Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 36


__ADS_3

Setelah selesai mengenakan bajunya, Rens pun bergegas keluar dari kamar Nathan. Saat dia baru saja keluar dari kamar, salah satu pelayan menghampirinya.


"Nona.....Nyonya besar sudah menunggu diruang makan, silahkan lewat sini" ucap pelayan tersebut. Rens hanya menjawab dengan mengangguk, lalu mengikuti arah yang ditunjukan oleh pelayan itu.


Sampailah dia di ruang makan, disana sudah dilihatnya Barbara sedang duduk dikursi paling ujung yang hanya satu saja/kursi pemilik rumahlah.


Rens menatap sekeliling nya, desain yang begitu elegan, dekorasi yang mewah, perabotan serta alat-alat makan yang hampir seluruhnya dilapisi emas, sungguh berbeda suasana saat berada didalam kamar Nathan.


"Duduk lah sayang" ucap Barbara pada Rens.


"hmm....terima kasih nyonya eh tidak, mamih" jawab Rens sedikit gugup.


Rens pun melangkah kearah kursi yang tidak jauh dari Barbara, lalu duduk. Setelah melihat Rens duduk, pelayan-pelayan pun dengan sigap menyiapkan sarapan untuknya. Susu hangat dan roti panggang sangat cocok untuk sarapan dipagi hari...


Ketika Rens tengah menyantap sarapannya, Nathan pun juga telah selesai dari mandinya. Dia bergegas keluar kamarnya setelah mengenakan pakaian casual, karna hari beberapa hari ini dia akan libur dari kerjanya. Namun itu bukan semata-mata keinginan dirinya sendiri, tetapi keinginan Barbara. Barbara sangat berharap Nathan dan juga Rens bisa menambah kedekatan hubungan mereka.


Nathan melihat Barbara dan juga Rens yang sudah berada dimeja makan, yang sedari tadi tengah menyantap sarapan mereka masing-masing. Namun tidak terlihat Kevin, biasa Kevin terlebih dulu sarapan sebelum Nathan bangun. Tetapi pagi ini batang hidungnya tidak terlihat sama sekali.


Nathan pun mendekat dan duduk disamping Rens. Rens terkejut saat melihat Nathan tiba-tiba duduk disampingnya, dirinya tidak menyadari sama sekali kehadiran Nathan. Nathan yang melihat keterkejutan Rens hanya menggeleng kan kepalanya saja....


"Gadis aneh....." gumam Nathan.


Pelayan pun langsung menyiapkan sarapan milik Nathan. Dirinya pun mulai menyantap makanannya itu.

__ADS_1


"Renesmee...bagaimana keadaan mu? Apa kau sudah merasa baikan sayang?" tanya Barbara.


"sudah mih, Rens sudah sedikit baikan!! Mungkin hanya kelelahan saja" jawab Rens dengan lembut lalu tersenyum manis. Nathan hanya melirik kearah Rens, saat Barbara menanyakan hal tersebut. Lalu saat Rens tersenyum manis seperti itu Jantung Nathan kembali berdegup kencang.


"Aghh...." Nathan mengerang pelan, sembari memegang dadanya.


Barbara serta Rens terkejut dan menghentikan santapan mereka.


"Nathan....kamu kenapa? Apa yang sakit?" tanya Barbara, cemas melihat anaknya tersebut mengerang.


"Tuan....apa kau tidak apa-apa?" tanya Rens, yang begitu cemas juga.


"Aku tidak apa-apa......lanjutkan lagi sarapannya" ucap Nathan sedikit dingin.


"baiklah sayang....tapi kalau kamu sakit bilang yah ke Mamih, Mamih gak mau terjadi sesuatu padamu sayang" ucap Barbara dengan penuh kasih sayang.


"Kamu ini yah memang kok....slalu saja seperti itu" ucap Barbara, menggeleng-gelengkan kepalanya.


Rens hanya tersenyum kala itu, melihat ibu dan anak yang begitu akur meski sikap Nathan yang sedikit dingin terhadap Mamihnya. Namun terpancar rona kasih sayang dari keduanya.


"Tunggu dulu......" ucap Barbara seketika, hingga membuat Nathan dan juga Rens menghentikan santapannya.


"Ada apa lagi sih Mih....ngga selesai-selesai nih sarapan kita" ucap Nathan yang mulai kesal.

__ADS_1


"Renesmee sayang...."


"Iya Mih, ada yang bisa Rens bantu?"


"tadi kamu manggil Nathan dengan sebutan apa yah?"


Nathan dan Rens pun terkejut, keduanya pun saling melempar tatapan bingung.


"emm....." Rens bingung.


"kamu masih memanggil Nathan "tuan"? Nathan bagaimana bisa kamu tidak mengingatkan istrimu"


"Maksud Mamih apa sih?" ucap Nathan.


"Kalian itu sudah menikah, jadi kalian harus memiliki panggilan baru masing-masing" ucap Barbara sedikit menjelaskan.


Rens dan Nathan kembali melempar tatapan bingung.


"Tapi Mih...."


"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya Mamih gak mau Renesmee masih memanggil mu Tuan lagi"


"Baik-baik Nathan akan memikirkannya....terserah Mamih"

__ADS_1


"kau juga dengan Renesmee, jangan panggil Nathan Tuan, ok" ucap Barbara pada Rens, yang hanya dibalas anggukan oleh Rens.


Nathan menghela nafas malasnya, sembari kembali menyantap sarapannya begitu pun Rens dan juga Barbara. Dia malas untuk meladeni terus omelan dari Barbara, jika tidak akan berlangsung panjang


__ADS_2