Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 59


__ADS_3

POV Renesmee~


Malam ini aku sangat bahagia, dan kebahagiaan ini tidak bisa aku ungkap kan dengan kata-kata ku.


Apakah ini mimpi? atau ini hanya khayalan ku saja? yang jelas aku sangat bersyukur, mendengar Nathan mengucap kan kata-kata yang sudah aku tunggu-tunggu.


Kini aku berada dibalik pantry didapur yang menghadap kearah meja makan. Dari sini aku bisa melihat dengan jelas Nathan sedang duduk sembari terus tersenyum menatap ku yang kini sedang menggunakan celemek masak.


Hahaha meskipun sebenarnya aku bingung harus memasak apa, tapi malam ini tidak mungkin kan aku menyuruh Nathan yang sedang sakit memasak makan malam untuk ku....


Aku lihat dia sedang duduk dengan menumpu dagunya dengan kedua tangan nya yang ada diatas meja. Dari matanya aku bisa melihat dengan jelas jika dia juga sangat bahagia saat ini.


"Apa yang akan kau masak? kenapa wajah mu terlihat bingung..." Nathan bertanya dengan menjungkit kan alis nya satu.


"hmm....entahlah" Jawab ku.


"Kalau kau bingung....aku bisa memasak untuk mu sayang" Ucapan Nathan mengejutkan ku, baru saja dia memanggil ku dengan sebutan Sayang.


"Hah....apa?"


"iya....aku bilang aku bisa memasak untuk mu" jelas Nathan.


"Bukan itu, maksudku tadi kau memanggil aku apa?" Tanya ku dengan senyum-senyum. Sebenarnya aku sudah mendengarnya, namun aku ingin sekali Nathan menyebutkan nya kembali.


"Ohh itu......aku panggil kamu Sayang, kenapa? kamu ngga suka yah?" ucap Nathan so cool.


"Engga kok, aku suka!! apa aja kamu manggil aku yang penting kamu ngga risih, aku fine fine aja" ucap ku lagi.


Nathan pun tersenyum kearah ku, aku bisa melihat jika saat ini dia benar-benar tulus kepadaku. Aku berharap bisa terus menatap nya seperti ini selamanya....


Setelah perbincangan yang tidak jelas itu, aku pun kembali memikirkan seseuatu untuk dimasak.


Tiba-tiba terlintas dengan jelas dibenak ku, bukan kah ada mie ramen instan yang berada didalam lemari penyimpanan diatas pantry.


Aku pun mencoba meraihnya, namun karna poster tubuhku yang begitu mungil diriku tak bisa menggapai gagang lemari nya.


Aku pun menarik sebuah kursi dan naik keatasnya, lalu tiba-tiba saja saat aku membuka lemari tersebut keluarlah laba-laba berukuran sedang dari dalam nya.


Aku pun terkejut bukan main hingga aku gelabakan. Kursinya pun menjadi tidak stabil dan membuatku terjatuh.


Namun sebelum diriku terjatuh kelantai, aku merasakan ada sepasang tangan yang langsung menangkap tubuhku.


Sepasang tangan itu milik Nathan, yang sekarang ini dialah satu-satu nya orang yang sangat aku cintai.

__ADS_1


"Kau ini......selalu saja ceroboh seperti itu, jika kau terjatuh gimana? kaki mu bisa patah tau" Ucap Nathan sedikit membentak ku. Kini raut wajah nya nampak terlihat cemas dan juga marah.


"Maaf kan aku......tetapi jika kaki ku patah kenapa? apa kau nanti tidak akan mau menerimaku jika aku cacat?"


"Hmm....kau ini bicara apa sih? maaf aku sudah membentak mu" Ucap Nathan tersenyum, dia pun menggendongku perlahan menuju sofa.


Aku hanya menunduk saat Nathan menggendong dan mendudukan ku diatas sofa.


"....dan juga kenapa memangnya jika kau cacat? aku pasti akan menerima dirimu apa adanya" lanjut nya berucap.


Mendengar ucapan Nathan membuat ku semakin bahagia, mungkin saat ini Nathan bisa melihat rona merah dipipiku.


"Kenapa kau menggendong ku kesini? aku harus masak makan malam" ucap ku cemberut.


"Sudah lah ....aku tahu kau tidak bisa memasak apa pun!! jadi tidak perlu memaksakan diri untuk memasak...ok" ucap Nathan.


"hmm...." aku hanya mengangguk saja, aku tak mau melawan omongan nya jika tidak dia pasti akan marah kepadaku.


Ditengah-tengah percakapan kami, tiba-tiba saja ponsel ku berdering. Aku pun merogoh saku ku dan memeriksa siapa yang malam-malam menelpon ku.


Ternyata itu dari Mia, aku pun langsung mengangkatnya.


"Hallo....Mia ada apa kok kamu tumben nelpon aku"


"hmm....entar yah aku tanya Nathan dulu" Aku pun menjauhkan ponselku dan menanyakan kepada Nathan apa boleh Mia mengunjungi ku kesini.


"Nathan....apa Mia boleh...." Belum aku selesai berbicara Nathan sudah mengangguk isyarat bahwa dia membolehkan Mia untuk datang.


Aku sangat senang jika Nathan, benar-benar menepati janji nya untuk memperlakukanku dengan baik.


"Makasih sayang....muach" Aku memberinya kecupan hangat, sebagai tanda terima kasih ku. Aku bisa melihat raut wajah nya yang terkejut dan merona saat aku melayangkan kecupan itu dibibir nya.


"Hallo Mia...kamu masih disitu?"


"Iya ....gimana apa kata Nathan boleh gak?"


"Boleh kamu datang aja kesini tunggu dilift yang ada dibasement parkiran yah"


"Baiklah sebentar lagi aku sampai" ucap Mia, sebelum memutuskan panggilan.


Setelah aku selesai menelpon Mia, aku pun menoleh kearah Nathan yang masih sibuk dengan ponselnya.


Sebenarnya aku masih sedikit penasaran tentang Stephanie dan bagaimana bisa hubungan mereka berdua bisa berakhir. Ingin sekali aku bertanya saat ini namun aku urungkan niatku, aku tidak mau merusak mood nya. Jika ada waktu yang pas aku pasti akan bertanya padanya.

__ADS_1


"Kamu lagi ngapain?" Tanya ku penasaran.


"Aku lagi mengirimkan pesan kepada Kevin sayang" ucap Nathan, sembari ia mengecup kening ku.


"hmm buat apa?" tanya ku lebih penasaran.


"Bukan kah kau bilang Mia ingin mengunjungi kita kesini?"


"yah terus.....apa hubungan nya dengan Kevin"


"Aku menyuruh Kevin untuk datang kesini dan menunggu Mia didepan lift, agar kau tak perlu turun naik menjemputnya" ucap Nathan menjelaskan.


"Hahaha kau ini kejam sekali yah, terserah lah" ucap ku.


Aku pun kembali memeluk Nathan dengan erat, begitu pun Nathan membalas pelukan ku. Sudah lama rasanya aku ingin memeluk nya seperti ini, dan akhirnya sekarang terwujud.


Nathan menatap wajah ku dengan sangat dekap, aku pun menjadi sangat gugup saat itu.


Deg...deg...deg


Jantungku berdegup sangat cepat, perlahan aku menelan saliva ku. Aku pun menutup mataku, aku juga bisa merasakan deruan nafas Nathan yang menyentuh batang hidung ku membuat dada ku semakin berdebar dengan hebatnya.


Nathan pun mengecup bibir ku, pipi kanan, pipi kiri, terakhir keningku. Beberapa kali diulangnya kecupan bertubi-tubi itu, hingga aku tidak bisa bernafas dengan teratur.


Setelah selesai, dia pun kembali menatap mataku dengan begitu lekat, aku baru sadar jika selama ini netra coklat itu sudah menjadi favorite ku dari dirinya.


Aku pun tak bisa menahan diri lagi, aku mulai mendaratkan ciuman dibibir nya beberapa detik lalu aku lepaskan nya kembali. Ku malu sangat lah malu, bagaimana bisa aku melakukan itu.


Nathan pun hanya tersenyum melihat tingkah ku,entah apa yang sudah difikirkan nya terhadapku.


"Mulai sekarang aku akan sering-sering mencium mu dengan kecupan bertubi-tubi seperti itu....supaya aku semakin mencintai mu" Ucap Nathan, aku menatap wajah nya yang begitu tampan meskipun sekarang sedang pucat tidak mengurangi ketampanan nya.


"hmm....Nathan aku harap kau akan seperti ini selamanya kepadaku"


"Aku akan lebih dari seperti ini kepadamu kedepannya.....Love you Renesmee"


Aku sangat terkejut mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Nathan. Dengan senang hati aku membalas......


"Aku pegang ucapan mu....Love you more Nathan"


Kami berdua pun kembali berpelukan, seperti tak ada habis-habisnya dan tak ada rasa bosan untuk saling memeluk seperti ini.


"Aku sangat mencintai mu Nathan, aku juga tidak menyesal telah mengenal mu!! aku akan mengisi hari-hari mu dengan rasa cintaku, dan membuatmu semakin mencintaiku kedepan nya"

__ADS_1


__ADS_2