apa....dasar...." Belum selesai berbicara, tangan Mia diremas oleh Kevin. Mengisyaratkan Mia untuk berhenti.


"Sudahlah...untuk apa kau melawan nya,jika dia marah habislah dirimu" Kevin mengingat kan pada Mia betapa kejam Nathan, dengan setengah berbisik.


"Ihh tapi ngeselin banget nih orang, sebel tau" Mia memaki dengan pelan.


"Ada apa dengan mereka berdua? mengapa mereka bisa seromantis ini?" bathin Kevin.


"Nathan....aku harap sikap manismu ini akan selamanya padaku" Bathin Rens.


"Aku ikut senang Rens, jika kau bahagia seperti ini!! aku berharap Nathan akan dapat mencintaimu seutuh nya" Bathin Mia.


"Aku merasa sangat bahagia berada didekat mu Rens, Aku juga yakin kenangan burik yang selalu menghantui ku akan menghilang dengan berjalan nya waktu bersama mu" Bathin Nathan.


Melihat ke romantisan Rens dan juga Nathan, membuat Kevin juga Mia tidak bernafsu malam itu.


Mereka seperti sedang menonton drama korea romantis, fikir mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


Malam semakin larut, Mia dan Kevin pun pamit pulang. Mereka juga tidak mau mengganggu Rens dan juga Nathan yang baru saja terlihat baikan.


Hujan masih sangat deras, Kevin pun berniat mengantar Mia pulang kerumahnya. Tidak mungkin kan dirinya membiarkan Mia pulang sendirian malam-malam begini apalagi sedang hujan.


Diperjalanan hingga sampai dirumah Mia, mereka hanya diam saja. Nampak kecanggungan dikedua nya. Setelah mengantar Mia, Kevin pun juga bergegas pulang kerumah utama.


*****


POV Renesmee~


Aku membersihkan meja diruang santai yang menjadi tempat kami makan malam. Satu persatu wadah yang kotor aku bawa kedapur, Nathan pun ikut membantu diriku.


Setelah selesai dan bersih lah meja tersebut, aku kembali kedapur dan berniat untuk mencuci wadah-wadah kotor tadi.


Dengan menggunakan pelindung tangan, aku mencuci perlahan wadah-wadah kaca tersebut.


Jujur saja sebenarnya aku tidak pernah mencuci piring seperti ini. Namun aku tidak mau Nathan terus melihat diriku yang manja.


Saat sedang serius dan fokus mencuci piring, tiba-tiba saja kedua pasang tangan putih berurat yang tidak terlalu kekar itu melingkar dipinggul ku.


Tangan itu milik Nathan, dia memeluk ku dengan begitu erat nya sampai-sampai aku hampir tidak bisa bernafas.


"Nathan...udah deh jangan begini!! aku kan mau cuci piring" Aku mencoba melepas kan tangan Nathan.


Dia pun tak mengubrisnya dan semakin memuk ku dengan erat. Diusap nya rambut bagian kiriku kearah belakang hingga menampakan leher putih mulusku, dengan perlahan dia menciumi nya dengan lembut.


Aku sedikit gugup dan bingung perasaan apa yang kurasakan ini. Sebab aku sama sekali belum pernah didekati oleh lelaki selain Tara, dan juga tidak pernah sampai sedekat ini.


"Nathan....aahh berhenti aku mau selesaikan ini dulu" desahku sedikit, aku pun menyingkir sedikit hingga membuat jarak padanya.


"Baiklah.....kau selamat kali ini" Nathan tersenyum menyeringah kepadaku.


"....aku akan menunggu mu diruang kerjaku yah sayang, ada yang ingin aku bicarakan padamu" Nathan berlalu meninggalkan ku.


Aku sedikit bingung dan penasaran, apa yang ingin ia bicarakan padaku didalam ruang kerjanya.


Aku pun mempercepat gerakan ku, setelah selesai aku pun masuk kedalam ruang kerja Nathan.


Aku bisa melihat Nathan sedang duduk dikursi yang berada dibalik meja kerja nya menghadap kearah pintu dan juga arahku berdiri.


Dia pun melambaikan tangan memanggil ku agar mendekat padanya. Tanpa berlama-lama aku pun menghampiri Dirinya.


Saat diriku sudah berada disampingnya, Nathan pun menarik tubuhku dan memangku diriku dipahanya.


Aku terkejut saat Nathan mulai menggapai bingkai foto yang ada diatas meja kerjanya. Yaitu foto dirinya dengan Stephanie.


Air mata ku pun hampir saja menetes, aku seperti tak sanggup melihat foto itu. Nathan pun mengelus-elus wajah Stephanie difoto tersebut yang hampir berdebu.

__ADS_1


"Kau ingin bicara apa?" Tanya ku singkat, aku tidak mempungkiri jika sekarang ini aku sedikit kesal.


"Sayang, maaf kan aku jika karna foto ini aku begitu menyakitimu" ucap Nathan.


"hmm..." Aku masih diam.


"Berapa lama kalian berhubungan?" Mulutku seolah-olah berkata dengan sendirinya.


"hmm...ternyata kau begitu penasaran yah" Nathan tersenyum menengok wajah ku yang berada dipangkuan nya.


"Hmm yah kalau ngga mau kasih tau yah juga ngga apa" Ucap ku sembari memutar bola mataku malas.


"Hahaha.....ok ok jangan marah!! cerita nya panjang, kamu yakin mau dengar?" Nathan memeluk ku seketika.


"Aku mau dengar semuanya......" ucapku lagi, meyakinkan Nathan untuk bercerita semua yang terjadi padaku.


"Aku dan Stephanie, tumbuh bersama seperti aku dan Kevin juga!! jadi waktu SMA kami berdua sama-sama berjanji untuk menikah jika sudah lulus kuliah S1"


"Jadi kalian sudah selama itu berhubungan? terus kenapa tidak jadi menikah dan juga kau bilang kalian tumbuh bersama, terus dimana dia sekarang?" Aku bertanya dengan antusias nya, diriku semakin penasaran akan sosok Stephanie.


"Hmm.....Stephanie sudah tidak ada lagi disini" ucap Nathan sedikit pelan, aku bisa melihat raut wajah nya yang kini terlihat murung.


"Oo....dia diluar negri yah, apa kah karna itu kalian berpisah?"


"Tidak sayang.....Tapi dia benar-benar sudah tidak ada didunia ini, dia sudah berbeda dunia dengan kita" Nathan melanjutkan ucapan nya.


Deg....


Jantungku seakan berhenti berdetak beberapa detik. Mataku membulat tak percaya dengan ucapan Nathan.


Apa dia berbohong? tidak mungkin kan? Jadi mereka berpisah karna maut yang memisahkan? Apa karna itu Nathan sangat susah untuk menerima diriku?


Semua pertanyaan demi pertanyaan kembali merasuki fikiran ku. Aku terdiam sejenak sampai akhir nya Nathan memanggil namaku beberapa kali membuatku tersadar.


"Sayang kamu kok diam aja? Sayang....."


"Rens....Renesmee!!"


"Eh....iya maaf-maaf" Aku terkejut dan tersadar kembali.


"Kamu ngga apa-apa? apa yang kamu fikirkan?" Nathan beranjak dari duduk nya dan mengajak ku untuk duduk disofa.


"Maaf kan aku yah....kamu pasti jadi kefikiran" Nathan berucap sembari menggenggam tangan ku.


Aku menatap wajah nya yang kini terlihat sendu. Aku tau jelas dia sedang menahan tangis nya.


Aku semakin ingin tahu bagaimana bisa Stephanie meninggal hingga membuat Nathan susah untuk melupakan nya.


Bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukung karya author dengan vote yah my dear......


__ADS_2