
Ting....pintu lift pun terbuka
Rens pun melangkah memasuki unit milik Nathan. Dia berjalan perlahan seperti mengendap-endap, matanya berputar menyapu setiap sudut ruang mencari-cari sosok Nathan. Saat benar-benar dipastikan nya tidak ada Nathan, dirinya pun bergegas berlari masuk kedalam kamarnya dengan membawa totebag yang diberikan oleh Kevin.
Kevin hanya menggeleng melihat tingkah aneh Renesmee. Dia pun mengitari ruang tamu, ruang santai, dan dapur namun tak nampak sama sekali sosok Nathan. Padahal ingin sekali dia menanyakan lagi tentang hal keberangkatan nya besok pagi.
Karna tak kunjung menemukan sosok Nathan, Kevin pun memutuskan untuk pulang saja dia tidak mau mengganggu istirahat Nathan.
.
.
.
Kini Rens sudah berada didalam kamarnya. Diletakan nya totebag yang diberi Kevin tadi keatas sebuah meja kecil yang ada dibalkon kamar. Setelah itu dia pun bergegas melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi Rens mengenakan piyama tidurnya yang diambil dari dalam lemari kemudian dia melangkah menuju balkon dan duduk dikursi santai yang memang sudah ada disana sembari menyantap makanan yang diberikan Kevin.
Disantap nya sedikit demi sedikit, namun saat dipertengahan tiba-tiba terlintas dibenaknya sosok Nathan. Dia menoleh kearah kiri, menengok balkon yang ada diruang kerja Nathan karna bersampingan dengan balkon kamar tidurnya. Diperhatikannya dengan seksama lampunya sudah dimatikan dan tidak ada tanda-tanda seseorang disana. Mungkin Nathan sudah tertidur begitu fikirnya....
Kembali ia menyantap makanannya sampai habis tidak tersisa, setelah itu dia pun melangkah masuk kedalam kamar dan merebahkan gubuhnya diatas ranjang. Dipeganginya terus menerus ponsel miliknya, dipandanginya kontak Nathan. Dia bingung apa sebaiknya dia mengirim pesan saat itu juga atau berbicara langsung pada Nathan besok pagi, untuk mengucapkan permintaan maafnya.
"Sebaiknya aku mengatakan langsung padanya esok pagi, aku tidak mau mengganggu tidurnya....jika tidak dia akan tambah marah padaku" gumam Rens.
Rens pun memutuskan untuk mengatakan langsung pada Nathan besok pagi. Kemudian ia meletakan ponselnya diatas desk kecil samping ranjang dan mulai memejamkan matanya untuk tidur. Tak berselang lama dirinya pun tertidur.
.
.
__ADS_1
.
.
Pagi harinya.....
Setelah selesai bersiap untuk pergi kekampus, Rens pun keluar dari kamarnya dan seperti biasa dia melangkah menuju dapur untuk sarapan bersama dengan Nathan dan juga Kevin.
Namun sesampainya didapur dia tak melihat satu pun sosok Nathan atau pun Kevin. Dia hanya melihat sebuah pancake diatas piring dan segelas susu yang juga terletak diatas meja makan. Dia pun mengerutkan keningnya merasa aneh kenapa tidak ada orang sama sekali.
Rens berjalan mendekati meja makan tersebut lalu duduk dikursi yang sudah disiapkan. Dia menoleh kekanan kekiri namun tak ada tanda-tanda seseorang. Dengan cepat dia pun merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Ditekannya kontak Nathan dan mulai menghubunginya, satu kali, dua kali, hingga ketiga kali nya nomer Nathan tidak aktif/sedang diluar jangkauan. Merasa kebingungan bagaimana caranya dia untuk turun dan pergi kekampus jika tidak ada Nathan atau pun Kevin.
"Nathan kejamnya dirimu" bathin Rens.
Dia pun menyantap sarapan yang sudah disediakan namun tak dihabiskan olehnya. Rens pun memutuskan untuk kembali masuk kedalam kamarnya. Saat berjalan melewati ruang santai, tiba-tiba saja matanya tertuju melihat ada sebuah amplop kecil berwarna coklat tergeletak diatas meja diruang santai. Dia pun membelok kan arah tujuan nya dan masuk keruang santai itu. Duduk lah dia diatas sofa dan mengambil amplop tersebut yang bertuliskan "To Renesmee" untuk dirinya. Dengan cepat dia membukanya, betapa terkejut dirinya saat melihat sesuatu didalamnya. Ternyata Nathan sudah menyiapkan kartu akses untuk Rens.
"hmm....sudahlah aku akan bertanya padanya saat pulang kerja!! Sebaiknya aku berangkat sekarang karna ada kelas pagi" ucap nya, sembari melangkah menuju lift.
Rens pun bergegas berangkat kekampusnya menggunakan taksi yang sudah dipesannya terlebih dahulu. Sesampainya dikampus seperti biasa dia langsung masuk kedalam kelasnya.
*****
Pov Nathan~
Pagi itu Nathan bangun lebih pagi dari sebelumnya. Setelah selesai mandi dia pun mengenakan setelan jas yang rapi berwarna biru. Tak lupa ia untuk membawa tas yang berisikan laptop dan beberapa dokumen penting untuk dibawanya berangkat. Dia pun berjalan keluar dari ruang kerjanya dan menuju kearah dapur.
Nampak terlihat Kevin sudah menyiapkan sarapan untuknya, sebuah pancake dan segelas susu hangat.
"Kevin....." ucap Nathan, sembari menyantap sarapan nya.
__ADS_1
"Iya Tuan....apa ada yang anda butuhkan?" tanya Kevin, yang juga menyantap sarapan miliknya.
"Bagaimana bisa kamu memanggil adikmu sendiri dengan sebutan Tuan?" Tanya Nathan kembali.
Deg....
Kevin pun terhenti sejenak, dia pun langsungbmenoleh kearah Nathan yang masih menyendok sarapannya. Sungguh pertanyaan yang dilontarkan oleh Nathan sangat mengejutkan baginya. Apa sebenarnya yang ada difikiran Nathan mengapa tiba-tiba saja dia menanyakan hal seperti itu pada Kevin.
"Apa kamu tidak risih memanggil ku seperti itu? Kenapa kamu tidak memanggilku Nathan seperti dulu?" tanya Nathan lagi, kini dia sudah selesai menyantap sarapannya namun Kevin masih terdiam tak bergeming.
"Bukan kah......." ucap Kevin terhenti.
"Sudah jam berapa ini? Apa Jet kita sudah siap?" Nathan memotong pembicaan dan mengalihkan nya.
"Sudah disiapkan semuanya.....tinggal menunggu anda saja Tuan" ucap Kevin sigap.
Kevin pun berlalu berjalan menuju lift, sembari membawakan tas yang berisi lapton dan dokumen penting milik Nathan.
Saat berjalan menuju lift, tiba-tiba saja langkah nya terhenti saat melihat pintu kamar Rens dari kejauhan. Dia pun berjalan mendekati kamar tersebut. Namun dia mengurungkan niatnya tersebut dan berbelok arah masuk keruang kerjanya.
Kini dia berada didalam ruang kerjanya, dengan cepat dia membuka brankas miliknya. Lalu dia mengambil kartu akses terakhir yang disimpannya selama ini bahkan Barbara pun tidak memiliki nya. Dibukanya laci meja kerjanya dan mengambil sebuah amplop kecil berwarna coklat.
Pertama-tama ditulisnya sesuatu didepan amplop tersebut, lalu dimasukan nya kartu akses tersebut kedalamnya. Setelah itu dia berjalan kembali keluar ruang kerjanya dan menyusul Kevin kedalam lift. Namun sebelumnya tak lupa dia untuk meninggalkan amplop tersebut diatas meja yang ada diruang santai lalu ia pergi.
Kevin mengantar kan Nathan sampai ketempat landasan Jet pribadi Nathan. Namun sepanjang perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua. Nathan sibuk dengan ponselnya sendiri, sedangkan Kevin fikirannya masih tak tenang mengingat perkataan Nathan saat mereka sarapan tadi.
"Apa maksudnya bertanya padaku seperti tadi...bukan kah dia yang menyuruhku memanggilnya Tuan, setelah peristiwa 4 tahun yang lalu!! Aku benar-benar tidak mengerti jalan fikiranmu Nathan" Gumam Kevin yang melirik dari kaca sepion tengah kearah Nathan di belakang.
Bersambung.......
__ADS_1