
Reghata berdecak kesal. Ia menghela nafas panjang lalu tersenyum miring. Ingin sekali rasanya dia menarik mulut pedas Gavin karena gemas.
"Tadi siapa yang nahan aku mau keluar? Kamu kan...." Reghata beranjak dari duduk nya. Wajah kesal nya sudah tidak bisa disembunyikan lagi.
"Yasudah, kalau begitu keluar sana...." Gavin kembali mengusir Reghata. "Fine, aku keluar" Reghata bergegas keluar dari kamar. Dengan hati yang geram dan kesal, ia menutup pintu kamar dengan hempasan keras.
Sepeninggal Reghata. Gavin tersenyum puas. Senang rasanya dia sudah mengerjai Reghata. "Aku senang kamu kembali Re, hanya saja hatiku masih sakit."
Sedangkan diluar sana, Reghata nampak sedang menggerutu kesal. "Bisa-bisanya kamu mengusirku Gavin, tau begini aku menyesal telah datang ketempat ini....Terserah apa yang kamu lakukan dengan wanita malam itu...."
"Tapi, aku yang sudah membantunya tadi!! Seharusnya dia berterima kasih padaku...."
"Akhh, persetan dengan omongan mu Vin....Aku tidak akan pernah membiarkan mu memperlakukan ku seperti ini...memangnya kau siapa? Seenaknya mengusir ku dari sini....aku tidak akan pergi..."
Reghata kembali masuk ke dalam kamar. Tatapan nya tajam ke arah Gavin yang tengah menghabiskan sup rumput laut nya. Gavin mengerinyit heran.
"Mau apa lagi kamu?" ucap Gavin ketus.
__ADS_1
"Aku tidak akan pergi, memang nya kau siapa? Berani-berani nya mengusirku....Aku ini istrimu, aku berhak ada disini..." ungkap Reghata dengan percaya dirinya.
Gavin tersenyum tipis sekilas. Berhasil rencana nya. "Terserah kau saja...." ucap Gavin tidak perduli.
Reghata kembali berdecak kesal. Sikap tidak perduli Gavin terhadapnya. Berhasil membuat hatinya sakit. Apa begini rasanya jika tidak diperdulikan. Reghata berjalan mendekati Gavin.
Gavin sudah menyelesaikan santapan nya. Kini dia menyibukkan diri dengan mengecek ponsel nya. Dia tidak menghiraukan Reghata yangvtiba-tiba diam dan menghampiri dirinya.
"Vin, " lirih Reghata dengan raut wajah sendu.
"Hmm...." sahut nya singkat. Dengan pandangan mata yang masih tertuju ke ponsel.
Gavin tertegun dia langsung menghentikan kesibukannya di ponsel. Lalu ia menatap lekat wajah Reghata. Mata wanita itu berkaca-kaca.
"Baiklah aku pergi saja jika kau benar-benar masih marah padaku...." Reghata beranjak dari duduk nya. Ketika hendak melangkah pergi.
Tiba-tiba saja tangan nya kembali ditarik oleh Gavin. Tubuhnya pun ikut masuk kedalam selimut. Sekarang posisi nya Gavin memeluk Reghata dari belakang. Reghata menggeliat, tapi Gavin sudah mengunci tubuh nya agar tidak bisa bergerak.
__ADS_1
"Lepaskan aku Vin, apa yang mau kau lakukan?" ucap Reghata pelan, kini wajah nya merah merona.
"Tetaplah seperti ini...." ucap Gavin sembari ia mengeratkan pelukan nya. Mengalah adalah hal yang terbaik jika sepasang suami istri sedang bertengkar. Gavin berniat hendak meminta maaf kepada Reghata. Karena sudah emosi dan memarahi nya siang tadi.
Tetapi tidak disangka-sangka, ketika Gavin hendak berkata. Reghata duluan memotong nya. "Aku minta maaf, aku sadar jika tadi siang aku sudah sangat keterlaluan...." lirih wanita itu.
Gavin terdiam mendengar ucapan Reghata. Dia pun mengecup pucuk kepala Reghata dengan lembut. Bersyukur jika istrinya itu sudah mulai bisa meredam amarah dan mengalah.
"Aku mencintaimu Re, sangat mencintaimu....Bisa kah kau mencoba untuk membalas perasaan ku ini?" ucap Gavin.
Kini Reghata yang malah terdiam, entah kenapa air matanya malah menetes. Tanpa berpikir panjang Reghata langsung mengangguk. "Aku bersedia mencoba nya...."
"Terima kasih sayang" ucap Gavin kembali menghujami pucuk kepala Reghata dengan kecupan lembut.
Jantung Reghata berdebar dengan sangat cepat. Apa mungkin karena Gavin memanggil nya dengan sebutan 'Sayang'. Yang berhasil membuat hati Reghata tersentuh.
TBC.
__ADS_1
Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar☺️☺️
Vote dan beri hadiah Author supaya Author nya semangat untuk up💪🏻💪🏻