
" Maafin aku yah, aku hanya sedikit heran dengan tingkah mereka berdua " ucap Rens dengan nada sedikit pelan.
Sembari ia menunjuk Mia dan juga Kevin. Nathan mengerinyitkan dahinya tak mengerti maksud dari ucapan Rens.
" Mereka terlihat aneh.... "
Rens kembali berbisik ditelinga Nathan. Nathan pun melirik kearah Kevin. Barulah dia sadar akan ucapan Rens...
Kevin terlihat mencuri-curi pandang ke arah Mia dengan tersenyum. Seperti bukan Kevin yang biasanya...
Ooh....
Nathan mengangguk kearah Rens, begitu pun Rens. Nathan pun dengan frontal nya bertanya langsung kepada Kevin hingga membuat kedua nya terkejut....
" Ehmm... " deheman Nathan.
Kevin melihat kekaca sepion tengah melirik Nathan.
" Ada apa? " ucap Kevin.
Nathan mengerinyitkan dahi dan bertanya langsung...
" Kalian berhubungan kan... " ucap nya ketus.
Sontak Kevin dan Mia melotot, dan wajah mereka memerah seketika. Mau tidak mau mereka akhirnya mengakui tentang hubungan mereka.
Sebenarnya bukan ingin menyembunyikan nya, tetapi mereka lagi menunggu waktu yang tepat saja...
" Kenapa? kok diam " ucap Nathan lagi.
" Mia...benarkah itu " sahut Rens dengan sedikit girang.
Satu kata yang ingin dia dengar dari mulut Mia saat ini.....
" IYA..... " jawab keduanya bersamaan.
Nathan langsung tersenyum pasif dan langsung memandang kearah luar jendela. Sedangkan Rens langsung kepo dan menyerang Kevin dan Mia dengan pertanyaan-pertanyaan. Yang sukses membuat kedua nya tersipu malu....
" Benarkah Mi... "
" ....mulai kapan? kok aku ngga tau "
" ....Mi kamu jahat sama aku "
" ....pantas kalian berdua terlihat aneh beberapa hari ini "
" ....Aku ikut bahagia mendengar nya "
" ....Mi selamat yah "
Rens langsung memeluk Mia dari belakang. Betapa bahagia nya dia, akhirnya sahabat nya itu telah memiliki kekasih.
" Aku berharap Kevin akan selalu membuat mu bahagia Mia, itu doa ku untuk kalian berdua " gumam Rens dalam hati.
Dengan wajah merah merona dan gugup, Mia membalas ucapan dari Rens..
" Makasih Rens, aku juga sangat bahagia "
Kevin hanya bisa diam menahan malu, sungguh dia bukan lah orang yang pintar bergaul dan banyak berbicara didepan orang lain...
Dia melirik Nathan yang kini tersenyum pasif kearah nya dari kaca sepion tengah. Dia pun membalas tersenyum balik padanya....
__ADS_1
" Akhirnya selama ini, aku tidak percaya jika kamu akan jatuh cinta pada wanita seperti Mia!,mengingat seperti apa kalian berdua selalu bertengkar hahaha!! Aku berharap kalian berdua akan bahagia seterusnya.... " bathin Nathan.
Kini jelas sudah jika didalam mobil itu, sudah ada dua pasang kekasih yang lagi romantis-romantis nya. Suasana hangat saling menyayangi menemani perjalanan mereka pagi itu...
.
.
.
Tepat pukul sepuluh pagi, sampailah mereka dipemakaman umum tempat orang tua Rens dimakam kan.
Setelah selesai memberi penghormatan dan menaburkan beberapa bunga serta menyiram air dimakam tersebut. Nathan mengajak Rens untuk berbincang dan duduk sejenak dibangku yang tidak jauh dari sana...
Sedangkan Kevin dan Mia memilih untuk meninggalkan mereka disana. Keduanya memilih untuk membeli minuman di cafe terdekat.
Sengaja karna Kevin juga pasti tahu, jika sekarang ini Nathan akan memberi tahu Rens tentang kebenaran dibalik kematian orang tuanya. Jadi dia membawa Mia pergi agar tidak ada yang mengganggu keduanya.
Nathan mengelus kepala Rens dengan lembut. Ditatapnya wajah sendu istri nya yang kini matanya mulai berkaca-kaca menahan tangisan nya...
" Sayang, jika ingin menangis menangis lah " ucap Nathan menepuk pundak nya.
Rens pun tersenyum dan menyandarkan kepalanya dipundak Nathan. Tanpa sadar air matanya mulai menetes membasahi kedua pipi chuby nya.
Nathan pun melingkar kan tangan kanan nya memeluk tubuh istrinya.
Seiring nya tangisan Rens akhirnya mulai tenang dan dia sudah bisa mengatur nafas nya kembali. Nathan melepaskan pelukan nya tersebut.
Inilah waktunya untuk dia memberitahukan semua nya kepada Rens saat ini.
" Ada apa sayang? apa ada yang ingin kamu katakan? "
Rens mengerinyitkan dahinya, merasa heran akan tatapan Nathan.
Nathan mengangguk dan menatap lekat wajah sendu Rens.
" ... tapi kamu janji untuk setenang mungkin menyikapi nya "
Nathan mencoba untuk, mengingat kan Rens agar tetap tenang. Dia takut jika Rens akan begitu terpukul dan drop terlalu banyak memikirkan nya.
Rens mengangguk setuju, dia sedikit penasaran dengan hal apa yang ingin dikatakan oleh Nathan.
" Sam dan Vera... "
Sekejap ucapan nya terhenti, Nathan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjut kan nya.
" Uncle Sam? apa yang terjadi padanya, apa dia terluka "
Raut wajah Rens sedikit panik dan ketakutan. Dia khawatir akan paman nya itu.
" Tidak Sayang, dia tidak pantas menerima kekhawatiran dari mu!! Mereka berdua adalah manusia biadap tidak tahu diri.... "
Nada bicara Nathan menjadi geram, tanpa sadar tangan nya mengepal karna mengingat perlakuan orang-orang sialan itu.
" Apa yang kamu maksud Nathan.... "
" ....kenapa kamu mengatai uncle sam seperti itu "
Rens sedikit emosi mendengar Nathan yang menghina paman nya itu.
" Mereka memang manusia biadap, kematian orang tua mu semua adalah ulah mereka... "
__ADS_1
" .....mereka lah yang sengaja membuat orang tua mu celaka "
Ucap Nathan dengan nada sedikit pelan, karna merasa tak tega mengucap kan nya.
Deg...
Jantungnya serasa ditusuk pisau belati, dan diremas ditarik hingga keluar dari raganya. Terkejut, kecewa, amarah, sedih, semua tercampur aduk menjadi satu.
Dia langsung berbalik menoleh kearah makam orang tua nya. Air matanya sudah tidak dapat terbendung lagi. Sesak sangat sesak yang kini ia rasakan, bibir nya kelu tak dapat berkata apa-apa.....
" Mah....pah...ini tidak mungkin " bathin Rens.
Nathan yang tak tega melihat kegusaran istrinya mencoba meraih tangan nya, namun segera Rens beranjak dari duduk nya.
" Rens.... " panggil Nathan dengan nada lirih nya.
Matanya pun mulai berkaca menahan tangis, sungguh Nathan yang sekarang sangat tidak tega jika melihat Rens menangis dan bersedih...
Rens berjalan sempoyongan mendekati makam orang tuanya kembali. Kepalanya pusing karna isakan nya, dadanya juga begitu sesak sekali....
Nafasnya pun terengah-engah seiring langkahnya yang lunglai. Ingin sekali rasanya saat ini Nathan memeluk dan menenangkan Wanita nya itu...
Belum sampai cuman tersisa beberapa meter lagi Rens tersungkur ditanah. Hingga membuat lututnya berdarah. kaki nya bergetar hebat, dia sudah tidak sanggup lagi berdiri...
Tangisan nya semakin pecah, dadanya juga semakin sesak. Rasa sakit lututnya tak terasa, melainkan sakit dihatinya yang begitu menyakitkan nya.
Nathan dengan sigap meraih tubuh Rens, dan membawanya kedalam dekapan hangat nya.
Rens terus menangis hingga sesegukan, wajahnya pucat pasi. Air mata Nathan pun tak bisa tertahan lagi, dia juga ikut menangis merasakan kesedihan yang dirasakan Rens....
" Kenapa? kenapa uncle sam begitu teganya hiks hiks "
" ....apa salah orang tua ku huuaaaa "
" ....uncle sam.... hiks hiks "
Rens terus-terusan meraung dan meracau-racau tak jelas, sampai akhirnya dia pingsan dan tidak sadarkan diri dipelukan Nathan.
Nathan merasa ada yang aneh kenapa Rens berhenti menangis dan hanya diam, tubuhnya pun melemas. Fia pun menggoyang-goyangkan tubuh Rens lalu menegakan wajh Rens.
" Sayang....sayang sadarlah "
" ....Rens sadarlah sayang "
Segera Nathan menggendong tubuh Rens dan berlari kearah mobil yang terparkir diujung sana. Sepanjang langkah nya Nathan terus memanggil manggil Nama Rens .
Sesampai nya dimobil, Kevin dan Mia ikut panik melihat keadaan Rens yang seperti itu. Pertanyaan demi pertanyaan terbesit dibenak Mia. Namun tidak dengan Kevin dia sangat mengerti kenapa Rens bisa pingsan.
Pasti karena kebenaran tentang kematian orang tuang dan paman bibinya , sudah tersampaikan ditelinganya. Perasaan sedikit tak tega juga merasuki jiwa kejam Kevin, bagaimana pun dia juga pernah membuat Rens menangis kala itu.....
.
.
.
.
.
Jangan lupa untuk vote nya yah my dear....biar Author semangat terus...
__ADS_1
Besok lagi Author up nya yah happy readings 🤗🤗🤗