
Pagi harinya Kevin terbangun dari tidur nya, tulang-tulang sendinya seakan remuk. Saat hendak memijit keningnya, Kevin merasa ada yang mengganjal tangan kanan nya.
Saat ia menoleh dia terkejut mendapati Mia yang sedang tertidur dengan pulasnya sembari memegang tangannya. Sunggingan senyuman pun terukir jelas disudut bibir Kevin.
Dielus nya kepala Mia dengan tangan kirinya, hatinya begitu tenang melihat wajah sendu Mia yang tertidur. Disentuh nya hidung, mata, dan bibir manis Mia.
Sentuhan tangan Kevin membuat Mia terbangun dari tidurnya. Beberapa kali ia mengerjapkan matanya. Kevin yang menyadari itu, langsung cepat-cepat berpura-pura tidur kembali....
Hoampph....
Mia mengangkat kedua tangan nya merenggangkan tubuhnya. Dia pun memandang wajah Kevin, yang dikiranya masih tertidur.
" Tampan sekali honeybee ku ini.... " Bathin Mia.
Pikiran nakal Mia mulai terbesit dibenaknya, dia tak tahan melihat bibir seksi Kevin yang merah merona itu.
Langsung saja Mia mendekat kan wajah nya kewajah Kevin. Dia berniat untuk mengecup bibir itu sekali saja, hanya sebentar.
Namun saat sudah tinggal beberapa senti lagi, tiba-tiba Kevin membuka matanya. Sukses membuat Mia terkejut dan alhasil terjatuh menimpa tubuh Kevin.
Kevin pun tersenyum nakal dan melingkarkan tangan nya dipinggul ramping Mia. Wajah Mia merona merah, sungguh dia begitu malu saat ini.
Terlebih posisinya membuat dia sedikit tidak nyaman. Tetapi tidak dengan Kevin yang tanpa aba-aba dia mengecup bibir Mia beberapa kali lalu tersenyum nakal...
Mia hanya diam menerima perlakuan Kevin padanya. Ponsel Mia pun berdering, Mia menghela nafas lega pasti Kevin melepaskan nya.
Tetapi tidak, malah sebaliknya Kevin semakin mempererat pelukan nya. Mia pun mengalah dan mengangkat telpon dengan posisi seperti itu.
" Hallo.... "
" .... "
" ....iya Rens "
" .... "
" ....baiklah tunggu aku ditempat biasa "
Mendengar nama Rens Kevin langsung teringat pada Nathan serta kejadian semalam. Dia pun perlahan melonggarkan pelukan nya. Lalu beranjak menuju kamar mandi....
Sedangkan Mia sambil berbicara ditelpon, dia menatap kepergian Kevin dengan perasaan sedih. Pasti dia mengingat hal semalam....
****
Rens tengah duduk dikafe tempat dia biasa mengobrol dengan Mia dan tara dekat kampusnya. Sembari menunggu kehadiran Mia dia memesan beberapa cemilan dan minum.
Tak lama kemudian Mia pun datang dan ikut bergabung duduk didepan Rens. Raut wajah kedua wanita itu sama-sama terlihat cemas...
Cemas akan hubungan Nathan dan juga Kevin....
Mereka pun mengobrolkan masalah kemarin, dan menyampaikan pemikiran mereka yang sama itu. Jika ada seseorang yang sengaja membuat mereka bertengkar....
" Aku yakin pasti seseorang dibalik semua ini sedang merayakan keberhasilan nya untuk membuat mereka bertengkar.... " ucap Mia dengan kegeraman nya.
" Benar sekali Mi..... " Rens mengangguk setuju.
" Hanya mereka berdua lah yang bisa mencari tahu siapa orang itu....tapi... " ucapan Mia terhenti.
" Tapi apa Mi..... " tanya Rens.
" Kita harus bisa menyatukan mereka kembali Rens....aku tak mau Kevin berlarut-larut dengan ke kecewaan nya.... "
" Benar Mi....aku juga ngga mau Nathan terus-terusan merasa bersalah "
" Kalau begitu aku akan mencoba membujuk Kevin dan kamu bujuk Nathan....ok "
Rens kembali mengangguk setuju.
" Nanti malam ajak mereka bertemu satu sama lain ditaman " ucap Rens menutup percakapan mereka.
****
Mia kembali keapartemen...
Benar saja, Kevin tidak berangkat ke kantor. Mungkin perasaan nya masih sangat canggung untuk bertemu Nathan.
" Bee aku pulang..... "
Teriak Mia sembari berjalan masuk.
" Kamu sudah pulang.....kok cepet? ngga ada kelas? "
Kevin menghampiri Mia dan merangkul nya. Tak lupa kecupan Manis dikening Mia.
__ADS_1
" Ngga ada bee....kamu sendiri ngga kekantor, emang libur "
Mia bertanya pada Kevin, raut wajah Kevin seketika berubah. Dia langsung melepaskan rangkulan nya dan berjalan sendiri didepan Mia kearah ruang santai.
Mia pun mencoba mencairkan lagi suasana yang menjadi tegang itu.
" Bee apa kamu sudah makan.... "
Mia menarik tangan Kevin dan mengajak nya duduk bersama disofa.
" Aku sudah makan bee....tadi mesan makanan online "
jawab Kevin lalu tersenyum.
" Baguslah bee.... " sahut Mia, membalas senyuman Kevin.
Akhirnya Mia pun mulai menjalan kan misinya untuk membujuk Kevin.
" Bee...aku mau kamu dengerin aku kali ini yah.... " ucap Mia.
" Aku selalu dengerin kamu bee...emang pernah aku.... "Jawab Kevin.
Belum selesai bicara, Mia langsung menutup mulut Kevin dengan jari telunjuk nya.
" Aku tahu saat ini kamu pasti begitu sangat kecewa pada Nathan, bukan kah kamu bilang kamu sudah menganggap Nathan seperti adikmu sendiri bee " tutur Mia.
" Sudah deh bee....aku lagi ngga pengen bahas dia " Kevin langsung memalingkan wajah kearah lain.
" Bee aku mohon pliss....ini untuk kebaikan kalian berdua " pinta Mia, sembari menggapai tangan Kevin.
" yah terus apa? dia terlalu egois bee, aku begitu kecewa padanya " sahut Kevin dengan nada kesal.
" Bee aku yakin Nathan saat ini juga merasa bersalah besar padamu, dia pasti memiliki alasan sendiri bee " Mia mencoba menenangkan Kevin yang mulai terbawa emosi.
" terus aku harus seperti apa menanggapi nya.... "
" Kenapa tidak memberi nya kesempatan sekali saja untuk menjelaskan....dan memaafkan nya "
" Aku tidak akan memaafkan nya " Kevin masih bersikukuh.
" Bee....ayolah jangan seperti anak kecil kaya gini "
" Bukan aku yang seperti anak kecil bee, tapi keegoisan nya yang kaya anak kecil "
" Pliss bee kumohon.... " Mia menyatukan kedua tangan nya dan memohon pada Kevin.
Kevin menatap lekat wajah Mia, dia juga merasa omongat Mia ada benar nya. Apakah sebainya dia memberikan Nathan kesempatan untuk menjelaskan....
" Baiklah....aku akan mendengarkan alasan nya, tapi aku tidak berjanji akan memaafkan nya "
ucap Kevin sembari menyandarkan kepalanya di sofa. Dia pun menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan fikiran nya.
" Makasih bee....sudah mau mendengar ucapan ku "
Mia girang dan senang, jawaban yang ditunggu-tunggu nya akhirnya keluar dari mulut Kevin.
Dia langsung memeluk Kevin yang tengah bersandar itu...
" Ini baru Honeybee ku the best ....cups "
Mia mengecup pipi Kevin. Kevin pun membalas dengan senyuman lalu mendekap Mia didadanya. Tak lupa dia mengecup kening Mia.
Akhirnya Mia berhasil membujuk Kevin, Bagaimana dengan Rens. Apakah dia sanggup meyakinkan Nathan untuk menemui Kevin, mengingat rasa bersalah nya membuat dirinya malu untuk bertemu Kevin.
****
Sepulang dari kafe, Rens memutuskan untuk menemui Nathan dikantornya. Karna pagi ini Nathan tetap berangkat ke kantor, tidak seperti Kevin yang memilih mengabaikan pekerjaan.....
Tok...tok...tok
Setelah mengetuk pelan, Rens membuka pintu ruang kerja Nathan. Matanya menyapu sekeliling, dan tertuju pada Nathan yang terlihat sedang sibuk dengan berkas-berkas menumpuk dimeja kerjanya.
Terlintas dibenaknya, jika ada Kevin pasti kerjaan nya tidak akan menumpuk seperti itu. Nathan begitu fokus menyelesaikan pekerjaan nya.
Sangking banyak nya yang harus dikerjakan, kehadiran Rens pun dia tidak sadar. Jika Rens tidak menyebut namanya....
" Selamat siang Presdir Nathan.... "
Sempat-sempat nya Rens bercanda untuk mencairkan suasana disana. Mendengar suara yang begitu familiar baginya, Nathan pun menoleh kearah sumber itu....
" Sayang.... " ucap Nathan tersenyum.
Rens pun menghampiri Nathan dan duduk dipangkuan suaminya itu. Rens menatap lekat wajah suaminya itu, meskipun dia tersenyum tetapi kesedihan masih begktu nampak.
__ADS_1
Rens mengusap peluh yang ada dikening Nathan, lalu mengecup kening suaminya.
" Sibuk yah sayang? " tanya Rens.
" Hmm...sedikit sih " jawab Nathan sembari melirik tumpukan berkas dan dokumen yang menumpuk dimeja nya.
" Sudah makan siang belum.... " tanya Rens lagi.
" Sebentar lagi....mungkin diantar kan, aku pesan kan dua porsi yah buat kamu juga " Jawab Nathan, yang langsung menghubungi karyawan nya.
Tak menunggu beberapa lama sembari menunggu datangnya makan siang mereka. Rens bermanja-manja dengan suaminya itu.
" Kamu kok kayanya tambah berat sih sayang.... "
Nathan menggoda Rens, tetapi sebenarnya memang yang dirasakan Nathan seperti itu. Rens seperti tambah berat saja karna setiap malam dia terus menggendong istrinya. Jika tertidur didepan tv....
" Apaan sih....gak lucu deh " Rens manyun sebel mendengar ucapan Nathan.
" Hehehe engga kok sayang, aku bercanda jangan ngambek dong "
Nathan mencubit hidung Rens pelan, lalu mereka tertawa bersama. Lalu tiba-tiba.....
Tok...tok...tok
Karyawan Nathan masuk membawakan dua porsi makan siang yang telah dipesan tadi.
" Ayo kita makan dulu....pasti kamu sudah laper kan " Nathan kembali menggoda Rens.
Alhasil berhasil membuat Rens kembali kesal dan cemberut. Tetapi tetap saja jika makanan Rens tak bisa menolak nya, mengingat dia adalah type pemakan Hahaha.
Mereka pun mulai menyantap makanan masing-masing sembari mengobrol. Ditengah-tengah percakapan mereka, Rens pun mulai membicarakan masalah semalam...
" Sayang.... " tanya Rens menatap Nathan.
" hmm....kenapa " Jawabnya singkat sembari terus menyantap makanan nya.
" Aku rasa ada yang sengaja ingin membuat kalian berdua bertengkar " ucap Rens ragu-ragu.
Nathan tersentak dan terhenti menyuap makananya.
" Biarpun itu benar, tetap saja Kevin kecewa karna aku telah menutupi nya " sahut Nathan lirih.
" Tapi.... " ucap Rens tercekat saat Nathan menoleh tajam padanya.
" Sudah lah aku tidak memaksa nya untuk mendengarku, lagian itu adalah keputusan nya untuk pergi " ucap Nathan.
Seolah-olah dia tidak perduli jika Kevin pergi menjauhinya. Padahal Rens dengan jelas mendengar ucapan nya tafi malam yang meranyau tak jelas memohon pada Kevin....
" Tapi jika Kevin bersedia bertemu dan memberi kesempatan untukmu menjelaskan gimana? apa kamu mau bertemu dengan nya " jelas Rens.
Nathan kembali menatap lekat wajah Rens. Lalu kembali menunduk...
" Tidak mungkin... " elak Nathan.
" Itu benar....Kevin bersedia bertemu dengan mu nanti malam ditaman "
" ....ini untuk kebaikan kalian berdua Sayang "
Lama dia diam tak menjawab Rens, sampai akhirnya....
" Baiklah....aku akan menemui nya dan menjelaskan semuanya "
Ucap Nathan dengan wajah yang menunduk, pasti dalam hatinya ada secerca harapan untuk menjelaskan semuanya pada Kevin.
Sedangkan Rens langsung memeluk suaminya itu, dipeluknya dengan begitu erat.
" Aku sayang kamu Nathan, I love you!! aku tahu kamu bukan orang yang jahat jadi percaya pada dirimu sendiri, jangan terus merasa bersalah "
Nathan membalas pelukan Rens, ucapan Rens barusan membuat hatinya yang gusar kembali tenang. Tak salah jika dia menganggap jika Rens adalah obat penenang untuk dirinya dikala kegusaran melanda....
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa vote dan like nya my readers😊😊
__ADS_1
Yang beranggapan author egois langsung bikin novel baru dan menggantung cerita Renesmee. Itu salah yah Author pasti melanjutkan cerita Rens kok sampai tamat. Jadi Author mohon jangan Negativ thinking dulu yah dear😊😊😊