
Mia pun tersulut emosi mendengar ucapan Kevin alis nya menjungkit satu. Dia langsung berdiri dari duduk nya.
" Maksud mu apa ? " Mia menunjuk kearah Kevin.
" Tenang lah jangan emosi, apa kau mau anak-anak ini melihat sikap temprament mu itu? " Kevin berucap pelan dan mengisyaratkan Mia untuk tenang.
Mia tersadar jika disana ada anak-anak yang memperhatikan mereka berdua. Mia pun mengurungkan niatnya untuk memarahi Kevin.
Kevin tersenyum dengan puas nya. Dia berhasil membuat Mia mengalah.
" Jangan bilang pria gila ini mengikuti ku sampai kesini, ihhh serem banget sumpah " Bathin Mia ngeri.
" Kak Kevin..... "
" Horee....Kak Kevin bawa mainan kan "
" Kak Kevin kita kangen banget sama kak Kevin "
" Kak kevin mau kan, main bareng sama kita juga Kak Mia.... "
Semua anak-anak berlarian dan menghambur kearah Kevin. Mereka semua terlihat senang dengan kedatangan Kevin. Satu persatu memeluk tubuh Kevin.
Mia pun terkejut, Saat melihat antusias dari anak-anak yang menyambut kedatangan Kevin.
Dipandangin nya Kevin yang membalas satu persatu pelukan dari anak-anak, juga Kevin yang tersenyum begitu ramah nya.
Selama ini dia memang tidak pernah melihat Kevin tersenyum seperti itu, namun saat ini Kevin seperti seseorang yang berbeda.
Pandangan nya pun sedikit berubah, yang tadi nya dia masih kesal terhadap Kevin. Tanoa sadar Mia ikut tersenyum bersama para anak-anak.
" Kalian apa kabar semua nya ? " Kevin bertanya pada anak-anak. Dia memangku salah satu anak-anak yang usia nya kisaran 4 tahun bernama Kiara.
Kevin memang selalu memberikan perhatian lebih terhadap Kiara, karna dia tahu mengenai penyakit Leukimia yang diderita anak itu.
" Kami baik kak..... " Jawab anak-anak secara bersamaan.
" Ternyata dia memang sudah sering kemari, bukan mengikuti ku kesini hahaha Mia bodoh!! Aku tak percaya pria seperti nya memiliki sisi lain seperti ini.... " Bathin Mia.
" Baiklah kalian ingin bermain apa? bagaimana jika anak cowok main bola bareng kak Kevin, dan anak cewek main nya bareng Kak Mia.... " Kevin mengajak anak-anak untuk bermain dan membuat dua kelompok yaitu cowok dan cewek.
Mia tersenyum dengan lembut nya kearah anak-anak dan mengangguk, mengiyakan ucapan Kevin.
__ADS_1
Mia tidak bisa berhenti menatap Kevin dengan tersenyum. Seolah-olah dia begitu terpukau dengan sikap Kevin yang berbeda dari biasa.
" Aku sudah pernah bilang padamu, hati-hati kau bisa jatuh cinta padaku jika terus menatap diriku.... " ucap Kevin berbisik ditelinga Mia.
Mia pun sontak terkejut dan tersadar dari lamunan nya. Kini wajah nya memerah merona. Malu sekali dirinya saat ini karna sudah tertangkap basah menatap Kevin....
" Maaf....aku tidak bermaksud seperti itu " ucap Mia gugup.
" ....baiklah kalau begitu anak-anak ayo kita bermain " Lanjut Mia, dia mencoba mengalihkan pembicaraan.
" hahaha baru begitu saja dia sudah gugup...lucu sekali " Bathin Kevin tersenyum.
Mereka pun bermain bersama, Kevin bermain bola dan Mia bermain boneka bersama anak-anak perempuan.
Sebenarnya dengan kehadiran Mia kali ini, Kevin sangat terbantu jika yang biasa nya dirinya bingung harus bermain dengan grup cewek atau cowok terlebih dahulu.
Mia dan Kevin dengan senang hati mengajak anak-anak panti bermain dan bercanda ria penuh senyuman.
Sesekali mereka berdua pun saling memandang dan melempar senyuman masing-masing.
" Aku sangat salut terhadap dirinya, aku kira dia hanya bisa bersikap kasar saja!! tapi ternyata dia memiliki sisi yang sangat lembut kepada anak-anak....wanita yang akan mendampingi nya pasti akan sangat bahagia memiliki kekasih seperti nya.... " Gumam Mia, sembari memandang Kevin.
Saat tersadar jika saling menatap, kedua nya pun merasa malu dan bersamaan memalingkan wajah kearah lain.
Tanpa mereka sadari, kesan buruk yang mereka fikirkan satu sama lain. Akhirnya berubah karna pertemuan secara tidak disengaja mereka disini.
Mia dan Kevin sama-sama melihat sisi lain dari masing-masing saat itu.
.
.
.
Tak terasa hari semakin sore....
Pengurus menghampiri mereka dan mengatakan jika makan malam hampir selesai dan menyuruh anak-anak untuk masuk dan membersih kan diri.
" Tuan Kevin dan Nona Mia.....ikut makan malam bersama kami yah " ucap Pengurus tersebut.
Mia dan Kevin pun saling memandang dan menjawab bersamaan...
__ADS_1
" Baiklah.... " jawab kedua nya lalu tersenyum.
" Kalau begitu kami pergi menyiapkan makan malam, silahkan jika ingin melihat-lihat sekeliling dulu saya permisi " Pengurus itu pun pergi meninggal kan mereka berdua saja.
Mia dan Kevin nampak canggung, tidak seperti biasanya mereka akan berkelahi jika bertemu.
Namun saat sudah melihat sisi baik dari masing-masing, mereka pun nampak sedikit canggung.
" Apa kau.... " ucap kedua nya bersamaan.
" Eh maaf....kamu duluan aja " ucap Mia tersenyum kecut.
" kamu aja duluan.... "
" ngga apa-apa kok, kamu duluan aja "
" Baiklah....apa kau mau berkeliling bersama ku.. " Kevin mengajak Mia untuk berkeliling dengan sedikit ragu.
Deg..deg..deg
Dada Mia kembali berdebar dengan hebat nya,wajah nya sedikit memerah. Dia begitu terkejut dengan ajakan Kevin, meskipun sebenarnya dia juga berniat mengatakan nya tetapi Kevin malah mengatakan nya duluan.
" Bagaimana ini....kenapa dia diam!! jangan-jangan dia tak mau lagi...Aghh malu sekali rasanya " Bathin Kevin, sedikit gugup.
" Huh....jika tidak ku tahan pasti aku sudah tidak terkendali, kenapa rasanya seperti menang lotre 1M hahahaha " Bathin Mia.
" Kenapa kau diam? apa kau tidak mau, yah tidak apa ? " Kevin sedikit kesal karna Mia tidak menjawab malah diam.
" Eh engga kok aku mau.....ups " Mia terkejut dan langsung merocos, sampai akhirnya dia sadar dan menutup kedua mulut nya itu.
" ....maksudku jika kamu maksa yasudah aku mau " lanjut Mia, kembali ia sedikit menyombongkan diri.
Kevin hanya tersenyum mendengar ucapan Mia. Mereka pun berjalan perlahan mengelilingi Panti asuhan tua yang berada dipinggiran sungai.
Mereka berjalan dipinggiran sungai tersebut yang memiliki pemandangan begitu indah, pepohonan yang rindang, bebatuan kecil dipinggiran sungai, bunga-buna liar yang tumbuh, ditambah sinar matahari sore yang menyinari disela-sela pepohonan.
Kevin pun melihat ada bangku taman yang terletak tidak jauh dari mereka berdua. Kevin lalu menggapai tangan Mia dan mengjak nya duduk dibangku tersebut.
Mia pun kembali terkejut mendapat perlakuan seperti itu dari Kevin. Bagaimana tidak jika Kevin tiba-tiba memegang tangan nya.
Bersambung ~
__ADS_1