Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 55


__ADS_3

Tepat pukul 3 sore, Nathan dan Alex berangkat kembali pulang ke kota nya. Sekitar 30 hingga 45 menit Jet pribadi milik Nathan akhirnya sampai juga dikota kelahiran nya itu.


Nathan pun keluar dari dalam Jet menuruni anak tangga satu persatu.


"Alex....dimana mobil ku? kau pulang lah istirahat....aku akan membawa berkas berkas ini ke apartemen ku" ucap Nathan kepada Alex, dan memerintahkan nya untuk pulang.


"Tapi tuan....." sanggah Alex.


"Tidak ada tapi tapi....pergi sana" Alex pun melaksanakan perintah Nathan.


Dirinya bergegas pulang kerumah nya dan beristirahat karna besok masih akan kembali bekerja.


.


.


.


Nathan melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju kampus Rens. Entah mengapa rasanya Nathan sangat ingin bertemu dengan wanita nya itu.


Apa kah ini perasaan rindu atau hanya perasaan khawatir saja, Nathan pun tidak mengerti. Hanya saja tidak pernah sekali pun dia merasakan hal seperti ini jika dia bepergian keluar kota.


Tidak lama kemudian sampailah Nathan di depan pintu gerbang kampus Rens. Nathan sengaja tidak mengabari nya, karna ingin memberikan surprise padanya.


Nathan pun tanpa sadar sudah menyiap kan sebuket mawar biru di dalam mobil, dia membeli nya saat di perjalanan tadi. Mungkin karna mengingat terakhir kalinya bertemu, ada sedikit kesalah pahaman diantara mereka jadi Nathan memutuskan untuk meminta maaf pada Rens.


Nathan berdiri bersandar di pintu mobil nya sembari memandang kearah jalan raya. Namun saat dia menoleh kearah gerbang, tak di sangka seseorang yang Nathan tunggu-tunggu berada dihadapan nya.


Nathan pun berjalan menghampiri Rens dengan senyuman yang terlukis diwajah nya. Tetapi apa yang terjadi.....


Wajah nya terlihat seperti tidak mengharapkan kehadiran Nathan, dia pun memalingkan wajah nya dan berjalan melewati Nathan. Seakan- akan Rens tidak melihat dirinya


Nathan mencoba memanggil nama Rens beberapa kali namun dirinya tak juga menyahut atau sekedar menoleh saja tidak.


Sangat sakit rasanya, harga diri Nathan seperti sedang di injak-injak. Nathan pun masuk kembali ke dalam mobil dan menancapkan gas pergi menuju apartemen nya.


Sepanjang perjalanan fikiran nya tak bisa tenang sedikit pun, berbagai macam pertanyaan berputar-putar dikepala nya.


"Sial....Sial....Sial.....Renesmee" Kata makian terus-terus keluar dari mulut nya. Sembari sesekali dia memukul-mukul setir kemudi.


.

__ADS_1


.


Nathan memarkirkan mobil dibasement tempat biasa dia parkir. Saat dia baru membuka pintu mobil, Nathan melihat seorang wanita sedang berlari-lari kecil ke arah lift. Benar, wanita itu adalah Rens.


Senyuman tipis tergambar jelas diwajah Nathan. Dengan cepat dia menutup pintu mobil perlahan, lalu berlari mengejar wanita itu. Sebelum pintu lift tertutup, Nathan berhasil menahan dengan tangan nya.


Nathan pun memasuki lift dengan memasang wajah datar. Nathan memang sedang marah pada Rens, betapa kecewa nya Nathan saat menjemput Rens di kampus tadi.


Kenapa juga Nathan begitu bodoh nya merasa bahagia akan bertemu dengan wanita itu. Ternyata ini balasan nya.


Hahaha konyol sekali kurasa diriku sendiri. Apa aku sudah mulai jatuh cinta padanya? atau ada alasan lain kenapa diriku seperti ini.


Nathan memang marah dan kecewa pada Rens, namun entah mengapa saat ini rasanya dia ingin sekali memeluk nya. Melihat Rens bertingkah ketakutan seperti ini saat melihat dirinya, membuat Nathan semakin ingin memeluk erat dirinya.


Tetapi ego dan gengsi Nathan lebih kuat, Nathan harus tetap menjaga harga dirinya di depan Rens.


Ting......


Pintu lift pun terbuka, segera Rens melangkah dengan cepat menuju kamar nya lalu mengunci pintu dari dalam.


Sedangkan Nathan masih diam di dalam lift melihat kepergian Rens seperti itu. Setelah beberapa detik Nathan pun keluar dari dalam lift dan masuk kedalam ruang kerja.


Nathan merebahkan tubuhnya diatas sebuah sofa yang sudah biasa menjadi tempat dia terlelap juga. Nathan mencoba untuk menutup matanya sejenak, namun kejadian tadi sore itu selalu mengganggu fikiran nya. Nathan tak mengerti mengapa Rens bersikap seperti itu padanya.


"Apakah dia marah karena kejadian terakhir kali sebelum aku berangkat.....Aghh Tau ah....." gumam dirinya


Nathan pun mulai teringat, bukan kah sekitar dua hari yang lalu saat pagi hari Kevin menghubungi dirinya namun tak dia jawab. Apa yang terjadi saat itu....


Nathan pun beranjak dari sofa dan duduk dikursi meja kerja. Lalu dia menyalakan komputer mencari-cari folder cctv selama tiga hari ini.


Pertama dia meriksa cctv pada saat hari dimana dia berangkat. Nathan melihat Rens seperti biasa sebelum berangkat ke kampus ia sarapan terlebih dahulu.


Lalu sore hari nya dia pulang dari kampus langsung memasuki kamarnya, malam nya pun tetap sama dia keluar dari kamar dan menyantap makan malam yang sudah disiapkan oleh Kevin.


Sebenarnya tidak ada yang mencurigakan hanya saja. Malam itu setelah makan malam, Nathan melihat Rens sedang mondar-mandir di depan pintu ruang kerjanya sampai pada akhirnya dia ketuk beberapa kali.


Rens nampak terkejut, saat masuk ke dalam ruang kerja Nathan. Apa dia mengira Nathan sedang ada di dalam sana?


tak ada yang aneh, dia berkeliling diruang kerja Nathan sembari melihat-lihat foto-foto yang tertempel di dinding.


Tiba-tiba saja Narhan mulai teringat sesuatu, yaitu foto nya bersama Stephanie. Nathan meletakan nya diatas meja kerja, bagaimana jika Rens melihat itu.

__ADS_1


Nathan pun mulai mempercepat vidionya sampai akhirnya....


Benar sekali Rens tengah memegang bingkai foto Nathan bersama Stephanie, lalu lebih terkejutnya Nathan melihat nya tiba-tiba saja menangis lalu berlari keluar menuju kamar.


"Kenapa dia menangis? apa karna melihat foto itu? kenapa juga dia masuk ke dalam ruang kerjaku"


Pasti pertanyaan tentang siapa Stephanie bersarang dikepala Rens.


Nathan pun melanjutkan melihat rekaman besok paginya. Nathan melihat Rens keluar kamarnya dan memasuki ruang dapur. Disana sudah ada Kevin, tiba-tiba saja dia pingsan di depan Kevin.


Kenapa dia pingsan? dia sakit? kenapa Kevin tidak menghubungi nya. Nathan baru teringat jika Kevin saat itu menelpon tetapi dia tidak menjawabnya.


"Nathan bodoh kenapa kau tidak mengangkat panggilan itu, jika tidak aku akan segera kembali.....huh" ucap nya sembari menghela nafas.


Nathan terus memperhatikan layar komputer nya dengan seksama. dia melihat Kevin menggendong tubuh Rens keatas sofa, dan tidak lama kemudian Dokter Bryan datang memeriksa keadaan Rens.


"Bagus Kevin, kamu sudah melakukan tugasmu dengan benar"


Narhan juga sedikit heran kenapa Kevin tidak berangkat ke kantor nya dan malah menemani Rens hari itu.


Nathan mengerutkan dahinya, melihat Kevin dan Rens duduk bersama sembari menonton televisi. Meskipun tidak ada yang spesial, tapi kenapa hatinya merasa sedikit sakit melihat mereka nampak dekat.


Nathan semakin malas meneruskan rekaman itu, namun saat dia mau mematikan komputer.


Seketika matanya mulai terbelalak melihat hal yang aneh saat itu. Dia melihat Rens menangis dipelukan Kevin, sungguh semakin panas rasanya hati Nathan.


Namun yang lebih aneh nya kenapa setelah itu mereka seperti bertengkar, malah Kevin seperti sedang membentak nya dan memaki nya. Begitu pun dengan Rens dia bangkit dari duduk nya lalu mendorong keras dada Kevin hingga termundur kebelakang. Lalu dia berlari masuk ke dalam kamar nya dengan menagis.


Nathan sangat penasaran, sebenarnya apa yang terjadi saat dirinya tidak ada disini. Apa yang mereka pertengkar kan? kenapa Rens sampai menangis seperti itu?


Nathan geram sekali dan ingin sekali dia marah melihat mereka, namun Nathan mencoba menengkan fikiran dan hatinya....


Aku harus bicara pada Kevin besok, dan menanyakan semua apa yang terjadi.


.


.


.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Jangan lupa vote nya yah biar author semangat up...


__ADS_2