Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Bertemu Sheila dan Tara...


__ADS_3

****


Diperjalanan mengantar Daniel kembali, Viera melabrak Daniel. Dengan pertanyaan-pertanyaan dan ancaman nya....


" Sebaiknya anda tidak mempunyai niat untuk mendekati Kak Rens... "


Ucap Viera sangat ketus pada Daniel, membuat Daniel menatap sinis gadis disebelah nya itu.


" Maksud mu apa? "


Tanya Daniel tak kalah ketus...


" heheh....ngga usah pura-pura deh!! Aku tahu jelas jika anda menyukai Kak Rens kan "


Viera langsung to the point, membuat Daniel tersentak. Matanya membulat tak percaya, langsung saja dia memalingkan pandangan nya kearah jendela.


Daniel diam sejenak tak menjawab, malas sekali rasanya dia melawani gadis muda disebelah nya itu.


" Benar kan kataku, anda saja tak menjawab artinya benar...heheh "


Daniel pun menghela nafas panjang dan membuang nya melalui hidung. Lalu dia menoleh pada Viera yang sedang fokus menyetir.


" Saya tidak memiliki perasaan apa pun pada Nona Renesmee, saya mohon anda tidak salah menilai "


" Halah...pake acara ngelak segala lagi "


" Saya tegaskan sekali lagi, jika saya tidak memiliki perasaan apapun pada Nona Renesmee, Saya hanya kagum saja terhadap beliau "


" Kagum? itu bukan perasaan kagum, sangat terlihat jelas kok "


Daniel pun terdiam, kata-kata Viera seakan bagai skak mat buatnya. Apa benar dia memiliki perasaan terhadap Renesmee atau hanya perasaan kagum saja?


" Aaghh....gila kali yah!! Itu ngga mungkin, aku hanya sebatas kagum saja terhadap Nona Renesmee, hanya itu tak lebih " gumam Daniel dalam hatinya.


Tidak lama kemudian mobil pun sampai ditempat tujuan, Daniel pun langsung bergegas keluar mobil dan berlalu pergi. Tanpa salam atau terima kasih kepada Viera.


Viera semakin kesal dan geram akan sikap Daniel, yang dinilai nya kurang sopan. Padahal Daniel seperti itu, karna dia gugup dan ingin menghindari pertanyaan-pertanyaan konyol dari Viera mengenai Rens.


*****


Di apartemen....


Dengan dibantu Nina menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengganti dan membersihkan tubuh Nathan. Rens terlihat sangat mahir dan cekatan melakukan nya.


Pertama dia membuka baju piyama Nathan dan mengelap tubuh atas Nathan menggunakan kain yang telah dicelupkan diair hangat.

__ADS_1


Perlahan dengan sentuhan lembut Rens membersihkan bagian-bagian tubuh Nathan. Nina yang berdiri tepat dibelakang nya, hanya menatap dengan tatapan kagum....


Sungguh luar biasa cinta Rens terhadap suami nya, meskipun dalam keadaan hamil sekalipun. Tidak membuatnya merasa terbebani sambil merawat suaminya yang sedang koma.


Saat mulai membersihkan bagian bawah tubuh Nathan, Nina langsung berlalu keluar dari kamar tanpa perintah dari Rens.


Setelah lebih tiga puluh menit, Rens telah selesai menjalani tugas nya itu. Dia pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri juga.


Setelah itu seperti biasa dia akan makan malam bersama dikamarnya bersama Nathan, Dan menceritakan hal yang ia lakukan seharian ini. Sampai ia terlelap disebelah tubuh suami tercinta nya sembari menggenggam tangannya "


*****


Tidak terasa seminggu telah berlalu setelah kunjungan pemeriksaan Nathan dari Daniel waktu itu....


Kini Rens sedang berada dipabrik ikan tuna kaleng tempat Sheila bekerja. Rens dan Viera berangkat kesana pagi-pagi sekali agar bisa pulang dihari itu juga.


Rens harus mengecek perkembangan dipabrik itu, sekalian hitung-hitung untuk mengunjungi Sheila. Dari siang hingga sore Rens dan Sheila baru pulang dari pabrik ke Villa sambil berjalan kaki mengitari pinggiran pantai. Pantai dengan hamparan pasir putih yang indah itu....


Sedangkan Viera menunggu mereka di Villa saja....


.


.


Sepanjang jalan Rens nampak terlihat murung dan sedih sambil melihat sunset diarah laut. Namun sesekali ia tersenyum menanggapi ucapan Sheila.


Ingat ngga? Disini tempat mereka mengeluarkan uneg-uneg masing-masing, hingga terucap lah janji seorang Nathan. Jika dia berjanji tidak akan meninggalkan Renesmee dan akan selalu membahagiakan nya sampai dia mati....


Setelah sampai di Villa, Rens dibuat terkejut akan kehadiran Tara. Kebetulan Tara juga datang kevilla saat itu untuk mengunjungi Sheila.


Terlihat Tara sedang mengobrol bersama Viera diruang santai nya. Entah apa yang ditanyakan Tara pada asisten muda itu...


Rens dan Sheila pun berjalan menghampiri mereka berdua....


" Tara.... "


Rens memanggil Tara, Tara pun langsung menoleh kearah sumber suara itu. Dia langsung berdiri dari duduk nya dan langsung mendekat memeluk Rens.


" Apa kabar mu? "


tanya Rens yang langsung melepaskan pelukan Tara, mereka pun mengobrol dengan duduk disofa bersama. Pelayan membawakan seduhan teh dan cemilan pada mereka. Tetapi Sheila memilih untuk pergi dari sana, alasan nya untuk membersihkan diri dari bekerja.


Sedangkan Viera masih tetap keukeh duduk disana, sembari meminum teh nya dan makan cemilan. Sesekali dia melirik kearah Rens dan juga Tara yang sedang mengobrolkan sesuatu.


Dalam pikiran nya siapa pria itu kenapa begitu dekat terhadap bos nya itu. Banyak sekali pria-pria tampan yang begitu dekat dengan Rens selama ini dilihat nya....

__ADS_1


Tara dan juga Viera memang belum pernah bertemu sebelum nya. Karna Tara juga jarang sekali mengunjungi Nathan atau pun Rens selama dua bulan lebih ini. Sedangkan Viera baru saja sebulan lebih bekerja pada Rens...


" Siapa lagi pria tampan yang dekat Kak Rens ini yah, sudah tadi banyak banget tanya-tanya nya soal Kak Nathan!! Dari Kak Nathan, Kevin, Daniel tengil, sekarang pria tampan bernama Tara ini lagi...... " gumam Viera dalam hatinya, sembari melirik sinis keduanya.


" Bagaimana dengan kandungan mu? "


" Kandungan ku baik-baik aja dan sehat... "


" Apa tidak sebaiknya kamu dirumah saja, tidak perlu memaksakan diri untuk bekerja "


" Aku sudah berjanji akan membantu perusahaan Nathan, sampai dia sadar "


" Tapi Rens.... "


Belum selesai bicara Rens langsung menyanggah ucapan Tara.


" Gak ada tapi-tapian Tar, ini sudah keputusan ku "


ucap nya tegas.


" Baiklah.... "


Tara pun mengalah.


Tak lama kemudian Sheila pun datang setelah membersihkan diri katanya. Rens pun berdiri dan mengucapkan salam untuk berpamitan.


Sudah terlalu sore, jika terlalu lama disini kasihan Nathan jika dia pulang terlalu malam. Terlebih dia juga sangat mengerti dan tak mau memgganggu quality time untuk Tara juga Sheila.


Awalnya Sheila menahan nya untuk tinggal lebih lama, tapi mau tidak mau dia pun harus menuruti ucapan ibu hamil keras kepala itu.


" Hati-hati dijalan yah, kabari aku jika kamu sudah sampai "


ucap Sheila memeluk Rens, begitu pun Rens membalas pelukan Sheila.


" Terima kasih yah untuk hari ini.... "


Rens pun tersenyum menggenggam tangan Sheila.


Berbalik pada Tara, dia juga memeluk nya dan mengucapkan salam pamit.


" Salam kan aku pada Nathan..... "


" Baiklah.... aku pergi dulu bye "


Rens pun masuk kedalam mobil dan melambai melalui jendela pada Tara dan Sheila.

__ADS_1


Diperjalanan Rens hanya terlelap sampai diapartemen nya. Mungkin dia begitu kelelahan karna perjalan jauh dan dari siang hingga sore dia harus berkeliling di pabrik bersama Sheila....


__ADS_2