Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 31


__ADS_3

Tidak lama berselang Reghata pun kembali ke dalam ruangan, setelah selesai membasuh muka. Reghata terhenti di ambang pintu. Tertegun melihat sang Mommy begitu perhatian kepada Gavin suaminya.


Sunggingan senyuman pun tercipta di bibir Reghata. Apakah sang Mommy sudah bisa menerima Gavin? Reghata sangat senang jika benar itu terjadi.


Reghata berjalan menghampiri Gavin. Tidak sengaja pandangan nya tertuju kepada Araa. Wanita itu memasang raut wajah tidak tenang. Seperti risih dengan pemandangan diruangan itu.


"Araa? Kau juga datang?" ucap Reghata.


"Iya sayang, Mommy mengajak Araa untuk ikut....Mengingat kalian belum bertemu setelah hari pernikahan mu waktu itu...." Rens menjelaskan kepada Reghata.


"Tidak Mommy, Re sudah bertemu dengan Araa beberapa hari yang lalu....benarkan Araa?" Reghata seperti sedang menyindir.


Araa nampak semakin canggung. Dia tersenyum dengan kikuk kearah Mommy nya.


"Benarkah? Dimana kalian bertemu? Kenapa kamu gak bilang sayang? Kalau misalkan kamu sudah bertemu dengan kakak mu" tanya Rens yang terlihat bingung.


"Maaf Mom, Araa tidak bilang...." jawab Araa seraya melirik Reghata.


"Waktu itu Araa datang ke apartemen Gavin langsung Mom, untuk bertemu dengan Re....mungkin karena dia sangat merindukan Re makanya dia langsung datang...." Reghata semakin menyindir, bahkan dia tersenyum miring kepada adik semata wayang nya itu.


Araa nampak sangat tidak enak dan risih. Gavin yang melihat raut wajah Araa, langsung menyenggol dikit lengan istrinya. Mengisyaratkan nya untuk tidak melanjutkan perkataan nya.


"Re hentikan, jangan lanjutkan perkataan mu" bisik Gavin pelan.


"Kenapa? Biarkan? Aku mau lihat sampai dimana dia akan bersikap kurang ajar kepada kakak nya sendiri...." balas Reghata.


Rens dan Nathan bisa melihat jika ada ketegangan diantara kedua putri mereka. Tapi Rens dan Nathan tidak mau ikut campur. Cukup mereka menyelesaikan permasalahan mereka sendiri berdua.


"Baiklah kalau begitu Mommy dan Daddy pamit pulang yah, Daddy kamu masih ada urusan...." pamit Rens tersenyum ramah seraya meraih tangan Gavin.

__ADS_1


Gavin terkejut bahkan sangat-sangat terkejut. "Jaga kesehatan dan cepatlah sembuh....Biar bisa cepat-cepat kasih Mommy cucu yah...." ucap Rens lembut.


Perkataan Rens berhasil membuat Gavin dan Reghata tersipu malu. Wajah keduanya memerah karena malu. "Hehehe, terima kasih Mom, untuk doanya..." jawab Gavin kikuk.


"Mommy, apa-apaan itu? Gavin sedang sakit kenapa harus membahas itu sih" gerutu Reghata yang langsung meraih lengan sang ibu.


"....Ayo biar Reghata antar sampai depan" lanjut nya memaksa sang Mommy pergi.


"Pelan-pelan dong Re, nanti Mommy jatuh gimana?" Rens tersenyum meledek pada anak nya yang tengah tersipu malu itu.


"Baiklah, Cepat sembuh dan jangan lupa titip salam untuk ayahmu...." ucap Nathan seraya mengikuti langkah sang istri yang berlalu keluar dari ruangan.


"Araa? Kamu tidak mau ikut pulang sama Daddy?" Nathan mendekati sang anak.


Araa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Nanti Araa nyusul, Daddy duluan aja...." ucap Araa.


"Kalau begitu Daddy duluan yah...." Nathan pun pergi meninggalkan Araa dan Gavin berdua dalam ruangan itu.


"Bagaimana keadaan mu Vin?" tanya Araa yang melangkah mendekati Gavin.


Gavin bisa melihat ketidak nyamanan di dalam sorot mata wanita itu. "Bukan kah tadi aku sudah mengatakan nya! Jika aku sudah merasa baikan."


"Maafkan aku...." lirih Araa.


Gavin menatap wanita itu dengan sangat lekat. Tidak mengerti dengan raut wajah Araa. "Maaf untuk apa?"


"Karena perkataan ku waktu itu, aku tahu kau dan kakak ku jadi berkelahi dan sempat pisah rumah...." jelas Araa.


"Kau sudah tahu itu akan terjadi, tapi kenapa kau masih mengatakan nya juga." ucap Gavin sedikit ketus.

__ADS_1


"Aku sudah dirasuki keegoisan yang besar Vin, tapi aku sadar sekarang...." ucap Araa lagi.


"Sadar?" Gavin menatap skeptis wanita itu.


"Iya aku sadar, jika cintamu hanya untuk dirinya....tidak akan ada tempat untuk ku dihatimu...." lirih Araa menunduk.


Gavin diam tak menjawab. Tapi diam nya dia itu berarti dia telah mengiyakan perkataan Araa. Tidak akan ada tempat untuk orang lain dihatinya selain Reghata.


"Aku akan kembali ke Seoul malam ini juga, bisakah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?"


Araa mengatakan permintaan terakhirnya.


"Apakah harus?"


"Tidak apa jika kau tidak mau...."


"Baiklah....kemari....."


Araa pun langsung memeluk Gavin dengan sangat erat. Sampai-sampai tanpa sadar air matanya menetes. Untuk sekian lamanya, dia menunggu cinta dari Gavin. Dan sekarang tiba waktunya untuk dia melepaskan nya. Karena dari awal memang tidak akan ada tempat untuk dirinya di hati Gavin.


Sakit sangat sakit rasanya memiliki cinta yang bertepuk sebelah tangan. Araa menangis hingga terisak, dadanya begitu terasa sesak.


Gavin tidak tega, dia pun mengelus lembut kepala Araa. Agar wanita itu menjadi sedikit tenang. "Aku yakin kau akan mendapatkan pria yang lebih baik dari aku...." ucap nya mencoba menghibur.


Mereka berdua tidak sadar jika sedari tadi ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka dari balik pintu. Reghata ikut meneteskan air matanya, sebegitu cintanya adik nya kepada suaminya. Meskipun dia sedang marah kepada Araa. Tapi Reghata tidak bisa membohongi perasaan nya sebagai seorang kakak.


TBC.


Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar☺️☺️

__ADS_1


Vote dan beri hadiah Author supaya Author nya semangat untuk up💪🏻💪🏻


__ADS_2