Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~75


__ADS_3

*****


POV Kevin & Mia ~


Setelah mengantar pulang Rens dan juga Nathan, Kevin melajukan mobil nya pulang kerumah utama.


Tok...tok...tok


Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Kevin, seperti biasa pelayan memanggil Kevin untuk makan malam atas perintah dari Barbara.


Kevin pun turun kebawah keruang makan, karna kamar Kevin berada dilantai dua.


Kevin pun duduk dikursi sebelah Barbara, dengan sigap pelayan menyiapkan makanan Kevin diatas piringnya.


" Bagaimana kabar Nathan dan juga Renesmee Kevin sayang ? " Tanya Barbara.


Kevin pun yang mendengar pertanyaan tiba-tiba itu sontak terhenti menyuap makanan nya. Dia bingung harus menjawab apa, mengingat tadi sore nampak terlihat ketegangan diantara Nathan dan juga Rens. Terpaksa dia harus berbohong.....


" Baik kok nyonya....." Jawab Kevin singkat, lalu ia kembali menyantap makanan nya.


" Oh iya....apa kau sudah memberi tahu Nathan jika besok, kamu tidak bisa masuk kerja? "


" Sudah nyonya.....Saya sudah menyiapkan semua nya, kita tinggal berangkat saja kesana besok pagi-pagi "


" Tidak Kevin, maaf kan aku!! Aku tidak bisa menemani mu kali ini!! besok pagi-pagi aku harus berangkat ke swiss pertemuan penting " Barbara berucap dengan raut wajah sedikit memelas.


Dia merasa tak enak hati karna kali ini dia tidak bisa menemani Kevin.


Besok adalah bisa dikatakan hari uang tahun nya. Biasa setiap tahun Kevin selalu menyempatkan untuk mengunjungi Panti Asuhan Harapan tempat dimana ia diadopsi oleh Barbara.


Memang tidak tahu pasti kapan dia ulang tahun, mengingat dia masih berumur kisaran 8 tahun saat dirinya ditinggal dipanti asuhan itu.


Sangat miris melihat kondisi Kevin saat itu. Baju yang robek dan acak-acak kan, wajah pucat, serta beberapa luka lebam diwajah, dileher, dikaki tangan, bahkan dikepala nya terdapat bekas pukulan benda tumpul yang sempat membuat nya mengalami trauma yang begitu berat.


Sampai sekarang karna Trauma itu Kevin hanya bisa mengingat beberapa kenangan. Kadang terlintas seketika difikiran nya, sebuah keluarga bahagia yang sedang bermain bersama disebuah taman.


Kadang juga terlintas sosok anak lelaki kecil yang tersenyum bahagia sedang bermain didepan matanya. Namun kenangan-kenangan seperti itu tidak mbantu dirinya mengingat Siapa orang tua yang tega membuang dirinya.


.


.


.

__ADS_1


" Tidak apa-apa nyonya, saya akan pergi sendiri saja kesana.... " ucap Kevin dengan ketegaran nya.


Meskipun sebenarnya dia sangat lah kecewa, tqpi dia tidak ingin menampak kan nya didepan Barbara.


Barbara bisa melihat dengan jelas raut wajah kecewa diwajah Kevin, tapi apa boleh buat dia juga tidak bisa meninggalkan pertemuan penting itu.


Nafsu makan nya pun hilang seketika, dia berhenti menyantap makanan nya dan langsung berlalu masuk kedalam kamarnya.


" Aku sudah selesai, selamat malam nyonya " Kevin undur diri dan berjalan meninggal kan Barbara.


Barbara hanya menatap sedih punggung tegap Kevin yang sedikit demi sedikit menghilang dari pandangan nya.


.


.


.


Keesokan paginya.....


Kevin sedang menyiapkan semua barang-barang yang ingin dibawanya. Tak lupa ia sudah menyiapkan beberapa pakaian, makanan, serta mainan untuk dibagi kepada anak-anak yatim piatu disana.


Setelah semuanya sudah siap Kevin pun langsung masuk kedalam mobilnya. Dia menancap kan gas dengan kecepatan sedang melaju ke Panti Asuhan Harapan.


Satu jam berlalu, Kevin memasuki perkarangan gedung berlantai dua yang kini sudah lapuk hampir dimakan usia.


Kevin memarkir kan mobilnya ditempat parkiran mobil yang telah disiapkan.


Tak menunggu lama dia langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk. Dia menoleh kekiri dan kanan namun dia tidak melihat anak-anak.


Dia heran, biasanya baru saja dia keluar dari mobil anak-anak panti pasti langsung menyerbu dirinya. Namun, saat ini bahkan satu orang pun tidak terlihat.


Dia pun memutus kan untuk bertanya kepada salah satu pengurus yang duduk dimeja office depan.


" Permisi Nyonya....kenapa sedari tadi saya tidak melihat keberadaan anak-anak " tanya Kevin dengan sopan, dia tersenyum dengan begitu ramah nya.


" Apa kabar Tuan Kevin, anak-anak sudah menunggu sedari kemaren kedatangan Tuan Kevin!! Tapi pagi-pagi sekali seorang pengunjung wanita yang sering datang kemari membagikan makanan kepada anak-anak datang dan mengajak anak-anqk bercerita dongeng dihalaman belakang " jelas pengurus itu panjang lebar.


" Benarkah ? baiklah saya akan menyusul kesana.... " ucap Kevin, ia sedikit penasaran siapa wanita itu. Bahkan anak-anak sangat senang juga jika wanita itu datang.


" Aku kira aku saja yang biasa disambut antusias oleh anak-anak.....ternyata ada orang lain juga" Bathin Kevin


" Mari saya tunjukan Tuan.... " Pengurus itu menuntun Kevin ke halaman belakang.

__ADS_1


Deg.....


Kevin begitu terkejut saat melihat sosom yang sangat familiar baginya. Wanita itu sedang menceritakan dongeng untuk anak-anak panti.


Dia bermain bercanda ria bersama anak-anak panti, begitu pun anak-anak panti yang terlihat senang dengan kedatangan nya.


" Xiao Mia? Apa aku tidak salah lihat? " Bathin Kevin tak percaya.


Dipandanginya dari kejauhan, tanpa sadar senyuman simpul terlukis dibibir nya. Saat dia melihat Mia tersenyum lebar sembari menceritakan dongeng kepada anak-anak.


" Apa kah dia memang sudah sering datang kemari ? " Kevin bertanya kepada pengurus yang berdiri disebelah nya.


" Nona Mia adalah wanita yang baik hati dia biasa setiap bulan datang kemari untuk memberikan beberapa santunan dan juga membantu kami mengurus anak-anak seharian " jelas pengurus itu.


Kevin hanya diam dan kembali menatap kearah Mia disana.


" .....apakah Tuan Kevin mengenal Nona Mia ? " Tanya pengurus itu tiba-tiba.


" hah ? benar aku mengenal wanita itu, tapi aku tidak menyangka jika bisa bertemu dengan nya disini " Jawab Kevin sembari tersenyum.


" Nona Mia memang orang yang baik....seperti nya anda berjodoh dengan nya Tuan!! saya permisi sebentar yah... " Pengurus itu pun melontarkan kata-kata yang membuat Kevin terkejut.


Namun, belum sempat Kevin menjawab nya pengurus itu langsung pergi meninggal kan nya.


Kevin pun menghampiri anak-anak dan Mia yang sedang sibuk bercanda tawa sampai-sampai tidak sadar akan kehadiran nya.


" Aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu disini.... " Kevin berucap seketika.


Deg.....


Mia terkejut saat mendengar suara seorang pria yang begitu familiar baginya. Dia pun langsung menoleh kearah sumber suara itu.....


" Kevin..... " ucap Mia terkejut dan mengerut kan dahinya tak percaya.


" Hai.....apa kau terkejut melihat ku? aku juga sama terkejut nya saat melihat wanita seperti mu ada disini " Kevin berucap ketus sedikit meledek.


Mia pun tersulut emosi mendengar ucapan Kevin alis nya menjungkit satu. Dia langsung berdiri dari duduk nya.


" Maksud mu apa ? " Mia menunjuk kearah Kevin.


" Tenang lah jangan emosi, apa kau mau anak-anak ini melihat sikap temprament mu itu? " Kevin berucap pelan dan mengisyaratkan Mia untuk tenang.


Bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa untuk Vote dan like nya yah my readers.....


__ADS_2