Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Bayi perempuan...


__ADS_3

Wajah Rens merah merona dibuatnya. Rens memegang kedua pipinya yang memanas. Dia langsung memukul pelan dada Nathan, perasaan malu menyelimutinya.


Nathan malah semakin tertawa melihat tingkah malu-malu istrinya. Tak sabar, dia langsung memeluk tubuh Rens dengan eratnya.


*****


Hari ini Nathan sengaja mengambil cuti kerja, karna sebentar lagi hari Natal dan tahun baru. 15 hari sebelum nya Nathan ingin menghabiskan waktu bersama dengan Rens sepanjang hari.


Setelah melewati waktu sarapan romantis Rens, yang dilayani oleh suami tercinta. Kedua sejoli itu memutuskan mandi bersama, lalu bersiap-siap akan keluar.


Karna hari ini sudah waktunya untuk Rens periksa kandungan nya ke dokter. Tentu saja Nathan tak ingin melewatkan momen itu. Terlebih dipertemuan sebelum nya, Dokter telah berjanji dipertemuan berikutnya. Jenis kelamin anak mereka telah bisa dilihat.


Nathan begitu semangat untuk melihat perkembangan si buah hatinya.


.


.


.


Nathan sudah memberitahukan Viera untuk menjemput mereka dan mengantar kan ke Dokter Kandungan tempat Rens biasa memeriksakan baby nya.


Viera menghubungi Nathan dan mengatakan jika dia telah menunggu dilobby apartemen. Nathan dan Rens pun langsung bergegas turun dan menemui Viera.


Diperjalanan Nathan tak henti-hentinya menggenggam tangan Rens. Sesekali dia juga mencium pucuk kepala Rens yang bersandar dipundaknya.


Viera yang melihatnya dari kaca sepion tengah, senyum-senyum sendiri memperhatikan keromantisan keduanya.


Selama ini dia menemani Rens saat Nathan terbaring koma, tak pernah srkalipun dia melihat Rens tersenyum bahagia seperti sekarang.


Ada perasaan senang sekaligus lega yang dirasakan Viera. Karna dia pernah merasa sangat iba melihat Rens yang melampiaskan kesedihan nya dengan bekerja setiap hari.


" Aku ikut bahagia melihat mu bahagia kak....kapan yah aku bisa menjadi wanita sebahagia dirimu kak Rens, hidup berdampingan dengan orang yang mencintai diri kita apa adanya "


Dua puluh menit kemudian, sampailah mereka disebuah klinik Dokter Kandungan sangat terkenal disana. Nathan dengan sigap, menuntun istrinya itu masuk kedalam klinik tersebut. Dan tentu saja dengan bergandengan tangan....


Sedangkan Viera, memikih untuk menunggu dimobil saja sambil memainkan ponselnya.


Didalam sana Nathan dan juga Rens, langsung dipersilahkan masuk oleh seorang perawat. Tanpa mengantri lama mereka telah berada didalam ruangan dokter.


Perawat langsung mempersilahkan Rens untuk berbaring diatas ranjang yang telah tersedia. Sedangkan Nathan duduk dikursi yang letak nya tidak jauh dari sana, masih bisa melihat monitor layar yang akan menampakan sosok baby nya.


Raut wajah Nathan sangat gugup, sesekali dia mengelap peluh yang membasahi keningnya. Rens yang melihatnya pun langsung menggapai tangan Nathan dan menggenggam nya erat.


Dokter pun langsung melakukan tugasnya, tahap demi tahap. Dia menerangkan kepada Nathan juga Rens mengenai baby mereka. Nathan dengan serius memperhatikan dan mendengar kan ucapan dokter seperti suami yang sigap siaga.


Sampailah pembicaraan mereka mengenai jenis kelamin dari sang baby tentunya.


Deg...deg...deg


Jantungnya berdegup sangat kencang, waktu yang ditunggu-tunggu nya sedari tadi.


" Jadi Tuan dan Nyonya Efron, selamat bayi yang ada dikandungan nyonya Efron berjenis kelamin perempuan... "


Ucap Dokter dan langsung menyalami tangan Nathan.


Nathan membeku tak dapat berkata-kata. Betapa bahagia nya dia mendengar nya, tanpa sadar air matanya menetes disudut matanya.

__ADS_1


Rens pun sama, dia menangis terharu. Sama bahagianya dengan Nathan.


Nathan memang tak terlalu memilih-milih entah itu anak perempuan atau laki-laki. Yang terpenting baginya, baby nya sehat dan juga istrinya.


Nathan menatap kearah Rens, lalu menghapus air mata istrinya itu dengan punggung tangan nya. Dipeluknya Rens dan dikecup nya kening nya.


" Terima kasih sayang.....I Love You cupss..."


Nathan kembali mengecup kening Rens, tapi kini dengan kedua pipinya juga.


Keromantisan mereka berdua kembali berhasil membuat mata-mata yang memperhatikan nya menjadi iri serta terharu.


Dokter dan kedua perawat wanita diruangan itu, menatap sepasang suami istri itu dengan tatapan haru. Bahkan salah satu perawat ada yang menangis, kebaperan....πŸ˜…


*****


Sedangkan diluar sana tepatnya diparkiran.....


Viera merasa haus jadi dia menyempatkan diri untuk pergi membeli sebotol air mineral. Lalu kembali kemobilnya, namun saat sedang berjalan.


Dia tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang begitu familiar untuk nya. Benar saja, pria itu adalah Daniel.


Brruggh....


" Maaf...maafkan aku "


Ucap Daniel sembari menunduk, mengambil botol air mineral Viera yang jatuh itu.


" Tidak....tidak apa-apa kok "


Saat Daniel menegakan pandangan nya dan menyodorkan botol yang dipungut nya itu. Mereka berdua sama-sama terkejut dan saling menatap lama.


" Kamu... " ucap keduanya bersamaan.


Viera langsung mengambil botol minuman nya dari tangan Daniel.


" Ngapain kamu disini? atau jangan-jangan kamu ngikutin kita yah "


Ucap Viera blak-blakan, dan menatap Daniel dengan tatapan menyelidiki.


Daniel menghela nafasnya dengan pelan...


" Maksud mu apa sih? Seharusnya aku yang bertanya sedang apa kamu disini? ini adalah klinik kandungan orang tua ku.... "


Tutur Daniel tak kalah ketus kepada Viera.


" Benarkah? Kalau begitu maafkan aku "


Viera menutup mulut nya tak percaya, lalu ia menunduk meminta maaf.


" Sudahlah tak apa.....memangnya sedang ap..... "


Saat sedang bertanya mulut nya terhenti melihat kehadiran Nathan dan Rens. Daniel diam melihat Nathan menggandeng tangan Rens dengan sangat romantis.


Ada rasa sedih, namun cepat ditepisnya. Daniel langsung menyapa sepasang suami istri itu dengan ramah. Begitu pun Nathan dan juga Rens menyapanya dengan ramah.


Viera yang melihat raut wajah sedih Daniel, merasa tak tega. Setelah Rens dan Nathan masuk kedalam mobil. Dia langsung mengejar kepergian Daniel yang belum terlalu jauh itu.

__ADS_1


Daniel terkejut saat seseorang menepuk bahunya, tentu saja dia langsung menoleh. Terkejut melihat Viera yang ada dibelakangnya sembari menyodorkan ponsel.


Daniel mengerinyitkan dahinya, merasa heran dan tak mengerti maksud Viera.


" Apa ini? " tanya Daniel.


" Tuliskan nomer telpon mu? " Jawab Viera sedikit ragu, dengan memalingkan wajah kearah lain.


" Untuk apa? " Danie semakin aneh dan tak mengerti.


" Kapan-kapan aku akan mentraktirmu makan, hitung-hitung untuk permintaan maafku karna telah menuduh mu sembarangan... "


Ucap Viera dengan nada lirih sekaligus malu.


Daniel mengerinyitkan dahinya dan menatap kedua mata Viera. Mencari-cari sebuah kejujuran disana. Dia pun tersenyum dan langsung mengambil ponsel Viera. Mencatat nomer nya lalu mengembalikan kembali ponsel tersebut pada Viera.


" Aku pergi dulu....bye "


Ucap Daniel sembari tersenyum manis, lalu berlalu pergi dari sana.


Sedangkan Viera terdiam, terkesima dengan senyuman yang dilemparkan Daniel tadi. Sejak kapan pria tengil itu, menjadi sangat tampan dimatanya. Dia menatap sendu punggung tegap Dokter muda itu hingga menghilang dari pandangan nya.


Sesaat kemudian, dia langsung tersadar jika ada orang yang menunggunya didalam mobil.


" Bodohnya....apa yang sedang kupikirkan!! Kak Nathan pasti akan marah jika menunggu lama seperti ini " Bathin Viera.


Viera pun langsung berlari kembali kemobil. Dan meminta maaf karna sudah membuat Nathan dan Rens menunggu lama.


Dia mengira Nathan akan marah tetapi tidak. Nathan tak marah hanya diam saja mbuang muka, sedangkan Rens tersenyum penuh arti padanya.


Dia tidak tahu jika sedari tadi Rens dan Nathan memperhatikan saat dia berbicara dengan Daniel. Memang tidak terdengar sampai mobil, tetapi Rens sangat mengerti.


Nathan sebenarnya ingin marah karna menunggu terlalu lama. Terlebih paling hanya omong kosong saja yang dibicaran Viera dengan Daniel. Tetapi Rens menahan nya untuk marah, dan menjelaskan pada Nathan.


" Sudahlah sayang....kamu kaya ngga pernah ngerasain jatuh cinta aja "


Begitu lah ucapan Rens pada Nathan, hingga Nathan tak jadi marah. Dia malah gemas pada istrinya itu dan mengecup bibir nya dengan lembut.


Viera pun langsung menancap gas, melaju dengan kecepatan sedang. Mengantar pulang kedua bos nya itu dengan selamat sampai tujuan.


.


.


.


.


Sekali lagi Author berterima kasih banyak untuk yang sudah mendukung karya ini dari awalπŸ™πŸ™πŸ™ Author mohon maaf jika ada yang kurang suka dengan jalan ceritanya, kritik dan saran kalian selalu menjadi motivasi Author untuk lebih maju kedepan nyaπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Author juga mau memberi kabar jika sebentar lagi cerita Renesmee akan segera TAMAT


Untuk Season dua nya Author juga bertanya dulu pada kalian para readers APA ADA YANG MAU?


Dan Author juga mau promosi in novel Author yang berjudul "Dia Sahabatmu" sudah episode tiga loh!! Dan visual pemeran nya juga sudah Author up. Jadi jika ada yang berkenan membaca dan ngikutin cerita nya. Author bakalan senang dan semangat πŸ™πŸ™πŸ™


Sekali lagi Thankyou untuk para readers hebat ku πŸ€—πŸ€—πŸ–€πŸ–€ Salam hangat dari Author

__ADS_1


__ADS_2